Dikhianati Sang Suami

Dikhianati Sang Suami
Bab 59 Tau juga


__ADS_3

Arumi sedikit tercenang, melihat nama mempelai lelaki yang bernama Hendri. Nama itu mengingatkan Arumi pada nama suaminya.


"Namanya sama dengan nama mas Hendri. Kok bisa kebetulan ya. Kueku di pesan untuk pernikahan orang yang nakanya sama dengan mantan suamiku. Mudah-mudahan hanya namanya saja yang sama dengan mas Hendri bukan orangnya," batin Arumi.


Arumi kembali melanjutkan langkahnya. Menenteng dua kantong besar berisikan kue.


Arumi masuk melewati beberapa tamu undangan yang tengah menikmati beberapa hidangan yang disediakan.


Tak ada orang yang menyapa Arumi. Arumi terus saja melanjutkan langkahnya mencari keberadaan Jodi. Karena sedari tadi Jodi dihubungin juga tidak tersambung.


"Aku harus menaruh kue ini dimana? Aku harus ketemu sama Jodi dan mengatakan kalau kuenya ada yang ketinggalan?" keluh Arumi sembari meletakkan kuenya di lantai.


Arumi menghela nafas, lalu kembali berkeliling mencari keberadaan Jodi.


"Kemana sih Jodi?" gumam Arumi sembari netranya berkeliling kesetiap sudut mencari keberadaan Jodi.


Netra Arumi terhenti saat memandang dari kejauhan, terlihat tak begitu jelas wajah seseorang yang tak asing baginya. Membuat Arumi penasaran .


"Itu seperti Ibu?" tanya Arumi dalam hatinya.


Setelah dipikir pikir, orang yang dilihatnya seperti mantan mertuanya.


"Iya, itu seperti ibu. Ngapain ibu disini? Apa dia sedang kondangan disini?" Batin Arumi sembari berjalan mendekat kearah ibu mertuanya.


Sudah hampir sampai didekat Mia. Arumi melihat ada Salsa juga yang berdiri tak jauh dari ibu mertuanya.


"Ada Salsa juga? Mereka pergi kondangan bersama?" batin Arumi penuh tanya.


Belum sempat terpikir oleh Arumi Ibu mertuanya dan Salsa tengah menghadiri pernikahan Hendri mantan suaminya.


Arumi melangkah cepat menuju tempat Mia dan Salsa. Kehadiran Arumi tidak di ketahui Mia dan juga Salsa yang spaneng menatap keatas panggung.


Mia dan Salsa pandangannya tertuju kearah panggung yang nanti akan di tempati kedua mempelai yaitu Hendri dan Melinda.


Saat ini diatas panggung sudah ada seorang pembawa acara yang akan memulai acara. Dia adalah Jodi, orang yang tengah Arumi cari keberadaanya sedari tadi. Pantas saja Jodi sulit dihubungin ternyata dirinya sibuk sebagai pembawa acara.


Arumi sudah berada didekat Mia dan Salsa namun mereka tak menyadari kehadiran Arumi.


"Ibu? Salsa?" ucap Arumi.


Mendengar panggilan dari Arumi, Mia dan Salsa pandangannya teralihkan pada seorang wanita berhijab yang di kedua tangannya menenteng dua kantong besar.


"Kak Arumi!" ucap Salsa dengan mulut melongo karena sangat terkejut dengan kehadiran Arumi.

__ADS_1


"Arumi?" ucap Mia dengan mata terkejutnya.


"Ngapain kamu ada disini?" tanya Mia dengan muka penuh rasa khawatir.


Salsa tak kalah khawatirnya dari Mia.


"Kak Arumi kenapa bisa sampai datang kesini. Apa dia tau kalau kak Hendri hari ini menikah dengan wanita lain. Bagaimana ini, bakalan kacau semuanya," batin gelisah Salsa.


"Aku hanya mengantar kue ini Bu Tapi aku penasaran kenapa kalian berdua ada disini. Siapa yang menikah Bu?" tanya Arumi sedikit curiga melihat raut wajah Mia yang nampak gusar.


Mia terdiam tak mau menjawab.


Arumi melirik kearah Salsa yang tertunduk tak mau menatapnya.


"Salsa! Kamu menghadiri pernikahan siapa?" bentak Arumi.


Salsa mendongakkan wajahnya penuh rasa takut menatap Arumi dan tanpa menjawab.


"Kenapa kamu juga diam saja Salsa, tidak menjawab pertanyaanku," ucap Arumi.


Tak mendapat jawaban dari keduanya, Arumi pandangannya mengedar mencari keberadaan sepasang pengantin, namun tak ditemukannya.


