
Seketika mendengar teriakan nenek, Arumi dan Gilang saling melepaskan tubuhnya yang tadi saling mendekap.
"Astaghfirullohal adzim," ucap Arumi berulang-ulang dengan perasaan bersalah.
Arumi baru tersadar kalau dirinya sudah melewati batas. Gilang bukanlah muhrimnya. Namun Arumi sudah memeluknya dengan penuh gairah cinta. Semua terjadi karena rindu yang menggelora di hati Arumi yang sekian lama ia pendam sejak merasakan cinta pada Gilang. Dan baru sekarang bisa mencurahkannya.
Sama dengan Gilang yang juga khilaf, hampir mendaratkan bibirnya pada Arumi, karena rasa rindu dan cintanya pada Arumi yang begitu menggelora ingin ia tumpahkan.
Beruntung ada nenek Suryati yang sigap mengingatkan mereka. Jadi mereka tidak larut dalam dosa.
"Akhirnya mereka bersatu. Ternyata mereka berdua sudah saling mencintai, namun baru terungkapkan sekarang. Oh sungguh perjalanan cinta yang penuh ujian dan perjuangan. Dan mereka berhasil melewati itu semua. Aku salut sama mereka Nek," ucap Dewi pada nenek Suryati dengan muka gemasnya melihat Arumi dan Gilang saling melempar senyum kebahagiaan.
"Nenek juga bersyukur ternyata orang yang baik pada Arumi sedari dulu adalah Gilang. Gilang memang tulus kebaikannya. Cintanya juga tulus pada Arumi. Arumi pun sama sangat mencintai Gilang. Semoga cinta mereka bisa bersatu dalam satu ikatan yang halal yaitu menikah. Dan semoga semua berjalan lancar dan baik-baik saja," ucap nenek.
Keinginan nenek Suryati semoga Arumi bisa menikah dengan Gilang tanpa suatu halangan apa pun. Tidak seperti saat dengan Hendri. Sudah tak direstui orang tuanya, dikhianati pula.
Gilang dan Arumi saling tukar pandang sembari tiada henti mengulas senyum kebahagiaannya.
"Aku tidak menyangka Gilang, kalau kamu melakukan semuanya padaku selama ini. Aku kira setelah aku melarangmu untuk tidak menemuiku yang kedua kalinya, kamu sudah putus asa tidak perduli lagi padaku. Ternyata kamu malah melakukan lebih dari itu."
"Aku sungguh salut padamu Gilang. Aku tau semua karena cintamu yang begitu besar padaku. Mulai sekarang aku akan menerima cintamu, karena aku juga sangat mencintaimu," ucap Arumi pada Gilang dengan bersungguh-sungguh.
"Aku senang sekali mendengar ucapanmu yang sangat mencintaiku. Ternyata kamu selama ini mencintaiku Arumi."
"Kamu tau Arumi, selama ini aku dihantui rasa takut, kamu tidak akan pernah membalas cintaku. Tapi rasa itu malah mendorongku terus untuk perduli padamu dan membuatmu bahagia. Dan sekarang aku bahagia sekali, ternyata pengorbananku dan perjuanganku tidak sia-sia. Aku bisa mendapatkan cintamu. Oh sungguh bahagia hatiku saat ini," ucap Gilang.
Tanpa sadar lagi Gilang memeluk Arumi, saking bahagianya.
Gilang lebih gila aksinya, dia menggendong Arumi dalam pelukannya membawanya berjalan memutar.
Nenek tidak bisa lagi mencegah mereka. Nenek hanya bisa geleng kepala sembari mengalihkan pandangan Arsya.
__ADS_1
Sementara Dewi sangat senang melihat tingkah romantis mereka.
"So sweet," teriak Dewi sembari bertepuk tangan.
Saat itu juga Gilang melamar Arumi. Gilang meminta Arumi untuk menjadi pelabuhan terakhirnya.
"Arumi aku sangat mencintaimu, hanya kamu yang bernaung dihatiku. Aku tidak ingin kehilangan kesempatan mencintaimu. Aku ingin hifup bersamamu. Maukah kamu menikah denganku?" ucap Gilang sembari duduk menghadap Arumi dan kedua tangannya memegang erat tangan Arumi.
Arumi sangat terharu rengan ucapan Gilang hingga meneteskan air mata.
Nenek Dan Dewi menyaksikan keharuan Arumi. Mereka ikut meneteskan air matanya juga.
Sembari berisak Arumi menjawab:
"Aku mau menikah dengamu Gilang."
Terpancar senyum renyah diwajah Gilang. Arumi pun ikut tersenyum renyah dengan berlinang air mata. Nenek Suryati dan juga Dewi pun sama tersenyum dengan berlinang air mata.
