Dokter Cantik Milik Ceo

Dokter Cantik Milik Ceo
Episode 122


__ADS_3

"Ya.....Allah," Veli duduk di tengah jalanan menatap Aran yang sudah pergi meninggalkannya, ia menangis dan menyesali apa yang sudah terjadi.


TINNNNNN.


Terdengar suara mobil yang hampir menabrak Veli. Pemilik mobil tersebut turun dan melihat siapa wanita yang hampir ia tabrak.


"Veli, kamu ngapain?" tanya wanita tersebut.


"Sasa?" Veli melihat wanita yang hampir menabraknya adalah Sasa.


"Iya, kamu kenapa tengah malam begini ada di sini, kamu duduk di tengah jalanan lagi," kata Sasa


"Sa," Veli dengan cepat bangun dan mendekati Sasa, "Sa, tolong antar aku pulang ya, aku mohon," pinta Veli penuh harap.


"Yaudah....lagian ini juga udah malam, ayo cepat masuk," kata Sasa, sambil mengangguk.


Kini keduanya berada di dalam mobil, dengan Sasa yang mengemudi sementara Veli benar-benar takut saat ini mengingat apa yang barusan terjadi.


"Veli, kamu pulang ke mana? Aku bingung ni?" tanya Sasa sebab Veli sedari tadi hanya diam dalam pandangan kosong, Sasa sangat tau dengan keanehan Veli, akan tetapi ia tak mau bertanya kecuali Veli sendiri lah yang memberi tahu, sebab itu bukan urusannya sama sekali.


"Sa, antar aku ke rumah tuan Bilmar aja ya," jawab Veli dengan ketakutan, ia pun tak yakin Aran ada di sana. Namun ia tak tau mencari Aran ke mana selain kesana.


"Yaudah," Sasa melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sebab ia pun harus cepat sampai di rumah takut Brian memarahinya bila ia terlambat pulang.


Hingga kini Veli turun dari mobil Sasa sebab mereka sudah sampai.


"Sa, makasih ya," kata Veli.

__ADS_1


"Yaudah.....aku langsung balik ya, sampai jumpa besok," kata Sasa lalu pergi meninggalkan Veli di sana.


Mata Veli menatap mobil Aran yang terparkir asal di halaman rumah, kini ia lebih lega karena benar Aran kembali ke rumah itu. Rumah Bilmar dan Anggia. Veli dengan langkah yang cepat masuk bahkan setengah berlari saat menaiki anak tangga.


"Aran tunggu," Veli berusaha menghentikan langkah Aran yang hendak masuk ke kamar, tapi justru Aran dengan cepat menutup dan mengunci pintu kamarnya saat melihat Veli.


TOK TOK TOK.


"Aran, aku mohon buka pintunya," teriak Veli berharap Aran mendengar dan membuka pintu. Namun sayang Aran saat ini sedang tak ingin menemui Veli, tapi ia tak menyerah sama sekali. Ia terus kembali berusaha mengharap Aran mau mendengar penjelasannya.


TOK TOK TOK.


"Aran.....aku mohon, sebentar saja. Setelah itu aku tidak akan mengganggu mu lagi bila kau tak ingin melihat ku lagi," kata Veli lagi.


Aran tak perduli, baginya tak ada yang perlu di jelaskan lagi pula ia kini berpikir untuk bercerai dari Veli sebab ia tak ingin terluka lebih dalam lagi. Awalnya ia menikahi Veli hanya untuk melukai hati Veli, namun belum sampai ia melukai hati Veli justu ia lah yang kini terluka. Aran tak tau entah apa sebabnya yang jelas semua ini terasa sangat menyakitkan, bayangan Veli bersama Farhan terus saja menghapirinya bahkan tak pernah bisa hilang.


Rasanya Aran lebih memilih bertengkar terus tanpa henti dengan Veli, dari pada menyaksikan semua ini. Tak masalah rasanya Veli yang ketus padanya, semua itu hanya membuatnya kesal sesaat bukan terluka lalu berakhir air mata.


