
Brakk!!
Seorang pria dengan setelan hitam membanting semua barang yang ada diatas meja. Emosinya membuncah manakala anak buahnya menyampaikan informasi yang sangat tidak dia harapkan.
" Shi't, dia licik sama seperti ayahnya. " decak pria itu kesal. Baru saja melayangkan satu tantangan, Max malah mengambil seribu langkah didepan. Seharusnya dia membatalkan meeting nya di Singapore kemaren.
Pria yang tak lain adalah Evan, sosok dari masa lalu keluarga Arlingga, lebih tepatnya Hardi Arlingga. Evan adalah anak diluar nikah Hardi Arlingga dengan seorang perempuan bernama Elena.
Apakah Hardi selingkuh? tentu saja tidak, karna Kejadiannya sebelum Hardi jatuh cinta pada Widyawati. Sama seperti Max, Hardi adalah seorang pria yang susah untuk jatuh cinta. Namun ketampanan diatas rata-rata membuat banyak gadis ingin menjadi kekasihnya.
Salah satunya Elena yang berprofesi sebagai manager di sebuah restoran terkenal . Berbagai cara dilakukan Elena untuk mendapatkan perhatian Hardi. Namun Hardi tidak pernah memandang Elena sama sekali.
Hingga Elena nekat, pada suatu malam perusahaan Mulia Jaya mengadakan pertemuan penting di restoran tempat Elena bekerja. Dan momen itu dimanfaatkan oleh Elena untuk menjebak Hardi. Cintanya pada Hardi telah membuat dia nekat. Berbekal sebuah obat perang*sang dia berhasil menaklukkan Hardi dalam pelukannya.
Elena menghilang setelah kejadian itu. Dan membawa benih Hardi dalam rahimnya. Hardi tentu saja tidak tahu, dia melanjutkan hari-hari seperti biasa, sampai akhirnya jatuh cinta pada Widyawati dan mereka pun menikah.
Kehidupan rumah tangga Hardi sangat harmonis hingga suatu hari datang seorang pemuda yang mengaku anak Hardi. Pemuda yang tak lain adalah Evan menuntut haknya pada keluarga Arlingga. Hardi tentu tidak percaya begitu saja.
Evan menantang Hardi untuk tes DNA, Hardi menyanggupi tanpa rasa takut. Sayang keyakinan Hardi luntur bersamaan dengan hasil yang dibacakan tim dokter bersama kuasa hukumnya. Evan tersenyum penuh kemenangan. Dia memojokkan Hardi untuk memberikan separuh dari Mulia Jaya Corps. Tentu saja Hardi tidak setuju. Evan mengancam akan membeberkan skandal tersebut jika tidak permintaanya tidak dituruti.
Meskipun saat itu Max masih kuliah, dia sudah memiliki insting kuat. Tak Terima orang tuanya diintimidasi pria itu mencari informasi tentang Elena hingga sebuah fakta terkuak. Elena bukan lah wanita baik -baik, dia selalu mengincar pria kaya raya untuk menjebak dan memeras.
Dan salah satu korbannya adalah Hardi. Ketika mengetahui dirinya hamil atas kejadian malam itu, Elena menemui Arlingga, ayahnya Hardi. Meminta sejumlah aset dan mengancam untuk membongkar kehamilannya pada khalayak.
Tak ingin reputasinya buruk, dia memenuhi permintaan Elena memberinya uang dalam jumlah fantastis. Tapi Arlingga tidak bodoh, dia membuat semacam kontrak agar Elena pergi dari kehidupan mereka untuk selamanya. Elena menyanggupi dan menandatangani perjanjian tersebut. Alasan kenapa Elena pergi tanpa memberitahukan kepada Hardi tentang anak yang dia kandung.
