
4 jam - 5 jam
Dokter yang memeriksa Alif pun akhirnya keluar. Dengan wajah yang tidak bisa di prediksikan.
Orang orang yang ada di tempat duduk samping ruang ICU berdiri menghampiri dokter yang baru keluar itu.
"Gimana dengan Alif dok?" Tanya Alez kepada dokter tersebut yang masih dengan baju medisnya.
"Pendarahan di otaknya cukup banyak sehingga membuat penurunan kesadaran."
"Lalu dok?"
"Maksudnya apa dok?Alif baik baik saja kan dok!" Sahut Sonya tak kalah khawatirnya menatap dokter di depannya itu.
"Alif koma tuan,nyonya! Hanya alat alat yang menempel di tubuhnya bisa membantunya bertahan hidup. "
"Nggak mungkin dok anak saya kuat dok!" Sangkal Sonya
"Mas,Alif kuat mas Alif bakalan bersama kita mas." Sonya menangis menolak atas pernyataan dokter barusan,Sonya menyangkalnya mood ibu hamil mengaduk-ngadukan perasaannya, khawatir, kehilangan, bersalah, semua yang di rasakan Sonya.
"Sonya sayang,iya Alif kuat iya!" Bunda Soja menenangkan Sonya keadaannya membuatnya serba salah meski bukan kesalahan Sonya.
"Hanya kiriman doa kalian yang bisa membantu menyelamatkan Alif. Semoga Alif bisa melewati masa kritisnya,kami sebagai tim medis akan melakukan perawatan yang terbaik." Titah dokter cantik yang berkacamata itu.
__ADS_1
"Iya dok lakukan yang terbaik berapapun biayanya saya akan bayar dok yang penting selamatkan putra kami dok! Saya mohon." kata Alez
"Baik tuan. Sampai Alif belum sadarkan diri Alif tetap di tempatkan di ruang ICU dan belum bisa di pindahkan keruang kamar VIP. Itu membuat keluarganya tidak boleh masuk sebelum kondisinya mulai stabil kalian bisa melihat melalui kaca sebelah situ setelah tirai kami buka dan setelah kami selesai tindakannya." jelas dokter tersebut menunjuk dinding kaca besar transparan yang tembus dalam ruang ICU dari luar kaca.
"Tapi dok aku ingin bertemu Alif dok hiks hikss. " Sonya menangis karena ingin memeluk Alif melihat Alif dengan mata kepalanya sendiri kalau Alif itu baik baik saja.
"Sayang tenanglah. Kita bisa melihat melalui kaca sayang biarkan Alif melewati masa kritisnya." jelas Alez
"Nggak mas aku ingin ketemu Alif,Alif ini salah mamah." kondisi Sonya yang kacau. Ingin masuk pun tidak bisa karena orang orang sekitar melarangnya.
Sonya meski bukan ibu kandungannya,tapi Sonya amat menyayangi Alif sebagai putranya. Sonya tidak sanggup kehilangan Alif rasanya sakit di hati,dada Sonya merasa sesak melihat Alif terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit. Selama ini Alif lah yang menemani Sonya begitu juga Alif, Sonya yang selalu ada, Sonya yang menjaganya, Sonya yang mengurusnya, Sonya yang menemaninya ketika ibu kandungnya meninggalkan dulu. Sehingga timbulah kasih sayang yang tulus kepada sang anak begitu juga sebaliknya.
Pandangan Sonya sudah mulai kabur,suara sekitarnya sudah menjadi mendengung semakin lama suara menghilang. Matanya merasa berat dan akhirnya gelap.
"Kakak ipar Sonya!"
"Sayangg"
Teriak teriakan orang orang sekitarnya,untung saja Alez menangkap tubuh Sonya yang sudah tidak seimbang lagi.
Badannya sudah lemah pucat,dari pagi Sonya belum makan sama sekali hanya saja minum susu hamil itu aja tidak habis keburu tadi pagi segera untuk berolah raga bersama dengan Alez dan Alif putra kesayangannya.
》Bersambung.....
__ADS_1
____________________________________________
Yang naruh bawang disini siapa? Author gak tega. mewek dikit nulisnya😭 bayangin aja dah kalian di posisi Sonya😭. Like komentar jangan lupa yaaakkk😢vote yang kenceng😭
____________________________________________
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. 🤗
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
✔VOTE 🎖️
✔LIKE 👍
✔KOMENTAR 💬
✔FAVORIT ❤
✔TIP⭐
✔RATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
❌DiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.🙅♀️
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya💝!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. 🙏