****
Usia kehamilan Melinda sudah mencapai empat bulan. Dan sampai sekarang kondisi kehamilan Melinda baik-baik saja.
Melinda sangat pandai melindungi dan menjaga kehamilannya dengan rajin minum obat dan membuat suasana hatinya bahagia. Meski Hendri bersikap tidak baik padanya, yang sering marah menghujat Melinda, menyalahkan Melinda.
Hendri sengaja melakukannya supaya Melinda tidak jadi mengandung anaknya, alias keguguran karena kondisi kehamilan Melinda yang lemah. Dengan begitu Hendri bisa meninggalkan Melinda dan kembali pada Arumi seperti keinginannya.
Beruntung Melinda bisa menghadapi itu semua dengan sabar karena dia sangat mencintai Hendri dan tidak ingin Hendri meninggalkannya.
Meski tak bisa melarikan diri dari Melinda saat ini. Suatu saat Hendri akan memberontak dan berharap bisa kembali dengan Arumi dan diterimanya. Karena dari lubuk hati Hendri yang paling dalam, Hendri masih mencintai Arumi. Hanya saja dia sudah salah jalan hingga menyakiti hatinya. Kini hanya sesal yang selalu menyelimuti hati Hendri.
"Meski bergelimang harta, aku tiada merasa bahagia. Tidak bisa hidup bersama orang yang benar-benar aku cintai dan juga buah cintaku bersama Arumi," kata itu yang sering terlontar dari mulut hendri mengiringi rasa sesalnya.
__ADS_1
Melinda Dan Hendri sedang memeriksakan kehamilannya yang menginjak lima bulan.
"Selamat Bu Melinda. Janinnya berkembang dengan baik dan sehat. Sekarang tidak perlu meminum obat itu lagi," ucap pak dokter usai memeriksa.
Setelah dinyatakan sudah sehat dan kuat kehamilan Melinda oleh pak dokter, Melinda sangat senang sekali dan merasa lega. Kini Melinda tidak begitu was-was lagi dengan kondisi kehamilannya.
Tidak dengan Hendri tiada raut bahagia sama sekali, malah kesal hatinya. Karena harapan Hendri janin itu tidak berkembang dan keguguran.
Kedia orang tua Melinda yang mendengar kabar itu sangat bersyukur akhirnya Melinda bisa melewati masa kritis kehamilannya.
Melinda tidak bisa membiarkan momen bahagia ini begitu saja. Dia akan merayakan berita bahagia ini dengan makan malam bersama keluarga kecilnya. Yakni Hendri suaminya, Ayah, ibu dan juga kakaknya yang beberapa bulan ini tak pernah berkunjung ke rumah.
Liliana sangat senang Melinda mau mengundang Gilang untuk datang. Harapan Liliana semoga Gilang datang karena Liliana sangat kangen pada Gilang putra kesayangannya yang sudah lama tak bertemu dengannya.
Liliana segera menghubungi Gilang dan memberitahunnya.
Liliana mengatakan kalau Ada pesta kecil malam ini, yakni makan malam bersama di rumah, untuk merayakan kehamilan Melinda.
Liliana meminta Gilang untuk bisa datang.
Beruntung suasana hati Gilang saat ini tengah bahagia. Jadi dia mengiyakan permintaan ibunya.
Liliana mengingatkan pada Gilang untuk membawa pasangannya yang dulu pernah ia umumkan diatas panggung pernikahan Melinda. Liliana ingin mengenalnya lebih dekat dan juga keluarganya karena saat itu Gilang membawanya pergi tanpa memperkenalkan secara jelas pada keluarganya.
Beruntung Gilang sudah jadian sama Arumi. Gilang pun mengiyakan permintaan ibunya lagi. Gilang akan datang bersama Arumi di perayaan kehamilan Melinda.
"Aku akan membuat kejutan untuk kalian berdua," ucap Gilang dengan senyum menyeringai tertuju pada Hendri dan Melinda.
Liliana sangat senang sekali. Setelah sekian lama tak mau berkunjung ke rumah, entah karena sibuk atau apa. Akhirnya Gilang mau datang ke rumah dan mau membawa calon istrinya.
Liliana dan pak subroto tidak tahu apa sebab Gilang tidak mau berkunjung ke rumahnya karena Gilang sangat muak dengan Melinda dan juga Hendri. Mereka berdua orang munafik hanya menuruti keinginannya saja tanpa merasa bersalah telah menyakiti hati seseorang.
__ADS_1
Sudah saatnya Gilang akan membongkar kebusukan mereka berdua dihadapan kedua orang tuanya.