Elena tidak menemui Hardi tapi justru memeras Arlingga padahal Hardi adalah sosok yang sangat menghargai wanita, pasti dia akan bertanggung jawab pada Elena. Apalagi Elena menyukai Hardi. Ternyata seseorang dari masa lalu Elena kembali. Elena terbuai oleh bujuk rayu mantan suaminya. Dan mereka memutuskan mengulang kisah lama.
Sedari kecil Evan sudah didoktrin ibu dan ayah sambungnya tentang keluarga Arlingga, mereka sudah memiliki rencana besar untuk mengambil alih seluruh aset Mulia Jaya Corps, dengan memanfaatkan Evan. Sayang sebelum itu terjadi Elena dan suaminya mengalami kecelakaan tunggal dalam sebuah perjalanan. Elena dan suaminya meninggal menoreh kan duka mendalam pada Evan yang saat itu masih berumur sepuluh tahun.
Ditinggal orangtua selamanya membuat Evan terpuruk, namun dendam yang sudah tertanam sejak dini mengobarkan kembali semangat nya untuk mendapatkan haknya. Berbekal harta peninggalan ibunya, Evan melanjutkan hidup seorang diri.
Mendengar dan melihat bukti-bukti yang diberikan Max, Evan dibuat tak berkutik oleh masa lalu ibunya. Hardi berbaik hati ketika itu memberikan sebuah perusahaan berbasis expedisi yang berada di hongkong kepada pemuda itu. Bagaimanapun Evan adalah darah dagingnya.
Kebaikan Hardi tidak meluluhkan dendam Evan, dia bertekad untuk menghancurkan keluarga itu terutama Max suatu saat nanti.
Dan setelah bertahun-tahun menjauh dari tanah air. Dia kembali untuk menuntaskan dendam tersebut. Satu hal yang paling membuat Evan terkejut adalah wanita yang dicintai Max, adalah seseorang yang sudah mencuri hatinya sejak kecil.
Alina Maharani
***
Alina memandang wajah polos suaminya. Pria itu berhasil membuatnya tak berdaya semalaman penuh. Max benar-benar melepaskan dahaganya. Tidak cukup sekali, hingga Alina menyerah karena lemas.
"Maafkan aku sudah membuatmu lelah sayang, " bisik Max membuka mata lalu menyatukan kening mereka berdua.
__ADS_1
" Gak papa sayang, aku seorang istri sekarang, sudah kewajibanku membuat suami senang, " ucap Alina tulus sambil membelai wajah tampan pria itu.
" Apakah masih sakit? "
" Sedikit" jawabnya terkekeh.
" Hentikan aku kalau aku meyakitimu sayang, aku gak mau kesenangan yang aku dapat justru melukaimu, " Max membenamkan kepala di ceruk leher sang istri.
Wanita mana yang tidak senang jika prianya menjaga sedemikian rupa. Cara Max mencintai Alina membuat siapapun iri.
" Sayang, aku harus membantu mbak Asti masak, siang ini kita akan makan bersama sebelum kak Aditya pulang ke Bali, " Alina mengurai pelukan mereka.
"Ngapain masak sih sayang, udah kita makan diluar aja! "
" Tapi rasanya berbeda sayang, apalagi hari ini perdana makan bersama dirumah ini, "
" Gak pake tapi, jangan sampai kamu kecapean, kita makan di rumah, tapi menunya pesan dari hotel atau restoran."
Alina memanyunkan bibir "Akan lebih hemat kalau masak dirumah Max, "
" Benar juga, tapi uangku tidak akan habis hanya dengan membeli makanan diluar rumah, malah kita membantu bisnis diluar sana, "
Alina memutar bola. Sang suami sudah mengeluarkan metode analisis nya. Itu berarti tidak menerima apapun alasan sang istri.
" Terserah suami ku saja, jangan salahkan aku kalau nanti aku boros dalam membelanjakan uangmu, "
" Dengan senang hati istriku, aku bahkan sangat mengharapkan hal itu, " Max mengecup bibir sang istri sekilas, lalu beranjak dari tidur kemudian membopong bobot Alina.