"Tadi aku lihat didepan ada poster bertuliskan nama mempelai Hendri dan Melinda. Apa benar yang menikah adalah Mas Hendri Bu?" tanya Arumi dengan serius.


"Ehm....," gumam Mia dengan muka gelisah.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini Arumi." Tangan Mia menarik kasar lengan Arumi.


"Ibu lepaskan!" ucap Arumi yang tak dihiraukan Mia.


Mia terus saja menyeret lengan Arumi melewati Gilang yang asyik bercengkerama dengan para tamu undangan.


Gilang sungguh terkejut melihat Arumi yang dibawa paksa oleh seorang wanita paruh baya. Gilang pun mengejarnya.


"Lepaskan aku Bu. Jawab dulu pertanyaanku. Apakah benar mas Hendri yang menikah sekarang ini," tegas Arumi.


Mia tak memperdulikan ucapan Arumi. Masih saja Mia menarik lengan Arumi tiada henti.


Terdengar suara gemuruh diatas panggung yang memanggil nama kedua mempelai.


"Kita sambut kedua mempelai yang berbahagia. Yaitu Hendri dan Melindaaaaa," teriak Jodi dari atas panggung.


Mendengar ucapan Jodi yang sangat lantang dan jelas menyebut nama kedua mempelai. Arumi memberhentikan langkahnya dan Mia juga reflek memberhentikan langkahnya.

__ADS_1


Arumi menatap keatas panggung. Mia pun sama menatap keatas panggung.


Nampak Hendri dan Melinda dengan senyum terbaiknya naik keatas panggung.


Arumi menyaksikan dengan jelas mempelai diatas panggung adalah benar Hendri suaminya yang sudah menceraikannya beberapa hari yang lalu.


"Mas Hendri?" ucap Arumi lirih karena hatinya sangat terluka menyaksikan Hendri sudah menikah dengan wanita lain.


Tangis Arumi pecah, tanpa sadar kedua kantong yang ditentengnya jatuh bersamaan.


"Mas Hendri. Jadi ini alasanmu menceraikanku," ucap Arumi dengan keras dan berderai air mata.


Banyak para tamu yang menyaksikan kehisterisan Arumi. Mia tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya gelisah yang ia tunjukkan.


Gilang datang mendekati Arumi yang tengah menangis diantara tamu undangan.


"Arumi. Kenapa kamu datang kesini," ucap Gilang. lalu membawa Arumi pergi dari banyak orang yang memperhatikannya.


Arumi masih dengan isak tangisnya.


Sementara Hendri diatas panggung merasa bangga dan bahagia karena tiada henti mendapat sanjungan dari Jodi sang pembawa acara dan para tamu undangan yang menyaksikan.


Liliana yang berharap Gilang membawa pasangannya dalam acara pernikahan adiknya terkabul juga. Liliana melihat Gilang tengah memapah seorang wanita berhijab melewatinya tanpa menghiraukannya.


Namun, Liliana nampak bingung melihat wanita itu, yang menangis di pelukan Gilang putranya.


"Siapa wanita yang bersama Gilang. Apa dia pacarnya. Tapi kenapa dia menangis dihari yang sangat bahagia ini," batin Liliana.


Gilang membawa Arumi keluar, di tempat yang tak ada satu orang pun melihatnya.


"Arumi kenapa kamu datang kesini," tanya Gilang penasaran.


Setau Gilang Arumi tidak akan datang kesini, karena kue sudah di ambil oleh Jodi di rumah Arumi.


"Kamu tau Gilang, mempelai laki-laki itu adalah mantan suamiku. Aku baru tau alasan dia menceraikanku. Ternyata dia akan menikah dengan orang lain."


"Mas Hendri penghianat. Dia penghianat besar. Aku benci kamu Mas Hendri. Aku benci sama kamu. Kamu jahat, kamu penghianaaaat," teriak Arumi meluapkan amarahnya.


"Tenangkan hatimu Arumi," ucap Gilang lalu meraih tubuh Arumi dan mendekapnya.


Gilang sungguh tidak tega melihat kesedihan Arumi yang begitu dalam.


Arumi menangis histeris dalam pelukan Gilang.

__ADS_1


Gilang mempererat dekapannya, dan tiada henti mengucapkan kata tenang untuk Arumi.


"Seberapa jauh aku menyembunyikannya pada Arumi. Pada akhirnya sekarang Arumi tau juga dengan sendirinya tentang penghianatan suaminya," ucap Gilang dalam hati.


__ADS_2