Dikhianati Sang Suami

Dikhianati Sang Suami
Bab 82 Malam Yang Indah


__ADS_3

Gilang dan Arumi tidak ingin berlama lagi menunggu, mereka ingin segera menjadi milik satu sama lain dalam ikatan yang halal yaitu pernikahan. Gilang dan Arumi sudah siap menikah, mereka sudah saling mencintai dan sudah mendapat restu dari orang tua masing-masing


Hari pernikahan untuk mereka pun sudah ditentukan setelah acara lamaran beberapa hari yang lalu.


Nenek Suryati sangat senang melihat Arumi yang akan menikah dengan Gilang yang tinggal menghitung hari. Tiada henti nenek bersyukur, cucu tersayangnya akan menikah dengan orang yang benar-benar mencintai Arumi dan sudah banyak berkorban untuk Arumi.


Widya pun hatinya sudah ayem. Anaknya sudah menemukan jodohnya. Sebelumnya Widya sempat khawatir dengan Gilang yang terlalu tekun bekerja hingga tak memikirkan seorang wanita. Setiap ditanya tentang jodoh Gilang selalu menepisnya tak mau membahasnya. "Nanti jodoh itu akan datang sendiri," ucap Gilang setiap datang pertanyaan dari ibunya tentang pendamping hidupnya.


Dan ternyata hati Gilang sekarang telah terpaut dengan Arumi seorang single parent yang membuat Gilang harus melabuhkan cintanya menjadikan Arumi pelabuhan terakhirnya.


Hari pernikahan sudah tiba. Pernikahan diadakan di rumah pak Subroto.


Nampak senyum merekah tiada henti tersirat dari raut wajah Arumi yang berbalut make up tebal dengan gaun pengantin mewah melekat ditubuhnya menutupi semua auratnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Itu adalah gaun pengantin yang dulu sangat diidamkan Arumi yang akan ia pakai saat peresmian pernikahannya dengan Hendri.


Ternyata gaun pengantin itu tidak dikenakannya bersama dengan Hendri lelaki penghianat. Arumi akan mengenakannya bersama Gilang, orang yang jelas mencintai Arumi dan menerima Arumi apa adanya. Bahkan menaikkan derajat Arumi dari nol menjadi seratus derajat.


Gilang sudah duduk di tempat ijab, berhadapan dengan pak punghulu siap menikahi Arumi. Tak sabar rasanya Gilang menanti kedatangan Arumi disampingnya untuk segera melantunkan kata ijab.


Tak berapa lama Arumi datang dengan paras wajah cantiknya. Membuat Gilang semakin terpana dan pangling kalau itu adalah Arumi calon istrinya yang berubah semakin cantik.


Arumi nampak lebih cantik dengan make up menghiasi wajahnya yang jarang ia pakai dalam kesehariannya.


Gilang semakin membuncah gelora cintanya, jantungnya berdegup kencang seolah tak sabar ingin bercengkerama dengan Arumi orang yang sangat diperjuangkan cintanya selama ini. Gilang tak sabar ingin memiliki Arumi seutuhnya.


Arumi sudah duduk disamping Gilang.

__ADS_1


Acara ijab qabul pun dimulai. Pak penghulu mulai menjabat tangan Gilang.


Gilang tiada nerves sama sekali. Gilang benar-benar sudah siap menikahi Arumi.


Pak penghulu mulai mengucapkan kata yang sakral, dan Gilang nenjawabnya dengan lantang dan lancar tanpa mengulang. Terdengarlah kata sah dari para saksi. Mereka pun sah menjadi pasangan suami istri secara agama dan hukum.


Gilang dan Arumi nampak mengulas senyum kelegaaan. Akhirnya mereka sah menjadi pasangan suami istri.


Doa pun terpanjatkan untuk mereka supaya menjadi pasangan yang bahagia, sakinah mawaddah warrahmah.


"Amiiin," ucap semua yang hadir disitu.


Berlanjut acara penyambutan tamu. Banyak tamu yang hadir di pernikahan Gilang dan Arumi. Gilang seorang pengusaha besar. Tamu yang hadir bukan hanya dari lokal saja, sampai dari manca negara pun menghadiri acara pernikahan Gilang.