" Eh mau ngapain sayang! "
" Menurutmu? " Max mengerlingkan mata
Alina tercekat, raut nya menegang tapi tidak berani bersuara.
Max tidak tega "Aku becanda sayang, only take a bath,"
dan Max menepati perkataannya. Selang beberapa menit kemudian mereka sudah bersiap-siap.
Pasangan pasutri baru itu nampak sangat serasi dengan setelan couple casual. Dan sesuai yang dibilang Max, Alina memesan makanan dari resto langganan mommy.
Sambil menunggu kedatangan kakak-kakaknya, Alina dan Max duduk santai diruang tamu sambil menikmati sepiring pergedel jagung hangat buatan Mbak Asti. Cemilan favorit Max.
" Penerbangan Aditya jam berapa? "
" Last flight sayang, kenapa? "
__ADS_1
" Aku gak bisa mengantar, sore ini aku harus kekantor untuk menyelesaikan beberapa kerjaan sebelum kita ke New York minggu depan? "
" New York? kita? "
Max mengangguk, " Bulan madu sayang, bukankah kamu ingin sekali liburan kesana?"
" Serius sayang, kita ke New York? " . Alina memang sejak lama ingin mengunjungi ibukota Amerika itu.
Saking gembiranya dia melompat dan duduk diatas pangkuan pria itu, menciumi pipi Max sebagai ungkapan terimakasih.
" Are you happy?" bisik Max gantian mengecup lembut sang istri.
" Banget sayang, " entah siapa yang mulai kedua kembali larut dalam romansa. Max menggendong Alina masuk kekamar, untuk menuntaskan hasrat yang kembali menggelora. Alina sendiri tidak menolak karena tubuhya juga menginginkan hal yang sama.
Masih cukup waktu hingga jam makan siang.
Gerakan konstan Max membuat Alina melayang tinggi, rasanya tidak seperti semalam dimana saat pertahanan nya terkoyak menyisakan perih. Alina mencoba untuk bersikap lebih agresif bermodalkan naluri alamiah berhasil membuat Max kelimpungan karena tak ingin mengakhiri kegiatan itu dengan cepat. Max langsung mengambil Alih kendali. Keduanya berlomba mereguk surga dunia dengan berbagai macam gaya hingga gelombang dahsyat datang melambungkan keduanya pada puncak kepuasan yang dicari.
" Kalau begini terus, kita gak jadi makan siang sayang, aku harus mandi sekarang, " ucap Alina berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami. Tapi Max enggan karena miliknya kembali menegang.
"Once more? janji! " Max memelas
Alina pasrah begitu ronde kedua dimulai. Rasanya benar -benar memabukkan dari pada sebelumnya. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai juga menjadi agak lama.
" Cepetan sayang, aku gak mau kepergok seperti ini kalau mereka datang sayaang, " ucap Alina dengan napas memburu.
Max terkekeh, istrinya itu menggemaskan bukankah mereka sudah halal, jadi kenapa takut kepergok. Lagian mereka juga dikamar yang sudah dikunci mana mungkin ada yang bisa masuk.
Max mempercepat gerakan, membuat des*ah an Alina semakin keras. Untung kamar ini kedap suara. Keringat sudah membanjiri tubuh mereka tapi belum ada tanda akan berakhir. Max terus mengeksplor tenaga.
Max mendekap tubuh Alina dengan erat begitu gelombang yang menjadi tujuan akhir siap menghempas kan. Max dan Alina meleng* uh bersamaan saat merasakan kenik *matan yang melemahkan syaraf-syaraf itu datang menghantam.
Ting !
Sebuah pesan masuk diponsel, Alina meraih ponsel diatas nakas dengan napas yang masih belum stabil.
" Al, Aditya menalak Sherly, "
Deg!
***
Huft kalau part pengantin baru memang bikin deg deg Serr.
Bantu vote dan komen ya.
__ADS_1
thanks
Author