
Mereka berdua sudah syah menjadi pasangan suami istri. Kini tidak ada lagi yang melarang mereka untuk saling berdekatan saling membelai. Termasuk Nenek Suryati.
Kini tugas Nenek Suryati juga sudah selesai dalam memantau mereka dalam berpacaran. Mereka berdua sudah terikat pernikahan yang sakral yang tak boleh di permainkan.
Acara pernikahan sederhana tanpa di rayakan sudah selesai. Malam ini adalah malam pertama bagi mereka. Nampak raut wajah bahagia dikeduanya. Hendri dan Arumi akan pergi ke suatu tempat. Mereka tidak bermalam di rumah Nenek yang kecil yang hanya terdapat satu kamar.
Hendri sangat faham dengan keadaan rumah Arumi. Dengan sigap dan cepat tadi siang dia mencari tempat yang nyaman untuk menikmati malam pertama mereka. Sekaligus untuk berbulan madu selama tiga hari. Hendri memboking kamar hotel mewah di area tempat tinggalnya.
Hendri mengambil cuti selama tiga hari untuk menikmati hari terindahnya bersama Arumi menjadi pengantin baru walau tak banyak orang yang mengetahuinya.
Pernikahannya sengaja ia rahasiakan karena pernikahannya ditentang orang tuanya. Hendri juga merahasiakannya dari teman sekantornya. Jadi tidak ada yang tau kalau Hendri telah menikah selain Salsa, ibunya dan n-enek Suryati dan para saksi terpilih.
Mereka sudah di jemput taksi yang dipesan Hendri lewat jasa online. Arumi sangat terpukau dengan ucapan Hendri yang akan membawanya ke tempat yang indah malam ini. Arumi sudah tidak sabar ingin ke tempat yang dijanjikan seseorang yang sudah syah jadi suaminya beberapa menit yang lalu.
"Selamat ya kalian sudah menjadi pasangan suami istri. Nenek bangga dengan kalian akhirnya kalian mewujudkan keinginan Nenek. Nenek bersyukur sekali masih bisa menyaksikan kamu menikah Arumi. Tapi Nenek tidak bisa memberi apa-apa."
"Nenek hanya bisa mendoakan kalian bahagia menjadi pasangan suami istri. Dan semoga kalian cepat mendapatkan buah dari pernikahan," tutur nenek saat Arumi dan Hendri hendak meninggalkan rumahnya pergi menuju ke hotel mewah.
"Terima kasih Nek sudah membesarkanku sampai aku menikah. Arumi sayang sama Nenek. Arumi belum bisa membalas semua jasa Nenek. Tapi nanti kalau arumi sudah bekerja dan sukses aku akan membuat nenek hidup lebih bahagia." janji Arumi.
"Ya cucuku tersayang nenek bangga sama kamu. Semoga kamu menjadi orang yang sukses seperti apa yang kamu inginkan. Nenek hanya bisa mendoakanmu. Semoga kalian berdua bisa sukses dan bahagia," ucap Nenek.
"Terima kasih nek atas semuanya, Arumi berangkat dulu," Arumi pamit dengan suasana penuh haru karena akan meninggalkan Nenek Suryati sendirian di rumah..
__ADS_1
Hendri juga pamit sama Nenek Suryati. Nenek berpesan pada Hendri untuk menjadi suami yang baik untuk Arumi yang selalu menjaga Arumi, menemani Arumi dan setia sampek mati. Hendri pun mengiyakan pesan Nenek. Dia berjanji akan tetap bersama Arumi apa pun yang terjadi.
Begitu mudah kata itu terucap dari mulut Hendri. Semoga saja Hendri berpegang teguh dengan ucapannya, itu adalah harapan nenek. Mereka berdua sudah masuk ke dalam taksi. Kedua tangan Arumi melambai di jendela kaca pintu mobil. Nenek Suryati pun membalas lambaian tangan Arumi. Taksi pun mulai melaju membelah jalan menuju ke hotel.
