
"Aku cuma mau menanyakan saja." Kata Alez beralih duduk disofa dekat tempat tidurnya
"Menanyakan soal apa?" Tanya Sonya yang masih berdiri dekat pintu kamar Alez
"Apakah Alif masih memanggilmu mama?"
"Apa! Yaelah tak kirain nanyain apa, kenapa menanyakannya disini sih gak di meja makan tadi menyebalkan. Bikin bulu kudusku merinding saja di kamarnya lagi." Batin Sonya yang hanyut dalam pikirannya.
"Iya masih tuan. Itu tidak ada masalah untuk anak kecil bukan?"
"Tidak ada masalah? ada masalahnya yaitu di aku"
"Maksud tuan apa? saya tidak mengerti."
"Kamu polos atau bodoh apa memang bodoh sekali!" Ekpresi Alez begitu berbeda lebih kesal dari sebelumnya
"Kalau terus sampai memanggilmu mama dia bisa ngiranya kamu adalah mama nya Alif dan kamu tau sendiri kamu bukan mama nya Alif!" Jelas Alez
Tertegun Sonya memikirkannya benar adanya kalau Sonya hanya pengurus Alif saja.
"Tenang saja tuan kalau tidak nanti perlahan lahan saya akan menghindari Alif atau tidak ketika Alif tumbuh dewasa saya akan mengatakan yang sebenarnya."
"Tidak semudah itu Sonya!"
"Lalu bagaimana? hmm" Sonya memikirkan sesuatu didalam pikirannya
"Yasudah saya akan menjadi mama nya."
"Maksud kamu apa Sonya?"
"Iya biarkan Alif menganggap saya mamanya saya tidak kebaratan,dari pada Alif tidak punya mama. Apa tuan tidak kasian dengannya. Kan kita bisa berpura pura didepan Alif"
Alez pun diam sejenak apa yang dikatakan Sonya benar adanya.
__ADS_1
"Tapi aku tidak tertarik padamu!" kata pedas dari mulus Alez
"Sialan berani beraninya dia berkata seperti itu,sabar Sonya sabar,buat dia jatuh cinta padamu biar tidak lagi mengatakan yang sakit untuk didengar." batin Sonya dengan wajah kesalnya
"Oh itu tidak masalah tuan, yang terpenting adalah Alif." Sonya tersenyum yang di buat buatnya
"Serah saja! Lain kali kita bahas aku mau tidur dulu. Kamu keluar dari kamarku." Usir Alez kepada Sonya masih berdiri di situ
"hm Alez sialan tau gitu tadi gak usah kesini menyebalkan." batin Sonya pindah ekpresi dengan senyum palsunya.
"Baik tuan saya permisi." Sonya pun keluar dari kamar Alez dengan wajah yang tidak bisa di prediksikan
Alez yang masih didalam kamar hanya tersenyum kecil,dari tadi Alez sudah amat mengamati wajah Sonya berubah ubah. Entalah Alez senang mengerjain Sonya hari ini.
Hari berganti minggu,
Minggu berganti bulan,
Bulan berganti tahun.
"Selamat ulang tahun sayang.. Kamu sudah berumur lima tahun udah besar ganteng lagi"
"Makasih mamah. Aku sayang mamah"
Alifpun memeluk Sonya yang berjongkok menangkap pelukan Alif dalam dekapannya.
Pesta kecil kecilan dirumah Alez untuk merayakan hari ulang tahun Alif begitu meriah.
"Alif putra papa"
Alez pun mendekat kearah Alif dan Sonya sedang berpelukan.
"Papah terimakasih ya pesta ini sungguh membuatku senang."
__ADS_1
Alez pun mendekat kearah Alif dengan gembira
"Alif suka?"
"Suka pah" Alif memeluk Alez dengan lembutnya
"Pah apa nenek akan datang?"
"Alif sayangg cucu nenek" nenek Soja menghampirinya
"Nenek,tante." Alif pun sangat bahagia atas kehadiran nenek Soja dan tante Sinta.
γBersambung.....
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk authorπ. Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih. π