
"Akhirnya, lolos juga dari maut," Bilmar bergumam saat berhasil keluar dari kamar Anggia, kini ia duduk di sofa di depan kamar Anggia, takut kalau Anggia terbangun dan menangis.
"Enak ya bro," tiba-tiba Bilmar di kejutkan dengan Aran yang duduk santai di sofa juga.
"Sejak kapan lu di sini, dah kayak setan aja," ketus Bimar.
Aran tidak menjawab ia justu menelpon seseorang, "Pak Amin listriknya nyalakan lagi," perintah Aram yang membuat Bilmar mengerti ternyata dari tadi Aram yang mengerjainnya.
"Brengsek, bocah edan, sepupu nggak ada ahlak lu," kesal Bilmar melempar korek api pada Aran.
Bilmar menghisap rokok dengan dalam meluapkan kekesalannya pada sepupunya itu. Ternyata dari tadi ia di kerjai habis-habisan oleh Aran, pantas saja Bilmar dari tadi bertanya-tanya di rumah mereka ada banyak orang, tapi tidak satu pun yang muncul atau berusaha memperbaiki listrik. Bilmar sebelumnya ingin memperbaiki sendiri tapi Anggia ketakukan jadi Bilmar nurut saja hanya memeluk Anggia duduk di sofa bahkan sampai Anggia tertidur, tapi adik Bilmar yang terbangung merasaman gundukan Anggia yang sangat besar masih jelas terpampang di otak Bilmar.
"Ahahhaha, tapi dari tadi gua liat lu menang banyak," seloroh Aran.
"Jadi dari tadi lu jadi penonton?" kesal Bilmar.
"Ya dong live, ahahaha," Aran melepas tawa yang sedari tadi ia tahan saat Bilmar memeluk Anggia, menjadi pahlawan.
"Sial," umpat Bilmar.
"Lu hebat tadi, jadi pahlawan kemaleman," lagi-lagi Aran dengan bahagia melihat wajah Bilmar yang kini menatap tajam padanya.
"Ya mau gimana lagi, abis gua bingung kalau udah di dekat tu cewek, otak gue rasanya nggak berfungsi lagi," kesal Bilmar mengingat bertapa bodoohnya ia bila behadapan dengan Anggia.
"Tapi lu kan dapat plus-plus bro."
"Plus-plus pala lu, yang ada gue dapet siksaan bego," Bilmar harus mati-matian menahan hasrat karena Anggia memeluknya, apa lagi saat ia tadi menggedong tubuh Anggia, rasanya itu seperti pengantin baru yang akan menunaikan malam penuh madu. Di tambah gaun tidur yang di gunakan Anggia lengkap sudah.
"Tapi ide Mami manjurkan?" tanya Aran sambil menaik turunkan kedua alis matanya.
"Apa lu bilang ide Mami?" Bilmar tidak percaya sang Mami yang kini berjauhan dengannya masih bisa mengerjainya.
"Iya lahh, tadi pas gue anter Mami," Kata Aran.
Flashback on.
"Ran nanti malam kamu padamin listrik di rumah Bilmar ya," kata Ratih yang duduk di samping Aran.
__ADS_1
"Buat apa Mi?" Aran bingung tentunya, ia tau Ratih sangat suka jail. Tapi apa ia kali ini ia juga memerintahkan dirinya untuk menjaili Bilmar.
"Buat Bilmar sama Anggia biar dekat, mana tau Anggia nyaman terus nanti bisa gampang Mami rayu si Anggia buat nikah sama Bilmar," kata Ratih tersenyum bahagia, saat membayangkan Anggia menjadi menantunya dan ia akan mendapat cucu juga.
"Anggia belum sahkan Mi, cerai sama Brian?"
"Ya kan nanti pas udah sah dong Ran," kata Ratih.
"Ya Mi, beres nanti Aran lakuin perintah Mami," Aran tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Bilmar saat ia tahu di kejai habis-habisan olehnya karena ide sang Mami.
"Siip, nanti kabarin Mami kalau udah berhasil."
"Ahsiapp Mami," Aran memberi hormat pada Rarih karena nanti akan menjalankan misi mereka.
Flashback off.
