Dikhianati Sang Suami

Dikhianati Sang Suami
Bab 70 Kue Cinta Yang Popoler


__ADS_3

"Loh, kok balik lagi Arumi. Ada masalah apa lagi," ucap nenek yang sedang didapur, sekelebat mata melihat Arumi masuk rumah dan membawa kuenya.


"Ada tamu mendadak Nek. Ni orangnya. Katanya mau bekerja sama dengan kita," teriak Arumi yang sudah ikut duduk bergabung lesehan di ruang tamu.


"Bekerja sama?" Nenek sungguh penasaran. Dia pun menuju ruang tamu.


"Siapa dia Arumi?" tanya nenek saat melihat tiga orang duduk bersama Aumi.


"Silahkan duduk dulu nek," ucap Dewi meminta nenek untuk duduk bergabung bersamanya.


"Perkenalkan saya Dewi saya penjual online semua barang yang bisa dijual dengan online." Dewi menjulurkan tangannya memperkenalkan dirinya pada nenek. Berlanjut pada Arumi.


"Terus mau bekerja sama apa sama kami?" tanya Arumi.


"Iya, mau kerja sama apa sama kami?" ucap nenek juga.


"Nenek punya usaha apa?" tanya Dewi pada nenek yang masih belum mengerti maksudnya.


"Membuat kue," ucap nenek.


"Nah itu Nek. Kue buatan Nenek yang akan saya jual online." Dewi menjelaskan.


"Kue Nenek akan dijual online sama kamu," tegas Arumi.


"Iya." Dewi mengangguk-ngangguk.


"Boleh juga tu Nek. Di jual online biasanya banyak peminatnya," imbuh Arumi.


"Begitu ya," ucap nenek.


"Iya Nek. Nenek tinggal bikin kuenya yang banyak dan saya yang memasarkannya lewat online. Saya punya pekanggan banyak lo Nek. Nanti dua asisten saya yang akan memgirim ke para pemesan kue lewat online."


"Benarkah!" ucap Arumi kegirangan.

__ADS_1


"Iya benar," tegas Dewi.


"Itu kerja sama yang bagus Nek. Kue kita akan semakin dikenal banyak orang kalau dijual online. Dan pasti kita akan semakin banyak pesanan dan banyak keuntungannya," jelas Arumi.


"Betul Arumi. Hari ini saja sudah ada seratus orang lebih yang memesan kue buatanmu dan nenekmu," ucap Dewi sembari menunjukan dari layar hand phonenya, banyak orang yang memesan kue yang namanya kue cinta.


"Kue cinta? Apa kamu memberi nama kue itu cinta?" tanya Arumi.


"Iya. Seseorang yang memberi nama kue itu dan mengirimnya padaku dan saat di post banyak orang yang menginkan kue itu. Dan mereka meminta dikirim hari ini."


"Benarkah?" Arumi sungguh tidak menyangka.


"Nek gimana? Kita terima saja kerja sama dengan Dewi?" Arumi memastikan.


"Iya, Nenek menerima kerja sama dengan Dewi."


Terpancar senyum bahagia di wajah Arumi. Dan Dewi pun ikut tersenyum merasakan kebahagiaan Arumi.


Mulai hari ini juga Dewi sudah bisa bekerjasama dengan Arumi karena para pelanggan sudah meminta pesanannya dikirim sekarang.


Arumi tidak jadi membawa kuenya ke kedai-kedai. Kuenya akan dikirimkan pada pemesan kue lewat online yang sudah pasti.


Dua asisten Dewi sudah siap memgirim kue ke para pemesan.


Karena pemesannya banyak. Arumi dan nenek harus ekstra bekerja keras membuat kue Cinta Hari ini.


Arumi dan nenek Suryati sungguh tiada menyangka. Hari ini akan mendapat banyak pesanan kue. Setelah kemarin tidak mendapat hasil apa pun dari kuenya. Malah rugi karena kuenya jatuh dan rusak di jalan.


Kesekon harinya, Dewi mendapat pesan dari Gilang kalau ada pemesan Kue yang lebih banyak dari penggemar Gilang di medsosnya. Belum juga dari medsos milik Dewi sendiri.


