Dibalik Hujan & Kenangan

Dibalik Hujan & Kenangan
40. Kisah Adinda


__ADS_3

Max memanfaatkan dua hari waktu kosong untuk memperkuat kedekatan emosionalnya dengan Alina. Tadinya Max mau mengajak Alina ke bandung, tapi Alina menolak dengan dalih gak bisa cuti kerja. Otomatis Max turun tangan memintakan izin pada Pak Leo, tentu saja boss Alina itu tidak keberatan. Nyatanya Alina tetap bersikukuh. Mengamati ekspresi memelas yang ditunjukkan gadis itu, Max bisa menebak alasan dibalik penolakan tersebut. Namun dia menunggu Alina yang mengatakan lansung.


" Aku ingin dua hari ini hanya ada kita," ungkap Alina jujur. Bandung adalah kota kelahiran Bryan, setiap kali weekend mereka selalu menghabiskan waktu disana. Terlalu banyak kenangan dengan Bryan dikota itu. Dan Alina tidak ingin dia terbawa perasaanya.


Dugaan Max tidak meleset. Disatu sisi dia juga bahagia karena Alina berusaha keras menciptakan memori baru mereka tanpa dibayangi kenangan masa lalu. Max pun menghargai keputusan gadis itu untuk tetap di jakarta.


Menghabiskan waktu bersama Max membuat Alina banyak memahami bagaimana pria itu mencintainya, gadis itu tersentuh setiap kali Max memperlakukannya seolah putri raja. Bahkan Max rela mengikuti semua keinginan konyolnya termasuk melakukan sesuatu diluar kebiasaan. Puas berekreasi di salah satu wahana permainan terkenal, tiba -tiba saja Alina ingin mengerjai Max, dan pria itu kembali pasrah ketika Alina memintanya ikut makan nasi padang. Padahal Alina tau pasti Max tidak cocok dengan jenis karbohidrat satu itu.


Alhasil Max muntah -muntah meskipun yang dimakan baru beberapa suap saja, Alina jadi tidak tega dan minta maaf sudah membuat Max tersiksa.


" Gak papa sayang, kamu kan cuma ingin membuktikan seberapa besar saya mencintai kamu," tebak pria itu menerka motif dibalik ide usil Alina. Gadis itu tidak menampik karna benar adanya.


" Sekarang gantian kamu yang harus mengikuti keinginan saya," lanjut Max lagi.


Alina mengerutkan kening, " Maksud kamu?" tanyanya tidak mengerti. Berharap Max tidak akan balas dendam karena kelakuannya.


" Dari tadi saya memenuhi semua keinginan kamu, sekarang giliran saya yang ingin kamu memenuhi maunya saya, biar adil,"


Alina mendeguk ludah,


" Ooh, ya udah kamu mau aku melakukan apa?"


gadis itu harap cemas, semoga aja Max tidak memintanya melakukan yang aneh-aneh.


Max tidak menjawab, dia membelokkan kendaraanya pada salah satu mal yang sedang mereka lewati.


" Saya ingin memberikan kamu hadiah, tapi saya belum tahu apa yang paling kamu sukai, gimana kalau kamu memilih sendiri," ucap Max.


Alina terperangah sekaligus terharu, Max masih bisa semanis itu meskipun dia sudah membuat pria itu menderita seharian ini. Bagi sebagian orang, pemintaan Max adalah sebuah kesempatan bagus tapi tidak bagi Alina karena dia tidak ingin dianggap perempuan matre, apalagi mal yang mereka masuki sekarang adalah salah satu mal yang menjual barang-barang branded dengan harga selangit.


Perlu bertahun-tahun menabung untuk bisa berbelanja disini.


Sayangnya penolakan Alina tidak ditanggapi. Max mengancam tidak akan pulang sampai Alina membeli sesuatu.


Alina akhirnya menyerah, Max itu nekad, daripada menginap di mal tersebut, lebih baik dia menurut. Dia akan mencari barang yang paling murah, begitu pikirnya.


Alina mulai memasuki store yang menjual sepatu dan tas. Namanya perempuan kalau udah melihat barang bagus pasti tidak bisa menahan diri. Matanya langsung berbinar cerah.