Banyak tamu yang juga datang dari keluarga Gilang. Mereka memberi selamat pada Gilang.


Tidak mungkin Melinda dan Hendri mau datang keacara pernikahan Gilang dan Arumi. Sama saja mereka mendatangi api yang bisa membakar hatinya yang memanas menggelora.


Dalam hati Melinda masih ada dendam untuk Gilang dan Arumi yang sekarang membuatnya merasakan penderitaan bertubi. Sedang hamil merasakan kedongkolan di hatinya.


Sementara Hendri mana bisa hatinya menyaksikan orang yang masih bernaung dihatinya menikah dengan orang lain.


Mia sebenarnya ingin hadir diacara pernikahan Arumi yang mewah. Mengingat dirinya suka dengan acara yang mewah lalu memamerkan perhiasannya. Jangankan memamerkan perhiasan. Uang saja sekarang tidak pegang sama sekali. Semua perhiasannya pun habis terjual untuk biaya makan sehari-sehari. Sekarang Mia mengandalkan tabungan Hendri untuk memenuhi semua kebutuhan rumah.


Sedangkan tabungan Hendri kini tinggal sedikit. Tabungan Hendri bukan hanya untuk menanggung semua biaya rumah. Tabungan Hendri dipakai juga untuk mengurus semua kebutuhan Melinda yang tengah hamil.

__ADS_1


Melinda dan Hendri harus bisa menjaga janinnya yang harus terjamin kesehatannya supaya lahir dengan sehat dan selamat. Itu harus ia lakukan demi memenuhi syarat yang diajukan pak Subroto supaya bisa kembali mengelola perusahaan miliknya.


Acara pernikahan sudah selesai. Malam yang sangat ditunggu pun tiba.


Meski seharian menyambut para tamu undangan yang datang memberi selamat, Gilang dan Arumi tidak merasa lelah dihari yang bahagia ini. Apa lagi malam ini akan menjadi malam yang terindah untuknya. Malam yang bisa mengobati kerinduannya selama ini.


"Kamu harus tau sayang, aku sangat bahagia hari ini. Akhirnya perjuanganku selesai. Kini kamu benar-benar ada dalam dekapanku," ucap Gilang sembari memeluk erat tubuh Arumi yang berbaring diatas ranjang bersamanya.


"Aku juga sayang, sangat bahagia. Bisa berada dalam dekapan hangatmu," ucap Arumi sembari mendongak menatap wajah Gilang yang begitu mempesona.


"Kamu sungguh tampan sayang, saat dilihat lebih dekat," ucap Arumi mendongak menatap wajah Gilang penuh cinta sembari membelainya.


"Kamu juga terlihat lebih cantik sayang, saat rambutmu terurai," ucap Gilang sembari menyingkirkan rambut Arumi yang menutupi lehernya.


"Aku mencintaimu sayang," bisik Gilang ditelinga Arumi berlanjut mengecup leher Arumi.


Gairah bercinta Gilang membuncah. Sama dengan Arumi saat merasakan kecupan nakal dari Gilang. Mereka terbawa suasana panas yang menggelora. Hingga kedua bibir saling menyatu. Mereka tengah terbawa arus cinta yang menggelora.


"Aku juga sangat mencintaimu sayang," ucap Arumi melepaskan.


Gilang masih belum puas ia pun melanjutkan mulutnya menjamah bibir ranum istrinya.


Suasana semakin panas, gelora cinta Gilang semakin membuncah. Gilang ingin melakukan lebih dari itu. Akhirnya pergulatan dimalam yang sunyi terjadilah. Gilang dan Arumi menikmati malamnya dengan penuh cinta yang menggelora.


Usai sudah perjuangan Gilang selama ini untuk mendapatkan cinta Arumi. Kini mereka sudah menikmati buah dari hasil perjuangannya, mereka sekarang berada dalam satu ruang yang tiada orang berani menggangunya. Mereka saling mengadu cinta diatas ranjang panas, menikmati malam pengantinnya menjadi pasangan suami istri. Malam yang indah, malam yang panjang untuk menumpahkan rasa cinta yang bergelora selama ini.

__ADS_1


Rasa bahagia yang tiada terkira kini telah menyelimuti hati Gilang dan Arumi.


__ADS_2