
Sonya akhirnya keluar dari kamar Alif karena Alif sudah tertidur pulas. Sonya melihat tante Soja dan Shinta yang masih di ruang tamu.
"Maaf saya permisi." Sonya melewati mereka tapi dicegah oleh tante Soja
"Tunggu" tante Soja yang masih santai dengan duduknya
Lalu Sonya menghadap kearah tante Soja dan Shinta dengan tatapan penuh tanda tanya
"Kemarilah Sonya!" Panggilnya
"iyaa" Lalu Sonya duduk di sofanya dengan santai meski aslinya dirinya gemetar
"Apakah kamu menyayangi Alif?"
"Iya Sonya sayang banget sama Alif nyonya."
"Panggil saja tante tidak perlu panggil nyonya."
"Tapi.."
"Sonya tante tidak suka di bantah!" tegas Tante Soja.
"Baik tante Soja." akhirnya Sonya mengatakannya
"Oh ya kak,panggil aku juga adik Shinta atau Shinta aja. Oke!" pinta Shinta
"Baik Shinta."
"Nah gitu calon kakak ipar"
"kakak ipar?" Sonya terkejut atas perkataan Shinta barusan.
"Upss... hehehe" Canda Shinta yang humoris
"Sonya jangan hiraukan Shinta dia memang seperti itu. Suka ngawur kalau ngomong."
"Yee bunda kan bener" Shinta sedikit kesal dengan ucapan bundanya
__ADS_1
"Iya biar bunda aja yang ngomong,kamu diam saja atau nggak kamu aku nikahin saja!"
"Jangan bun,aku masih kuliah." rengek Shinta
"Makannya diam"
Akhirnya dengan berat hati diam tanpa menyela perkataan bundanya dengan Sonya.
"Sonya apakah kamu mau menikah dengan Alez?"
Gubrakk
Menikah dengan Alez? ah mana mau Alez menikah denganku. Selama ini dia dingin denganku ya kadang perduli tapi entahlah sikapnya tidak bisa di tebak.Tapi perasaan ini ah enggak enggak! Batin Sonya
"Sonya Sonya" panggil bunda menyadarlan lamunan Sonya
"Iyaa tante." Sonya menyadarkan lamunannya yang hanyut dalam pikirannya
"Bagaimana?" Tanya tante Soja kembali
"Maaf tante Sonya tidak bisa menjawab sekarang."
"Jujur tante Sonya belum siap pisah dengan Alif,Sonya sudah nganggap alif anak kandung Sonya sendiri tante."
"Tapi. Tapi Alez belum tentu mau sama Sonya tante."
"Sonya jadi kamu tadi memikirkannya itu."
Sonya hanya tersenyum atas tanggapan Tante Soja.
"Tante yang akan membujuk Alez."
"Tak perlu tante, Sonya tidak mau ada terpaksaan di antara Sonya dengan tuan Alez."
"Kalau demi Alif aku akan menikahimu!" Kata Alez yang menghampiri mereka diruang tamu dengan gagahnya kedua tangannya di masukkan di saku celananya.
Sonya pun terkejut atas kedatangan Alez dan perkataannya dia barusan
__ADS_1
Lalu Alez duduk di sofanya berhadapan dengan Sonya,Alez menatap Sonya begitu serius sehingga membuat Sonya menjadi tidak berkutik. Alez pun tersenyum tipis melihat epkresi Sonya.
"Sonya bagaimana kamu mau menikah denganku? Ya selama ini kamu yang mengurus Alif,bagi Alif kamu semangat hidupnya. Dan aku lihat kamu tidak sanggup kehilangan Alif bukan?" Tanya Alez
"Tapi tuan pernikahan itu bukan permainan belaka. Aku ingin memiliki keluarga yang bahagia."
"Ya kalau kamu bisa membuatku jatuh cinta, bisa aku pertimbangkan. Bagaimana?"
"Alez! Bukan dipertimbangkan kamu harus berusaha mencintai bukan dia yang harus membuat kamu jatuh cinta." Tegas tante Soja
"Baik tuan. Saya bersedia!" spontan Sonya mengataknnya.
Entah kenapa Alez tersenyum puas atas jawaban Sonya.
γBersambung.....
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author. Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih. π