Dikhianati Sang Suami

Dikhianati Sang Suami
Bab 77 Takut


__ADS_3

Gilang tidak sabar ingin memberitahu Arumi untuk datang diacara keluarganya. Baru saja Gilang berencana akan membawa Arumi ke rumah ibunya untuk memperkenalkan Arumi calon istrinya pada keluarganya. Sudah diundang duluan untuk datang kesana. Gilang bersyukur banget.


Gilang berharap Arumi bersedia. Siap tidak siap Arumi harus mau datang. Ini adalah moment spesial yang tidak boleh dilewatkan.


Gilang akan membuat Hendri dan Melinda tercenang dengan kedatangannya bersama Arumi. Gilang akan membuat acara bahagia mereka menjadi acara yang menyedihkan.


****


Gilang segera menghubungi Arumi.


"Assalamualaikum...," ucap Arumi saat menerima telfon dari Gilang.


"Waalaikum salaam," jawab Gilang.


"Ada apa Gilang sayang?" tanya Arumi.


Sejak mereka jadian Gilang dan Arumi tiada sungkan mengucapkan kata sayang satu sama lain.


"Nanti malam aku diundang sama ibuku untuk makan malam,. Dia memintaku untuk mengajak calon istriku datang. Apa kamu bersedia sayangku Arumi?"


"Malam ini sayang!" Arumi terkejut.


"Kenapa mendadak banget? Aku kan belum siap sayang?" ucap Arumi manja.


Kebetulan disamping Arumi saat ini ada nenek Suryati bersama Arsya.


"Apanya yang belum siap. Gilang akan menikahimu? Cepat bilang kalau kamu sudah siap. Lebih cepat lebih baik," cetus nenek.


"Bukan itu nek," ucap Arumi melambaikan tangan pada nenek.


"Kamu harus siap sayang. Apa kamu nggak pingin kita cepat menikah?" ucap Gilang.


"Pingin," jawab Arumi dengan cepat.


"Mangkanya kamu harus siap ya bertemu kedua orang tuaku," tegas Gilang.


"Oke sayang. Aku siap," jawab Arumi tegas juga.


"Yes Arumi siap," ucap Gilang senang usai menutup telfonnya.

__ADS_1


"Kamu siap menikah Arumi? Wah, nenek seneng banget dengarnya.


"Arumi siap nek menikah dengan Gilang. Tapi bukan malam ini. Arumi malam ini mau dikenalin sama keluarga Gilang. Aduh aku takut Nek. Jantungku dag, dig, dug ni. Gimana ni nek aku takut banget kalau nanti orang tua Gilang tidak menerimaku," rengek Arumi.


Arumi teringat dulu dirinya tidak mendapat restu dari Ibunya Hendri. Sekarang pun Arumi sangat takut kalau tidak mendapat restu dari orang tua Gilang, karena status Arumi seorang janda beranak satu.


"Kamu nggak usah khawatir Arumi. Hadapi saja nggak usah takut. Serahkan semua pada Allah. Mau direstui atau tidak direstui kamu harus bisa nerima. Karena orang hidup hanya bisa menjalani," ucap nenek menyemangati Arumi.


"Benar kata nenek. Aku nggak usah takut. Semua yang akan terjadi sudah digariskan oleh Allah. Dan kita harus bisa menerimanya meski itu sakit rasanya. Semua pasti akan ada hikmahnya."


Hari sudah malam. Nampak Melinda tengah berada didepan kaca riasnya sedang berdandan. Melinda bersiap untuk acara yang satu jam lagi akan dimulai.


Sedangkan Hendri masih tiduran santai diatas ranjangnya.


"Mas kamu nggak siap-siap, sebentar lagi acaranya mulai. Aku mengundang Kak Gilang juga lo. Kamu nanti bersikap manis ya. Jangan arogant dihadapan orang tuaku," pesan Melinda.


"Iya, pasti aku nurutin perintahmu Melinda. Jika tidak kamu pasti mengancamku," ucap Hendri.


Melinda tersenyum mendengar jawaban Hendri yang sangat nurut padanya.


"Andai saja kamu tidak hamil, aku sudah meninggalkanmu. Aku sudah tidak perduli dengan harta dan jabatan. Yang aku inginkan bisa kembali dengan Arumi hidup susah tapi bahagia," batin Hendri.


Melinda teringat, diacara syukurannya, kenapa tidak mengundang ibu mertuanya.


"Coba saja kamu telfon ibuku, tanyakan bisa nggak dia datang malam ini," pinta Hendri.


