Dikhianati Sang Suami

Dikhianati Sang Suami
Bab 61 Babak Belur


__ADS_3

Gilang sudah selesai mengumumkan dirinya kalau sudah punya pasangan. Gilang serius dengan ucapannya tadi. Gilang sudah memilih Arumi sebagai tambatan hatinya. Gilang berharap Arumi menerimanya dengan ketulusan hatinya.


Melihat ekspresi Arumi yang biasa saja tanpa memberontak dan bertanya diatas panggung Gilang yakin Arumi bersedia menjadi pasangan hidupnya.


Arumi dan Gilang sudah turun dari panggung bersamaan dengan Melinda dan Hendri.


Hendri merasa terbakar api cemburu sedari tadi melihat Gilang begitu memperhatikan Arumi dan akan menjadikannya pasangan hidupnya. Hendri ingin mempertanyakan semua pada Arumi. Kenapa dia begitu cepat melupakan dirinya yang di hatinya masih mencintainya.


Hendri pura-pura akan ke toilet. Padahal Hendri akan mengejar Arumi yang dibawa Gilang usai turun dari panggung tadi. Dia pun pamit sama Melinda.


Setelah diizinkan Melinda, Hendri langsung berlari mengejar Arumi yang berjalan sejajar dengan Gilang.


Sudah sampai dibelakang Arumi, Hendri langsung menarik kasar tangan Arumi membawanya menjauh dari Gilang.


Sementara Gilang tidak menyadari kalau Arumi dibawa Hendri begitu saja tanpa sepengetahuanya.


Hendri membawa Arumi menjauh dari para tamu. Lalu mengintimidasinya.


"Arumi! Apa maksud kamu tiba-tiba datang kesini, dan apa hubunganmu dengan Gilang?" tanya Hendri dengan mata serius menatap Arumi.


Arumi membalas tatapan serius Hendri.


"Apa aku tidak boleh datang kepernikahan suamiku yang memang sengaja dirahasiakan. Sepintar apa pun kamu menutupi penghianatanmu Mas. Allah akan menunjukkanya padaku. Karena sikapmu salah. Kamu menghianati istrimu yang benar-benar tulus mencintaimu."


"Kamu sungguh tidak punya hati Mas. Menceraikanku usai melahirkan anakmu demi bisa menikah dengan orang kaya. Kamu jahat, kamu jahat Mas." Arumi memukuli tubuh Hendri sembari berlinang air mata.


"Maafkan aku Arumi. Aku terpaksa melakukannya. Aku melakukannya demi kamu, anak kita dan juga nenek Suryati supaya hidup tentram, sejahtera dan bahagia. Aku hanya ingin melihatmu bahagia," ucap Hendri membela diri.


"Tapi kamu tidak harus menceraikanku Mas. Yang aku butuhkan bahagia hidup bersamamu Mas. Bukan berpisah denganmu. Kamu menghancurkan semua impianku. Kamu tidak kasihan denga Arsya putramu. Kamu membiarkannya tidak punya seorang Ayah." Tangis Arumi semakin pecah.


"Aku tidak bermaksud meninggalkanmu. Jujur aku masih mencintaimu Arumi. Aku terpaksa menikah dengan Melinda, karena terjebak dengan permainanku sendiri dan aku harus terpaksa menceraikanmu atas permintaanya. Maafkan aku," imbuh Hendri sembari duduk tersungkur dihadapan Arumi.


"Berarti kamu lebih memilih dia dari pada diriku Mas. Kamu memang penghianat Mas."


Sebenarnya Melinda sudah mendengar pembicaraan mereka sedari tadi. Dan Melinda mendengar ucapan Hendri dengan jelas, kalau Hendri masih mencintai Arumi.

__ADS_1


Melinda tidak bisa terima. Suara lantang Melinda mengejutkan Hendri.


"Apa kamu bilang tadi Mas Hendri, kamu masih mencintai istrimu? Ingat! Apa kamu ingin kehilangan segalanya termasuk rumah Arumi. Ingat ya Hendri aku bisa melakukan apa saja semauku jika kamu berkhianat padaku," ancam Melinda pada Hendri.


Hendri nampak ketakutan mendengar ucapan Melinda yang tiba-tiba ada di belakangnya.


"Rumahku? Apa maksudnya dengan rumahku Mas?" tanya Arumi penasaran.


Hendri bergeming tak berani menjawab.


"Arumi. Ternyata kamu istrinya Mas Hendri. Ingat ya, sekarang dia sudah menjadi milikku. Walau pun dia masih mencintaimu. Aku tidak akan membiarkan dia kembali padamu. Dia miliku seutuhnya. Terima saja kamu diceraikan suamimu. Toh dia sudah membelikan rumah untukmu dengan uangku?"


