Dokter Cantik Milik Ceo

Dokter Cantik Milik Ceo
Episode 127


__ADS_3

"Kenapa malah menatap ku seperti itu?" tanya Veli merasa ngeri dengan pandangan Aran.


"Katanya mau cerai?" tanya Aran yang kini berdiri saling berhadapan dengan Veli.


"Ya terus apa lagi!" ujar Veli kesal.


Aran tersenyum lega saat tau jika Veli tak melakukan apa-apa dengan Farhan, hingga ia mengurungkan niatnya untuk bercerai.


"Apa kau sudah gila....." Veli semakin bergidik ngeri karena Aran tersenyum tak jelas, bahkan Veli merasa tak ada yang lucu.


"Berhenti berbicara kasar pada suami mu!"


"Sebentar lagi jadi mantan kan?" tanya Veli menatap Aran penuh tanya.


Aran mengakat sebelah alisnya melihat istrinya yang terlihat sangat menggemaskan di matanya.


"Apa kau yakin mau bercerai?" Aran bertanya karena ingin memastikan apakah ucapan Veli benar.


"Memangnya kenapa? Bukannya Mas juga mau menceraikan aku, kenapa sekarang malah begini? Apa Mas pikir aku takut kehilangan suami seperti Mas?" Veli tak mau mengalah sebab ia masih merasa Aran tak menghargainya sama sekali, yang ada hanya memaksa tanpa perduli perasaannya.


"Apa kau siap menjadi janda?" Aran tak henti-hentinya bertanya, sementara Veli diam sambil mencerna ucapan Aran. Ia baru sadar setelah di cerai Aran statusnya bukan lagi gadis, tapi berubah menjadi janda, "Kenapa diam my wife?" Aran melambaikan tangannya di depan wajah Veli.


"Ish.....kalau pun aku jadi janda tidak akan ada yang tau! Kita menikah hanya nikah siri dan orang di luar sana tak akan ada yang berpikir aku janda!"

__ADS_1


"Siapa bilang? Besok buku nikah kita sudah siap dan besok akan ada berita pernikahan kita di media," jawab Aran lagi dengan santai, "Begini saja sepertinya itu terlalu menyakitkan bukan? dua hari menikah sudah jadi janda?" kata Aran lagi mencoba memanasi Veli, sebab ia memang sudah tak marah lagi setelah mendengar penjelasan sang istri. Namun ia menutupi semua itu hanya karena gengsi dan belum menyadari rasa takut kehilangan Veli, mungkin saja sudah ada benih-benih cinta di sana.


"Ck......mau cerai, ya....cerai aja. Kenapa harus di buat rumit. Terus ngapain di sebarin ke luar sana kalau kita udah nikah? Sekalian buku nikahnya batalin aja. Ngapain coba di urus segala!" kesal Veli sebab ia tak mau di sebut janda setelah nanti di ceraikan Aran, lagi pula ia masih wanita yang suci pikirnya.


"Itu sebabnya aku kasihan dengan mu, kau akan jadi janda tapi masih belum di sentuh kan? Kalau kau mau cerai berikan dulu hak ku sebagai suami mu!," jelas Aran selangkah demi selangkah mendekati Veli dengan pandangan yang intens.


"Mas...." Veli kembali berjalan mundur dengan ketakutan sebab kini tatapan Aran padanya terlihat berbeda, dan Veli tau itu tatapan apa, "Mas mau apa? Mundur!" teriak Veli.


Aran menarik tangan Veli menuju kamar dan menghempaskannya di ranjang.


BUUUK.


"Au," Veli shock saat Aran melemparnya keranjang, "Mas.....kau mau apa?" tanya Veli dengan cepat karena Aran kini sudah menindihnya.


"Aku tidak mau.....lepas!" Veli meronta-ronta minta di lepaskan tapi tenaga Veli sama sekali tak berdampak apa-apa pada Aran.


"Diam, bukankah kau istri ku? Dan aku bebas melakukan apa saja termasuk mengambil hak ku," jawab Aran menatap tajam Veli.


