
Mia keluar dari rumah Pak Subroto dengan perasaan kesal. Niatnya ingin menghadiri acara dirumah mewah malah mendapat pengusiran. Oh sungguh kasihan.
Apa lagi mengingat Arumi, yang akan menjadi istrinya Gilang. Hati Mia makin kesal nggak ketulungan.
Mia sungguh tidak terima atas hinaan pak Subroto yang tidak menghormatinya. Hatinya meronta-ronta.
"Semua ini gara-gara Arumi. Kenapa dia selalu menjadi duri dalam kebahagiaanku," gerutu Mia yang sudah duduk didalam taksi yang akan mengantarnya pulang.
Salsa yang duduk disampingnya hanya bisa mengelus dada tanpa bertutur kata. Salsa sungguh kelu hatinya merasakan sikap ibunya yang belum menyadari kesalahannya.
Hendri dan Melinda sudah dalam perjalanan dengan mobilnya. Entah tujuan Hendri kemana. Hendri seperti tidak punya tujuan. Kini pikirannya hanya dipenuhi rasa sesal dan malu pada Arumi dan juga pak Subroto.
Hendri merasa malu pada dirinya sendiri. Sudah jelas menyakiti hati Arumi tapi masih saja ingin Arumi menjadi miliknya. Hendri juga sangat malu sudah membohongi pak Subroto.
"Beginilah buah dari memilih jalan yang salah," batin sesal Hendri.
"Maafkan aku Arumi. Maafkan aku. Aku sungguh egois. Aku pantas mendapatkan penghinaan ini. Dan kamu pantas mendapatkan kebahagiaan," batin Hendri sembari meneteskan air mata.
Hendri sepertinya sudah tersadar kalau dirinya salah besar telah menyakiti hati Arumi. Hendri akan merelakan Arumi. Dia tidak lagi mengharapkan Arumi untuk bersamanya. Hendri merasa tidak pantas untuk Arumi, wanita yang sudah disakiti hatinya.
Kini tidak ada lagi kebahagiaan yang diinginkan Hendri, yang ingin kembali hidup bersama orang yang dicintainya yaitu Arumi. Harapannya sudah musnah. Jalan satu-satunya untuk membuat hatinya bahagia kembali adalah dimaafkan oleh Arumi. Ya Gilang akan minta maaf pada Arumi atas kesalahan yang dilakukannya.
Melinda masih dengan rasa tidak terimanya diusir oleh pak Subroto. Apalagi tepat dihari bahagianya yang akan merayakan keselamatan kehamilannya. Melinda tiada henti menggerutu kesal didalam mobil. Melinda mengutuk kakaknya dan juga Arumi yang sudah membuat acaranya berantakan dan terusir dari rumahnya sendiri.
Hendri mencoba menenangkan hati Melinda. Dan meminta Melinda untuk menerima semua ini.
"Sudahlah Melinda, kita terima nasib kita seperti ini, karena ini buah dari kejahatan kita," ucap Hendri dengan kesadarannya.
"Tidak. Aku tidak bisa terima Mas. Aku akan memberontak." Melinda masih belum tersadar. Masih terbawa emosinya yang semakin membuncah.
Melinda memang susah dikendalikan, keinginannya harus tercapai.
__ADS_1
Hendri seperti ingin menyerah saja tidak mau lagi hidup bersama Melinda orang yang dicintainya karena terpaksa, yang sikapnya egois mau menang sendiri. Seperti Hendri yang sudah terjebak permainannya.
"Apa aku harus mengakhiri hubunganku dengan Melinda saja, supaya hatiku tenang," batin Hendri putus asa.
Sudah sampai larut malam Hendri masih memutar-mutar mengelilingi jalanan dengan mobilnya.
Mia sampai di rumahnya tak mendapati Hendri dan Melinda yang ia kira datang kesini setelah diusir pak Subroto. Mia mempertanyakan kemana perginya mereka.
Mia pun mencoba menghubungi Hendri, dan tersambung.
Hendri mengatakan tidak punya tujuan tinggal setelah diusir dari rumah.
Mia menyuruh Hendri untuk pulang ke rumahnya saja dari pada tidak punya tujuan.
Akhirnya Hendri nurut perintah ibunya. Hendri akan pulang ke rumah ibunya bersama Melinda.
Hendri dan Melinda sudah sampai di rumah. Kedatangannya disambut Mia yang sedari tadi menunggunya.