"Ahahhahaha," Aran memegang perutnya melihat reaksi Bilmar saat ia menceritakan bagaimana rencana mereka susun.
"Awas tuh nyonyah Ratih, kalau anak gue lahir dia nggak gue kasih pegang."
Aran mengingat bagaiman Vano ingin tidur bersama Zie atau bermain sehari saja bersama Zie, sampai sekarang saja Vano bisa di hitung menggunakan jari berapa kali ia tidur dengan Zie. Itu pun karena ada suatu hal yang membuat Sinta tidak bisa, seperti Sinta sakit atau Opa Hardy yang sakit.
"Ck, kesel gue nggak pernah menang tau nggak berurusan sama emak-emak," kata Bilmar.
"Alah lu sama Anggia aja takut," goda Aran.
"Lu mah jomblo nggak tau rasanya jatuh cinta," kesal Bilmar.
"Lu bilang gue jomblo?"
"Emang!" ketus Bilmar.
"Emang elu punya cewek?" Aran melempar Bilmar dengan korek.
"Nggak juga ya, gue dah putus sama semua cewek gue. Karena ada Anggia." kata Bilmar.
Bilmar mengingat saat pertaman kali ia berkenalan dengan Anggia, malamnya kelima pacarnya langsung ia putuskan karena Anggia mampu membuatnya ingin setia pada satu wanita.
__ADS_1
"Lu belum nikah aja udah mau punya anak, nekat bener lu."
"Rejeki Ran, anak soleh dapat rejeki." Bilmar tersenyum sungguh ia tidak pernah membayangkan karena satu dosa di malam itu kini ia akan memiliki anak.
"Hebat lu," Aran memberi jempol pada Bilmar.
"Ah tapi makasih ya Ran," kata Bilmar.
"Buat apa?"
"Gara-gara lu gue jadi pahlawan buat Anggia, walau pun pahlawan kemalaman, nggak papa lah," Bilmar tersenyum bukan hanya karena Anggia memeluknya, tapi karena ia bisa memegang perut buncit Anggia. Akhirnya keinginanya untuk memegan anak-anaknya dari luar perut Anggia bisa terkabulkan.
"Tadi lu marah, sekarang bilang makasih setelah dapet bonus pegang-pegang Anggia."
"Ahahhahah, lu mau aja di suruh sama nyonyah Ratih," Bilmar terkekeh mengingingat kelebihan sang Mami yang punya banyak ide untuk mengerjai dirinya.
Bilmar ingat dulu saat ia pergi ke pesta resepsi Vano dan Keyla. Saat itu bahkan Rarih meminta dirinya memeluk Ziva untuk di fhoto, bahkan berdansa bersama Ziva yang paling parah Ratih meminta Bilmar segera menikah dengan Ziva di hadapan Vano.
"Kata Mami, gue mau di jodohin sama dokter canti jadi gue mau aja," ya, yang menjadi bayaran untuk Aran adalah Ratih akan menjodohkannya Aran dengan seorang dokter cantik, Aran yang jomblo mulai bersemangat tentunya.
"Mami nyogok lu!"
"Bukan nyogok ooon, tapi bayar," kesal Aran.
"Sama aja bego," kesal Bilmar.
Lihat saja kekonyolan Ratih ternyata Aran juga di bayar dengan seorang wanita bahkan seorang dokter, Bilmar berpikir apa yang di maksud Ratih dokter Veli. Bilmar tersenyum mengingat wajah dokter Veli, Anggia lembut kalem terus manja cuman karena Anggia masih mengagapnya orang lain jadi Anggia tetap bertingkah biasa saja pada Bilmar, tapi Bilmar tahu dan bisa menebak jika Anggia wanita manja seperti yang di inginkannya.
Tapi Veli? Bilmar tersenyum menatap Aran sudah di bayangkan kalau keduanya bergabung pasti terjadi perang dunia, Aran yang ingin punya cewek manja. Tapi malah dapat cewek setomboy Veli bisa jadi Aran selalu di beri bogem mentah sebelum dikasih jatah.
"Ahahhahahah," Bilmar tertawa lepas.
"Lu udah gila ya," Aran malah merinding dengan tertawa Bilmar yang tanpa sebab itu.
****
VOTE DONG JANGAN LUPA.
__ADS_1