"Hiks.....hiks.....hiks," Veli menangis dan pasrah, keringat dingin sudah membanjiri tubuhnya. Bahkan tubuh munggil itu terlihat gemetaran karena ketakutan, "Aku memang tidak berharga Mas, aku memang wanita yang tak pantas di hargai. Kau bebas menginjak-injak harga diri ku! Ayo lakukan kalau itu membuat mu bahagia, mungkin kau belum puas selama ini sudah membuat aku tersakiti. Ayo lakukan Mas kau bebas melakukan apa pun, apa pun Mas. Setelah kau puas kau boleh ceraikan aku dan menghempaskan ku, kalau kau ingin membunuh ku pun aku tidak apa Mas asal kau bahagia. Aku memang di ciptakan untuk kau sakiti," ujar Veli dengan pasrah dan sesegukan yang terus menghiasi bibirnya, bahkan ia sudah tak melakukan perlawanan lagi di bawah kungkungan Aran.


DEEG.


Ucapan Veli bagaikan petir yang menggelegar, rasanya dada Aran begitu sesak saat kata-kata itu keluar dari bibir wanita yang ada di bawah kungkungannya itu, perlahan matanya menatap Veli yang menangis dengan air mata tanpa hentinya.

__ADS_1


"Ayo cepat lakukan Mas, aku mendengar ucapan mu saat malam pernikahan itu kalau kau hanya ingin membuat ku menyesal. Setelah itu kau akan menceraikan aku, kau akan membuat ku mengemis cinta mu," tandas Veli lagi.


FLASH BACK.


Sebelum akad nikah antara dirinya dan Aran di lakukan, kedua orang tuanya dan keluarga Rianda berbicara terlebih dahulu tanpa melibatkan dirinya. Hingga ia tak tau apa yang mereka bicarakan, Veli yang masih di kamarnya merasa haus karena ia belum berbuka puasa sama sekali padahal waktu berbuka puasa sudah lewat.


"Udahlah terserah aja gimana nantinya, sekarang aku haus banget aku nggak mau mati konyol karena ini," gumam Veli sambil memutar gagang pintu untuk keluar dari kamarnya berniat pergi menuju dapur.


Namun sayang saat ia membuka pintu kamarnya terlihat Aran dan Bilmar ada di depan kamarnya, keduanya terlihat berbicara dengan serius. Veli yakin kedua pria itu tak tau jika kini mereka sedang berbicara tepat di depan kamar Veli. Veli merasa penasaran dengan apa yang kini tengah mereka bicarakan, hingga samar-samar Veli mulai mendengar apa yang mereka bicarakan ternyata tentang dirinya. Veli cukup tertarik untuk menguping hingga ia lupa akan niatnya yang ingin menuju dapur.


"Lu yakin mau nikahin Veli?" tanya Bilmar.


"Ya, abis dia gue nikahin. Gw bikin dia cinta sama gw, terus gw tinggalin biar dia nyesel karena selama ini udah berani remehin gw. Terus dia nyari gw dan memohon di kasihani buat gw cintai, seru banget tu, itu gw tunggu-tunggu banget tau nggak!" ucap Aran dengan bangganya karena sebentar lagi tujuannya akan segera berhasil.


Veli yang sudah setengah membuka pintu kamarnya langsung menutup kembali, ia bersandar di daun pintu perlahan tubuhnya merosot ke lantai dan terduduk di sana. Air matanya kembali menetes, dengan tertunduk ia sadar ternyata Aran menjebaknya hanya untuk membuatnya terluka.


Sejak ucapan Aran saat itu ia mulai merasa tertekan, bahkan sampai jatuh pingsan saat ia selesai menikah dengan Aran. Veli tak mau masuk dalam jebakan yang di buat Aran, hingga ia benar-benar menjaga hatinya untuk tidak jatuh hati pada Aran. Dan di otaknya hanya ada bagaimana cara berpisah dari Aran, dan jangan sampai ia jatuh cinta pada Aran.


FLASH BACK OF.


**


Jangan lupa VOTE ya Kakak semuanya, sama like, terus bintang lima nya makasih. :).

__ADS_1


__ADS_2