Sementara Veli kini duduk di lantai dan bersandar di pintu kamar Aran, ia ingin meminta maaf pada Aran atas kesalahan bodoh yang sudah di perbuatnya. Namun saat ia terdiam duduk Anggia yang mendengar suara Veli berteriak, tentu saja ia penasaran dan menghampiri Veli, dan malah Anggia terkejut melihat Veli menangis duduk di lantai.


"Veli kamu kenapa?" tanya Anggia yang belum tau apa yang terjadi, "Kamu dari tadi ke mana aja?" Anggia terus menghujami Veli dengan pertanyaan sebab ia memang sangat menghawatirkan Veli.


"Anggia, aku salah banget, dan Aran sekarang benci sama aku.....hiks.....hiks..." Veli menangis dan memeluk Anggia dengan cepat.


"Kamu bangun dulu, nanti masuk angin," Anggia menuntun Veli berdiri dan membawanya masuk ke kamar yang biasa di tempati Veli.


Kini keduanya duduk di sisi ranjang, Anggia masih menunggu penjelasan Veli.

__ADS_1


"Anggi, aku salah dan Aran nggak mau maafin aku," tutur Veli.


"Sebenarnya kalian kenapa?" Anggia masih saja bingung Veli pulang di tengah malam lalu sekarang tiba-tiba menangis menyebut nama Aran.


"Aku salah Nggi," dengan berat hati dan susah payah Veli menceritakan apa yang sudah terjadi, di kamar hotel itu dan Aran marah karena itu.


"Kamu tau Vel? Aran dari tadi khawatir banget sama kamu, tapi ternyata kamu sedang bahagia di sana bersama laki-laki," Anggia shock sangat shock dengan penjelasan Veli, sungguh ini di luar pikiran Anggia.


"Aran khawatir?" tanya Veli lagi berharap apa yang Anggia katakan tidak salah.


"Iya, tapi kamu tega banget Vel. Kenapa kamu tega banget, kalian baru satu malam menjadi pasangan suami istri dan sekarang sudah bermasalah begini?" Anggia tak tau harus mengatakan apa, ia tau Veli memang terpaksa menikah dengan Aran begitu juga dengan Aran yang memfitnah Veli agar menikah dengannya. Namun Anggia tak pernah menyangka pernikahan yang mereka jalani akan serumit ini.


"Terus sekarang aku harus apa Ngi? Aku takut kalau Papa tau apa yang udah aku lakuin, aku juga merasa bersalah sama Aran. Anggi bantuin aku buat Aran mau maaf in aku," Veli memegang tanggan Anggia, dan ia sangat berharap Anggia mau membantunya saat ini.


"Aku nggak tau Vel, aku bingung dengan kalian berdua. Sebenarnya kamu punya perasaan nggak sih sama Aran?" tanya Anggia penasaran.


"Aku nggak punya perasaan Ngi, tapi aku salah. Seharusnya aku nggak ngelakuin ini sama dia. Aku memang ingin balas dendam karena apa yang udah dia lakuin ke aku. Tapi ternyata dia lebih baik dari Mas Farhan, dan kalau pun kami berpisah aku ingin kami tetap berteman," tutur Veli.


"Kamu serius mau minta maaf sama Aran?"


"Iya bantuin aku ya Ngi, aku mohon."


"Apa kamu sudah melakukan itu dengan dokter Farha?"


Veli diam menatap wajah Anggia, air mata Veli menetes seketika bersamaan dengan pertanyaan itu di utarakan Anggia. Bibirnya terasa berat untuk mengungkap jawaban yang Anggia tanyakan.


***

__ADS_1


Jangan lupa Vote ya Kakak semuanya, apa kalian mau di lanjut cerita Aran dan Veli atau kita sekarang kembali ke Anggia dan Bilmar?. Jangan lupa Vote biar Author lanjutkan sesuai keinginan Readers baik hati, :).


__ADS_2