Hendri melebarkan kedua matanya mendengar pernyataan Melinda.


"Kenapa memberitahu Arumi?" batin khawatir Hendri.


"Apa Mas? Kamu menggunakan uang istrimu untuk membahagiakanku? Dengan membeli rumah untuku. Dan kamu rela berpisah denganku demi harta. Kamu tidak ada bedanya dengan ibumu. Kamu laki-laki matre."


"Kenapa aku percaya saja denganmu selama ini. Aku sungguh bodoh rela bertahan diatas penderitaan yang ku alami demi mempertahankanmu." Arumi geregetan dengan Hendri.


Hendri tak bisa lagi berkutik, memang jenyataannya seperti itu.


"Sudahlah Arumi. Kamu tinggalkan laki-laki seperti dia. Laki-laki penghianat pantas ditinggalkan Biarkan nanti dia akan mendapat karma." Gilang menenangkan Arumi, lalu mengajaknya beranjak dari hadapan Hendri dan Melinda.


Hendri tidak terima Arumi meninggalkannya begitu saja. Hendri ingin menjelaskannya lebih detil kalau dirinya melakukan semua ini demi dirinya.


"Tunggu penjelasanku dulu Arumi?"


Tak direspon sama Arumi, Hendri pun kembali menarik tangan Arumi dengan kasar hingga membuat tangannya kesakitan.


"Mau menjelaskan apa lagi Mas Hendri? Semua sudah jelas kamu menghianati cinta suci kita. Sulit bagiku untuk percaya padamu."


Arumi mencoba melepaskan tangannya. anamun Hendri engan melepaskannya.


"lepaskan tangannya," teriak Gilang yang tidak terima melihat Arumi diperlakukan kasar oleh Hendri.

__ADS_1


Gilang jadi geram sama Hendri. Dia pun mendekati Hendri. Reflek tonjokan dari tangan Gilang mendarat di pipi Hendri.


Seperti yang dijanjikan Gilang dia ingin membuat Hendri babak belur.


Tidak hanya sekali Gilang menojok pipi Hendri. Berulang-ulang Gilang menonjoknya sampai di mulutnya keluar darah.


Melinda yang melihat suaminya di pukuli oleh kakaknya, dia tidak terima. Dia pun melerainya.


"Kakak kenapa melakukannnya. Kasihan kan Hendri. Dia itu suamiku," tegas Melinda.


"Ini balasan untuk Hendri karena telah menghianati istrinya."


Hendri menatap sinis kearah Gilang seakan protes.


Gilang makin tidak terima. Tiba-tiba tonjokan Gilang melayang di wajah Hendri lagi, sembari berucap:


"Satu lagi untukmu. Supaya kamu tidak kembali berkhianat pada istri barumu," ucap Gilang.


Melinda hanya bisa menyaksikan dengan mulutnya melongo. Melihat Hendri suaminya kembali mendapat tonjokan dari Gilang kakaknya.


Hendri merintih kesakitan.Di mulutnya keluar darah dan banyak terdapat lebam di pipinya.


Melinda tak tega melihat orang yang sangat dicintainya terluka. Dia pun membawa Hendri masuk ke kamarnya. Dan memutuskan tidak akan kembali menemui para tamu undangan.


Setelah menumpahkan semua Amarah dihatinya karena merasa sakit hati diceraikan begitu saja oleh Hendri. Arumi hatinya sekarang sedikit lega.


Gilang juga merasa puas sudah membuat Hendri babak belur tepat dihari pernikahannya.


Arumi mengucapkan banyak terima kasih pada Gilang. Karena dia, Arumi bisa tau jawaban sebenarnya dari suaminya. Arumi bersyukur bisa bertemu dengan Gilang yang sudah membantunya sejak saat pertama kali bertemu dengannya. Hingga saat ini pun Gilang membantunya bahkan melindunginya.


Arumi berasa mempunyai sandaran lagi setelah ditinggalkan Hendri suaminya.


Mungkinkah Allah sudah menjadikan Gilang sebagai pengganti sandaran Arumi yang hilang?


Tidak ada yang dilakukannya lagi disini karena semuanya sudah jelas. Arumi akan pulang saja. Dan tentunya Gilang siap mengantar Arumi untuk pulang.

__ADS_1


Arumi mencoba menolak tawaran Gilang yang mau mengantarnya pulang. Namun Gilang bersi keras ingin tetap mengantar Arumi pulang.


Karena Gilang memaksa Arumi tidak bisa menolak niat baik Gilang.


__ADS_2