" Cantik banget,"


" Wah limited edition"


Siapa sangka celetukan yang keluar dari Alina justru disalah artikan. Tanpa meminta pendapat gadis itu , Max lansung saja menyuruh pramuniaga untuk mengemas barang yang Alina kagumi. Kontan Alina menolak tapi Max punya jurus yang membuat Alina makin tak berkutik.

__ADS_1


" Kamu gak kasihan apa sama mbak pramuniaganya, liat tuh wajahnya udah ngarep banget barang ini laku, dengan begitu dia bisa dapat bonus, membuat orang lain bahagia itu dapat pahala loh sayang," Bisik Max mencoba mempengaruhi.


Alina hanya bisa pasrah saat Max memberikan black card-nya pada kasir.


Dia pikir setelah mendapatkan dua barang membuat Max puas. Nyatanya pria itu mengajak Alina ke store lain. Sejuta alasan di lontarkan Max, bilangnya ingin beli baju, ujung-ujung Alina yang beli baju, setelah itu mau lihat jam, lagi-lagi Alina yang beli jam, dan begitu seterusnya hingga kedua tangan mereka penuh oleh paper bag dan semuanya belanjaan Alina.


" Max, kamu membuat aku malu tau gak, kamu membelanjai aku sebanyak ini, orang-orang pasti berpikir aku memanfaatkan kamu," sungut Alina saat mereka menunggu pesanan datang. Karena insiden makan siang tadi Max kelaparan dan mereka memutuskan untuk makan disalah satu food court.


" Gak usah mikirin perkataan orang sayang, yang penting saya gak menganggap kamu seperti itu, kan saya yang ingin mentraktir kamu,"


" Bukan hanya masalah traktiran Max, tapi yang kamu kasih ke aku nominalnya gak dikit loh, ratusan juta, bahkan uang yang kemaren kamu transfer aja masih direkening aku,"


Alina sudah meminta nomor rekening Max pada Adrian sebelumnya tapi pria itu sama liciknya dengan Max, dengan alasan tidak ingin dipecat karena menginformasikan rekening bossnya sehingga Alina tidak tega memaksa.


" Sayang jangan marah-marah ya, saya ikhlas kok, jangankan uang, nyawa pun akan sa.." ucapan Max terpotong begitu tangan Alina membekap mulutnya.


" Tolong jangan katakan itu, aku gak mau kehilangan lagi, tidak untuk sekarang," Alina berkaca-kaca membuat Max merasa bersalah.


"Kamu tidak akan kehilangan saya Al, saya akan selalu ada untuk kamu, dengan izin Tuhan, kita akan menua bersama," Max mengecup kening Alina, memberikannya ketenangan.


Tak lama pesanan yang mereka tunggu sudah datang, dua porsi steak daging lengkap begitu menggugah selera.


" Mari makan," seru Max senang membuat Alina lupa akan kesedihannya.


Max melirik pesan masuk di ponselnya, dengan sebelah tangan dia membuka pesan tersebut.


Sebuah gambar ultrasonografi lengkap dengan tulisan " Doain kami uncle, bulan depan kita akan ketemu," diakhiri dengan emote huge.


Max tersenyum, foto berbentuk gumpalan awan itu membuatnya terharu.


" Uncle can't wait for the time, keep healthy twins,"


" Pesan dari siapa sayang?"


"Dari Adinda sayang, lihat deh," Max menyodorkan hapenya kehadapan Alina. Gadis itu juga bahagia melihat gambar USG tersebut.


" Kamu dan Adinda sepertinya dekat banget,"


Max menganggukan kepala sambil melanjutkan makannya. Alina yang sudah lebih dulu selesai dengan sabar menunggu Max. Berharap Max melanjutkan ceritanya karna dia masih penasaran dengan apa yang terjadi di Bali waktu itu.


" Bukan saja dekat, tapi kami layaknya saudara kembar kemana-mana selalu bersama,"


Max menerawang pada kejadian beberapa tahun silam.