Selang beberapa menit saja sudah sampai di hotel. Raut wajah Arumi nampak berbinar-binar terpancar rasa senang dan bahagia saat keluar dari taksi yang di buka pintunya oleh Hendri. Mereka tampak romantis saat berjalan bersama rasa bahagia telah menyelimutinya.
Mereka berdua mulai memasuki hotel yang mewah. Arumi tiada menyangka Hendri benar-benar membawanya ke tempat yang bagus dan mewah.
"Sayang ini kan hotel yang terkenal mewah dan mahal. Kita akan bulan madu di sini?" Tanya Arumi kedua matanya melebar seperti tidak percaya.
"Iya sayang, ini bukti rasa cinta dan sayangku padamu. Aku ingin membuat bulan madu kita terkesan dan tak terlupakan."
"Terima kasih sayang. Aku mencintaimu."
Kecupan hangat Arumi mendarat di pipi kanan Hendri. Hendri masih belum puas dia pun mendekatkan pipi yang kiri minta di kecup lagi sama Arumi. Arumi pun tak ragu lagi ia pun langsung mendaratkan kecupannya dengan mesra. Hendri membalasnya dengan pelukan.
Membuat Arumi tak henti-henti memuji Hendri karena sudah membawanya ke tempat yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hendri benar-benar membuatnya bahagia.
"Aku suka sekali tempat ini Hendri," ucap Arumi sembari pandangannya mengedar ke setiap sudut ruang hotel yang bagus dan mewah.
"Aku menghabiskan semua gajiku untuk memboking tempat ini. Aku senang kamu sangat suka dengan tempat ini."
"Aku sangat suka sayang.... Terima kasih," ucap Arumi memeluk Hendri berlanjut Hendri mengecup kening Arumi dengan Mesra.
"Ada kolamnya juga sayang. Wah rasanya aku ingin berenang. Tapi malam ini dingin banget."
__ADS_1
"Kamu ingin berenang? Ayo kita lakukan bersama," ajak Hendri yang kini berada di belakang Arumi sembari merangkul mesra tubuh Arumi.
"Nggak sayang aku takut kedinginan," pekik Arumi.
"Kenapa harus takut dingin, ada aku yang nanti akan menghangatkanmu."
Tiba-tiba saja Hendri terjun ke kolam renang, membuat Arumi kaget bukan kepalang. Arumi juga terkena percikan air dari kolam saat Hendri nyebur.
"Sayang dingin sekali," keluh Arumi saat kena percikan air kolam.
"Ayo kamu cepat nyebur katanya mau berenang."
"Nggak ah dingin banget airnya," ucap Arumi masih berdiri di kolam dengan baju sedikit basah.
Hendri ingin Arumi ikut berenang bersamanya namun tak kunjung nyebur kolam juga. Hendri mempunyai cara supaya Arumi mau nyebur ke kolam yakni dengan membuatnya basah. Aksinya pun dimulai. Hendri menyiratkan air kolam ke arah Arumi berulang-ulang tiada henti meski Arumi berteriak karena tidak terima dengan sikap Hendri.
Namun karena sudah basah semua akhirnya Arumi ikut nyebur ke kolam juga dan membalas Perbuatan suaminya dengan berbalik menyiratkan air ke arah Hendri. Aksi mereka tampak seru mereka berdua pun terbawa suasana canda dan gembira. Tertawa lepas penuh suka cita.
Hari semakin malam, berlanjut mereka menikmati makan malam istimewa ditemani lilin nan cantik menghiasi setiap sudut ruangan. Membuat suasana malam pertama semakin romantis.
Berlanjut mereka berdua kini sudah diatas ranjang. Mereka berdua akan menikmati malam pertamanya sebagai pengantin baru.
"Kamu sudah siap Arumi?" Bisik Hendri.
"Sudah sayang, kuserahkan jiwa ragaku hanya untukmu," jawab Arumi.
Pergulatan di ranjang pun dimulai dimalam yang sudah mereka nanti-nanti selama ini. Mereka berdua mulai menumpahkan rasa cintanya dikesunyian malam yang menggelora.
__ADS_1
Bersambung.....