Melinda pun menyelesaikan riasan wajahnya lalu menghubungi Mia ibu mertuanya.


Mendapat telfon dari menantu tercintanya, Mia sangat senang sekali. Apa lagi Mia disuruh hadir diacara makan malam bersama keluarga Melinda malam ini. Mia senang bukan kepalang karena akan makan malam bersama di rumah mewah


Usai menutup telfon dari Melinda. Mia segera memberitahu Salsa untuk ikut datang bersamanya.


Salsa dan Mia segera berdandan. Karena satu jam lagi acara makan malam sudah mau mulai.


Salsa sudah selesai berdandan. Yah anak muda paling cuman pakai dres dan make up nggak tebal-tebal amat. Berbeda dengan Mia. Dandananya heboh banget kayak mau kondangan aja. Baju meriah dandanan menor, mana lama banget dandannya.


Salsa menggerutu kesal menunggu ibunya yang dandan lama banget. Bisa-bisa nanti datang terlambat atau malah acaranya sudah selesai.


Nampak Arumi juga sudah berdandan cantik, anggun dengan paras hijabnya.

__ADS_1


Arumi tidak hanya akan datang bersama Gilang. Arumi akan membawa Arsya tapi tidak dengan nenek. Arumi mengajak seorang baby sister untuk menjaga Arsya. Semua itu atas permintaan Gilang.


Gilang sudah datang menjemput Arumi, Arsya dan juga baby sister.


"Sudah siap sayang," ucap Gilang pada Arumi yang sudah menunggu Gilang diteras depan rumahnya.


"Sudah dong!" ucap Arumi.


"Ya udah ayo kita berangkat," ajak Gilang.


Semua sudah masuk kedalam mobil, Gilang pun mulai melajukan mobilnya.


Didalam mobil Gilang memberitahu Arumi kalau nanti selain bertemu dengan orang tuanya Arumi akan bertemu dengan Hendri dan Melinda, karena ini acara mereka merayakan kebahagiaan akan mempunyai seorang anak.


Gilang meminta Arumi untuk tidak lemah dihadapan mereka, Arumi harus menunjukkan keberaniannya. Arumi juga harus menunjukkan kalau dirinya tengah bahagia setelah disakiti Hendri dan juga Melinda. Yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga mereka.


Arumi mengatakan pada Gilang, kalau dirinya takut tidak direstui hubungannya oleh kedua orang tua Gilang, karena Arumi seorang janda beranak satu Apa lagi nanti Melinda pasti akan menentang hubungannya, karena Arumi mantan istri Hendri.


Gilang meyakinkan Arumi kalau kedua orang tuanya pasti merestui hubungannya. Karena Arumi adalah pilihan Gilang.


Mereka sangat percaya dan yakin pada Gilang kalau pilihan Gilang adalah pilihan yang terbaik.


Arumi merasa lega mendengar pernyataan Gilang. Arumi semakin yakin Gilang orang yang tepat untuknya. Gilang orang yang bisa mengobati luka di hatinya.


Sudah nampak Liliana dan pak Subroto hadir di ruang tamu memberi selamat kepada Melinda dan juga Hebdri atas usahanya mempertahankan janinnya yang lemah hingga menjadi kuat dan sehat.


"Selamat ya sayang, Akhirnya kamu bisa melewati masa kritis kehamilanmu," ucap Liliana.


"Terimakasih Bu," ucap Melinda berlanjut cipika-cipiki dengan ibunya.


Pak Subroto pun memberi selamat pada Hendri sudah berhasil ikut menjaga kehamilan putrinya.


Mereka tengah menunggu kedatangan Gilang putra tercintanya. Gilang nampak belum datang. Liliana pun ingin memastikanya apakah Gilang benar akan datang.


Liliana menghubungi Gilang, dan tersambung. Liliana bertanya pada Gilang apakah dia jadi datang malam ini?"


Gilang mengatakan jadi, dan sekarang sudah sampai didepan rumah.


Liliana senang sekali Gilang jadi datang dan sudah sampai di rumahnya.

__ADS_1


Pak Subroto, Liliana, dan juga Melinda merasa senang Gilang akhirnya mau datang ke rumah lagi setelah beberapa bulan tak berkunjung.


Tidak dengan Hendri sangat kesal hatinya meski tengah ikut tersenyum bersama mereka. Hendri sangat tidak menginginkan Gilang datang, orang yang berusaha merebut Arumi darinya.


__ADS_2