Melihat kemarahan mertuanya yang meletup-letup, Melinda yang memang masih kesal hatinya ikut meletup-letup juga amarahnya. Mia dan Melinda sama-sama menunjukkan ketidak terimanya.
Hendri menengahi mereka. Hendri meminta pada mereka berdua untuk menerima atas keputusan pak Subroto.
Hendri meminta Melinda untuk menerima semua ini karena sudah melakukan kesalahan. Langkah terbaik adalah minta maaf. Hendri besok akan mengajak Melinda dan ibunya untuk meminta maaf pada Arumi dan pak Subroto. Namun dengan keras mereka menolak.
Mia tidak mau minta maaf. Begitu pun juga dengan Melinda tidak mau minta maaf atas kesalahannya. Mereka sama-sama gengsi. Namun Hendri berhasil menggertak mereka.
Hendri mengancam akan menceraikan Melinda.
Melinda sangat takut diceraikan orang yang sangat dicintainya. Sedangkan Mia juga tidak ingin Hendri berpisah dengan Melinda yang punya banyak harta, bisa kere nanti hidupnya.
Akhirnya keduanya memutuskan mau minta maaf dengan Arumi dan Pak Subroto.
__ADS_1
Keesokan harinya. Hendri meminta Gilang dan Arumi untuk datang ke rumah orang tuanya. Beruntung Gilang bersedia karena niat Hendri baik, ingin minta maaf pada Arumi dan pak Subroto, atas kesalahan yang sudah dilakukannya. Begitupun juga dengan Melinda dan ibunya ingin minta maaf pada pak Subroto dan Arumi.
***
Mereka sudah berkumpul di rumah pak Subroto tepatnya di ruang tamu. Suasana nampak hening di ruangan itu, tidak seperti kemarin gemuruh riuh karena pertikaian.
Melinda harus membesarkan hatinya untuk meminta maaf pada Arumi dan juga Ayahnya.
Begitu pun juga dengan Mia harus menyembunyikan gengsinya bersikap baik dan lembut pada Arumi mantan menantunya yang sangat dibencinya.
Permintaan maaf pun diterima dengan sangat baik oleh pak Subroto begitu pun juga dengan Arumi. Semua nampak mengulas senyum. Entah itu senyum nyata atau hanya pajangan. Karena dalam hati Melinda masih bernaung dendam pada Arumi. Mia pun sama masih bernaung kebencian di hatinya terhadap Arumi.
Melinda senang Ayahnya telah memaafkannya. Melinda menawarkan diri untuk bisa kembali tinggal di rumah ini bersama Hendri suaminya dan kembali mengelola perusahaan yang sudah beberapa bulan dijalankannya bersama Hendri.
Namun, apa jawaban Pak Subroto.
Pak Subroto tetap dengan keputusannya, Melinda tidak boleh tinggal di rumahnya. Melinda harus tinggal sendiri bersama suami pilihannya yaitu Hendri entah dimana. Dan Mereka berdua tidak bisa melanjutkan mengelola perusahaan yang telah diserahkan padanya sebelum mempersembahkan cucu yang lahir dengan sehat dan selamat untuknya.
Pak Subroto memutuskan seperti itu sebagai hukuman untuk mereka. Yang harus sama merasakan atas apa yang pernah dirasakan oleh Arumi. Mereka harus tau bagaimana rasanya menderita.
Hendri bisa menerima keputusan pak Subroto. Namun tidak dengan Melinda dan Mia, tidak bisa menerima keputusan pak Subroto.
Melinda sangat kecewa dengan keputusan Ayahnya. Niatnya sudah baik merendahkan diri minta maaf pada Arumi, masih saja diberi hukuman.
"Ayah sungguh tidak kasihan dengan anaknya sendiri," ucap Melinda membela dirinya.
Sekeras apa pun Melinda protes, keputusan pak Subroto tidak bisa diganggu gugat. Jika Melinda masih tidak bisa menerima dengan keputusan itu, berarti Melinda sudah tidak ingin menjadi sebagian dari keluarga Subroto
Akhirnya Melinda dengan sangat berat hati menerima keputusan Ayahnya yang baginya akan menyiksa dirinya.
Mia pun dengan berat hati menerima keputusan pak Subroto yang sama sekali tak bisa protes.
__ADS_1
Kini dalam hati Mia hanya bisa menangis perih, tidak akan menikmati uang Melinda sebelum anak Melinda lahir dengan sehat dan selamat.