Jadi hari ini semakin banyak pesanan kue Cinta buatan nenek dan Arumi dua kali lipat dari yang kemarin.


Arumi dan nenek semakin kualahan membuat kuenya. Hingga nenek meminta bantuan tetangga untuk membuat kue dengan jumlah sangat banyak.

__ADS_1


Hari berganti hari. Arumi dan neneknya semakin sibuk di rumah kontrakannya yang tak begitu lebar. Rumah Arumi dipenuhi banyak kemasan kue yang siap dikirim. Dibantu dua tetangganya yang sudah menjadi pegawai tetapnya.


Kue Arumi yang dipasarkan lewat online oleh Gilang semakin populer. Banyak dari kalangan yang memesannya. Banyak dari kantor dan perusahaan juga memesan kue buatan Arumi dan neneknya untuk acara-acara tertentu.


Dan kue buatan Arumi dan neneknya populer di acara pernikahan. Karena Gilang juga mengenalkan kue itu dalam acara pernikahan adiknya.


Semakin hari semakin bertambah banyak kue yang harus dibuat Arumi, hingga Arumi harus menambah pegawai. Sudah ada lima pegawai di rumahnya.


Dan semakin hari semakin bertambah pula pesanan dari dalam nau pun luar kota. Kue buatan Arumi dan nenek Suryati semakin di kenal diberbagai daerah. Gilang sungguh handal dalam menghandelnya. Gilang memang seorang pengusaha yang handal. Semua usaha yang ia jalankan bisa berjalan sukses dan berkembang.


Untuk membuat kue yang banyak Arumi harus mempunyai tempat yang luas. Tidak seperti rumah kontrakannya yang sempit. Dewi menyarankan untuk pindah ke rumah yang lebih luas untuk usaha kue yang sudah berkembang ini.


Akhirnya Arumi memutuskan pindah rumah. Arumi mengontrak rumah yang lebih besar dan berada di pinggiran jalan raya jadi lebih mudah untuk para pengirim menjangkaunya tidak seperti rumahnya yang dulu di gang sempit sangat susah dijangkau.


Kini jadi semakin lebih baik usaha Arumi yang sudah berjalan dua bulan ini. Arumi tiada henti mengucapkan rasa syukur pada sang pencipta. Ternyata Allah sudah membuka pintu rizkinya untuk merubah keadaannya menjadi lebih baik.


Dari rumah yang sempit yang berada di gang yang susah dijangkau. Kini Arumi dan neneknya juga Arsya putra tercintanya. Bisa tinggal di rumah yang lebih memadai dan nyaman. Dan juga bisa jadi rumah usaha.


Tiga bulan sudah berlalu. Semakin hari keuntungan Arumi semakin banyak dari hasil kuenya yang populer diberbagai kalangan. Dan tabungannya juga sudah lumayan. Arumi ingat dengan cita-citanya yang ingin membelikan rumah untuk neneknya.


Dirasa sekarang sudah punya uang yang banyak, dan sepertinya cukup untuk membeli rumah. Arumi akan membeli rumah untuk nenek, juga dirinya dan Arsya.


Ya, Arumi akan membeli rumah untuk neneknya yang sekarang masih diberi kesehatan dan umur yang panjang. Arumi bersyukur dengan usaha dan kerja kerasnya, akhirnya bisa mencapai cita-citanya.


Arumi meminta bantuan pada Dewi kalau dirinya akan membeli sebuah rumah yang bagus dan juga besar untuk bisa ditinggali dengan nyaman dan juga sekalian untuk usaha kuenya. Itu adalah rumah impiannya. Arumi meminta Dewi membantu mencarikannya.


Dewi pun bersedia membantu Arumi mencari rumah yang sangat diinginkannya itu.


Gilang harus tau tentang hal ini. Dewi pun memberitahu Gilang, kalau Arumi ingin membeli sebuah rumah yang sangat diimpikannya.


Gilang pun dengan penuh semangat akan mencarikan rumah yang bagus dan besar untuk Arumi, putranya dan juga neneknya.


Bagi Gilang semua yang dilakukan tanpa sepengetahuan Arumi adalah bukti ketulusan cintanya pada Arumi. Dengan begitu Gilang sudah merasa bahagia membuat orang yang begitu dicintainya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2