__ADS_1


Hartawan Arlingga menikahi Reny, sekretarisnya. Status Reny yang menyandang predikat janda satu anak yang ditinggal mati suaminya, tidak menyurutkan keinginan Hartawan untuk menikah dengan wanita pujaannya itu. Hartawan juga tulus menyayangi Adinda seperti putrinya sendiri.


Kehadiran Adinda memberikan warna baru di keluarga mereka. Dikarenakan Adinda satu-satunya princess dalam keluarga besar Arlingga sebelum Aira lahir.


Sayangnya kebahagiaan Hartawan tidak berlangsung lama, Reny divonis kanker stadium akhir. Reny putus asa tapi Hartawan tidak mau menyerah, segala upaya dilakukan pria itu untuk kesembuhan Reny, bahkan membawanya berobat keluar negeri dengan pilihan rumah sakit terbaik didunia, sayangnya nyawa Reny tetap tak tertolong. Wanita itu meninggalkan Hartawan dan Adinda yang waktu itu masih berumur tiga tahun untuk selamanya.


Hartawan kehilangan semangat hidup tapi berkat dorongan keluarga, dia berhasil bangkit kembali, tapi hatinya terlanjur mati, pria itu memutuskan tidak akan menikah lagi, dia juga melakukan vasektomi agar tidak memiliki keturunan. Fokusnya adalah membesarkan Adinda, satu-satunya kenangan yang ditinggalkan Reny dengan dibantu keluarga besar. Adinda pun tumbuh menjadi gadis ceria.


Adinda sangat dekat dengan semua orang, tapi Max selalu mendapat perhatian lebih dari gadis itu. Adinda tidak sungkan manja pada Max. Dan Max juga tidak ragu mencurahkan kasih sayang pada Adinda yang sudah dianggap adik sendiri. Siapa sangka perasaan Adinda pada Max berbeda, dan itu disadari Hartawan. Hartawan pun mengajukan lamaran pada Hardi untuk menjodohkan Max dan Adinda. Adinda sangat senang karena tanpa perlu mengumbar perasaan cintanya, papinya sudah lebih dulu mengungkapkan keinginan terdalamnya.


Sayangnya Max menolak, dan Hardi tidak bisa memaksa karena prinsipnya kebahagian anak adalah segalanya, Hartawan marah terlebih melihat airmata yang mengalir diwajah putrinya. Diapun memutuskan tali persaudaraan dan membawa Adinda pergi jauh tanpa kabar.


Alina shock mendengar penuturan Max, tidak menyangka kalau masalahnya serumit itu. Tadinya dia pikir hanya kesalahpahaman seperti kebanyakan keluarga lainnya.


" Kenapa kamu menolak Adinda, dia gadis yang manis, lagipula kalian tidak punya hubungan darah," Tanya Alina hati-hati takut Max tersinggung.


Max tersenyum, " Kalau saya sama Adinda, saya tidak akan pernah tahu kalau ada bidadari cantik seperti kamu,"


" Gombal banget sih," dengkus Alina , dia serius malah diajak bercanda.


"Perasaan itu tidak bisa dipaksa Alina, saya menyayangi Dinda sebagai adik, bukan pasangan," lanjut Max lagi sambil beranjak dari duduk dan mengangkat beberapa paper bag


" Pulang yuk, udah malam."


Alina tersadar karena keasyikan mendengarkan Max, dia jadi lupa waktu. Entah kenapa dia masih saja penasaran, kali ini dia ingin tahu lebih jauh bagaimana kisah perjalanan cinta Max sebelum bertemu dirinya. Dan sepertinya besok dia akan memancing Max untuk kembali bercerita.


" Besok kita kemana ya?" tanya Max begitu mereka sudah didalam mobil.


" Yang jelas gak mau nge-mall lagi,"


"Kalau gitu kita diapartemen saja, mesra-mesraan," Max menaik turunkan alisnya.


Alina meringis ngeri, " Enak aja, itu sih maunya kamu,"


Max terkekeh dan mencium pipi Alina sekilas.


" Atau kamu punya ide lain?" wajah mereka sangat dekat membuat jantung Alina berdetak dua kali lebih cepat.


" Akan aku pikirkan,"


***


Jangan Lupa vote dan komen ya..🤗

__ADS_1


__ADS_2