Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 43


__ADS_3

Devan dan kedua orang tuanya pun mendekat dan langsung memeluk Sinta bergantian.


" Sayang lain kali hati-hati ya, kalau kamu sedang kesal jangan mengendarai mobil dulu. " kata Sarah pada menantunya itu dan langsung memeluk Sinta.


" Lain kali hati-hati sayang. " kata Atmaja juga pada Sinta.


" Iya pah, mah, maaf sudah membuat kalian khawatir " kata Sinta yang langsung di anggukan keduanya.


Kemudian giliran Devan yang mendekat.


" Ehmm.... Syukurlah kamu selamat Sinta, lain kali berhati - hatilah. " kata Devan datar, padahal dalam hatinya ingin sekali memeluk Sinta, tapi tidak bisa ia lakukan karena masih ada teman - teman Sinta di situ.


" Iya Pak... " sahut Sinta yang juga datar karena masih ada temannya.


Orang tua Sinta dan orang tua Devan mengulum senyum merekah melihat tingkah keduanya yang menyembunyikan pernikahan mereka dari orang lain.


Begitu juga dengan Brian yang hampir tidak bisa menahan tawanya melihat tingkah adik dan adik iparnya, berpura - pura bersikap datar.


Sedangkan Risti, Helen, dan Roni masih bingung dan bertanya-tanya dalam hati sambil diam - diam memperhatikan mereka berdua.


Setelah itu tiga hari kemudian Sinta pun sudah di perbolehkan pulang karena sudah sembuh total, dan semua keluarga pun menjemputnya lalu ikut ke rumah Devan dan Sinta.


Di rumah keduanya, semua keluarga berkumpul dan mengadakan syukuran bersama, untuk menyambut kepulangan Sinta dan atas kesembuhannya juga.

__ADS_1


Tidak terasa seminggu sudah berlalu dan sekarang Sinta sudah bersiap untuk bekerja kembali di Perusahaan suaminya.


" Kamu sudah siap Sinta... ?" tanya Devan karena ia juga sudah siap untuk berangkat ke kantor.


" Sudah mas, yu berangkat. " jawab Sinta dan langsung mengajak suaminya.


Sebenarnya Devan tidak ingin Sinta bekerja, tapi Sinta sendiri yang memaksa katanya ia bosan di rumah saja, makanya ia masih tetap ingin bekerja, dan mau tidak mau Devan pun membolehkannya.


Dan sekarang mereka berdua pun sudah menuju ke kantor bersama, meskipun sekarang mereka berdua sudah semakin dekat, tapi mereka masih belum melakukan hubungan suami istri, karena Sinta masih belum siap, dan Devan pun memakluminya, juga tidak memaksa, yang penting bagi Devan mereka bisa bersama itu saja sudah cukup.


Tidak ada percakapan di antara mereka hingga tiba di kantor, sesampainya di kantor seperti biasa Devan pun keluar terlebih dahulu dan langsung di sambut oleh Reyhan.


Dan setelah Devan dan Reyhan masuk, barulah Sinta keluar dari mobilnya, lalu masuk kedalam juga.


" Berhenti... " kata seseorang di belakang Sinta.


Sinta pun menghentikan langkahnya karena seseorang menghentikannya.


" Maaf saya sudah terlambat, saya buru - buru " kata Sinta yang akan kembali melakukan langkahnya menuju ruangannya.


" Berhenti saya bilang Sinta... " katanya lagi


Mendengar itu Sinta pun mau tidak mau berhenti.

__ADS_1


" Ada apalagi sih Bu " kata Sinta sedikit kesal.


" Kemana saja kamu sudah lebih dari satu bulan tidak masuk kerja, apa kamu tidak tahu, kalau sekarang kamu sudah di berhentikan secara tidak hormat dari perusahaan ini, karena terlalu banyak mangkir. Jadi lebih baik kamu kembali pulang " kata Bu Rita kepala HRD itu.


Mendengar itu Sinta pun sangat terkejut, ia tidak menyangka kalau sekarang ia di berhentikan secara tidak hormat.


" Apa, ibu jangan bicara sembarangan. " kata Sinta yang sangat kesal dan tidak terima mendengarnya.


Semua karyawan yang bekerja di kantor itu pun melihat ke arah mereka berdua, terutama pada Sinta, karena mereka sudah mendengar kalau Sinta sudah di berhentikan secara tidak hormat karena terlalu banyak mangkir.


" Saya tidak pernah bercanda Sinta, sebaiknya kamu kembali, karena percuma saja kalau kamu bekerja sekarang. " kata Bu Rita


Mendengar itu, Sinta begitu sangat sedih, seakan ia tidak terima dengan semuanya.


" Tapi Bu, saya punya alasan tidak masuk kerja selama sebulan ini. " kata Sinta masih berharap.


" Saya tidak butuh alasan, sekarang lebih baik kamu pulang saja sana, karena saya tidak punya banyak waktu, permisi... " kata Bu Rita yang langsung meninggalkan Sinta begitu saja.


" Bu, Bu, tunggu sebentar Bu.. " panggil Sinta ketika Bu Rita mulai meninggalkannya.


Sinta pun pasrah dengan semua, karena bagi Sinta percuma saja ia memaksa, dan ia pun terpaksa kembali pulang.


Dan saat Sinta berjalan keluar tiba - tiba...

__ADS_1


__ADS_2