Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
BAB 79 Batter nyawa


__ADS_3

Akhirnya sampailah di suatu tempat,Alez buru buru keluar dari mobil begitu juga Tam mengikutinya.


Di Gedung Tua


Ternyata mereka membawa Sonya dan Shinta di gedung tua tidak keurus,akhirnya mereka berpencar dua arah, Alez ke arah kiri dan Tam ke arah kanan karena tepatnya mereka di bawah gedung dan mereka harus menaiki tangga ternyata gedung itu amat tinggi beberapa lantai.


Alez masih melacak Sonya tepatnya di mana sambil menaiki tangga,begitu juga Tam menaiki tangga mereka mencari setiap sudut lantai 2 ,3 , 4 , 5 dan seterusnya sampailah lantai ke 7 Tam harus melawan anak buah dari seseorang itu. Tam melawan 1 banding 4 akhirnya terjadi pertarungan Tam dengan 4 buah tersebut.


Sedangkan Sonya dan Shinta terikat dengan kursi,tangan diikat kebelakang,kaki juga di ikat di kaki kursinya dan mulut di lasban hitam. Sama Shinta juga di ikat seperti itu.


Sonya sadar lebih dulu dari obat bius karena waktu penculikan tadi Sonya dan Shinta di beri saput tangan menutupi mulutnya sehingga terhirup di hidung mereka yang sudah di kasih sesuatu sehingga membuat mereka tidak sadarkan diri. Sedangkan Shinta masih pingsan.


Di atas gedung hanya ada Sonya,Shinta,wanita itu dan juga satu anak buahnya. Anak buah yang lain menjaga di bawah gedung yang terpencar.


"Hay wanita cantik!" panggil wanita tersebut kepada Sonya yang sudah sadarkan diri.


"...." Sonya hanya memberontak kecil yang kondisinya terikat dan mulutnya tertutup plester.


"Tidak heran semua bilang kamu cantik dan suamimu tampan ya ya ya pantas bukan di kagumi banyak orang keserasian kalian sehingga membuat orang iri melihatnya!" basa basi wanita itu


"Sedangkan anakku! Iya anakku harus menderita hai wanita sialan!" Wanita itu mengarahkan pisaunya kearah leher Sonya dan membuat Sonya tidak berkutik yang hanya mengerutkan kedua alisnya.


"Gara-gara kamu anak ku harus menderita,gagal karier,dan masuk penjara pada akhirnya anakku harus masuk ke rumah sakit jiwa dan melakukan rehabilitasi, gara gara kamu anakku harus gila ingin bunuh diri sehingga percobaan bunuh dirinya kemarin membuatnya nyawanya hampir melayang! Dia sangat terobsesi dengan Alez dan harus terpisah dengan Alif semua itu karenamu,dengar itu!" kata keras muram wanita tersebut.


"Iya kamu dan anak dalam kandunganmu juga harus merasakannya apa yang di rasakan oleh anakku,Muna selama ini!" Kata wanita paruh baya itu mengarahkan pisaunya di perut Sonya.


"Aku akan membantumu agar tidak menangung berat dalam perutmu kasian bukan!" Pisaunya menaik turunkan kearah perut Sonya karena arahan tangan wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


Sonya hanya menggeleng-gelengkan kepala dan gemetar. Diiringi tangis yang mewakili kekhawatiran pada dirinya.


Alez masih fokus menaiki tangga sampailah lantai ke 10 yang paling atas sendiri. Alez melihat Sonya dan Shinta terikat,ia melihat wanita paruh baya itu ternyata Alez mengenali wanita tersebut lalu Alez menghampirinya tetapi di cegah oleh anak buah 1 yang disana.


"Jangan mendekat!" wanita paruh baya itu mengarahkan pisaunya kearah Sonya. Alez tidak bisa berkutik sehingga rasanya lemah harus kehilangan wanita yang di cintainya.


Bug


(Pukulan anak buah itu di pundak kiri Alez sehingga membuat Alez berlutut.)


"Jangan sakiti istriku!" kata Alez


"Terlambat!"


"Semua itu karenamu Alez! Membuat Muna anakku menderita, wanita ini harus merasakannya juga!" kata murka wanita paruh baya itu


"Hahaha tidak! Lebih baik Sonya mati dan aku tidak sanggup melihat anakku yang menderita sendirian!" sahut wanita paruh baya itu.


"Jangan sakiti istriku aku mohon!" bujuk Alez


"Baik aku tidak akan menyakiti istrimu asal kamu yang harus menggantikannya!" kata wanita paruh baya tersebut.


"Aku akan melakukan apapun itu tapi jangan lakukan dengan istriku ku mohon lepaskan istriku!" mohon Alez dengan sendu.


"Suami yang baik,baiklah kamu harus menggantikan posisi nyawanya. Kalau Muna tidak bisa memilikimu, Sonya juga tidak bisa memilikimu selama hidupnya!" kata ibu Maria adalah ibu kandung Muna.


"Baik, asalkan setelah itu lepaskan istriku!" kata Alez dengan berat hati.

__ADS_1


Ibu Maria melemparkan pisaunya kearah Alez tepat di depannya Alez hanya melihat pisau di depannya lalu Alez meraih pisau yang terlempar di tanah dan Alez menggenggamnya di arahkan pisaunya di dadanya sendiri.


"Lakukan! kata ibu Maria dengan serius sedangkan Ibu Maria punya pisau cadangan yang masih mengarahkan pisaunya di leher Sonya sebagai ancaman kalau Alez berani berbohong.


Sonya hanya memberontak menggelengkan kepalanya saja. Apa lagi Sonya tidak sanggup kehilangan Alez untuk selama-lamanya.


》Bersambung.....


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


βœ”VOTE πŸŽ–οΈ


βœ”LIKE πŸ‘


βœ”KOMENTAR πŸ’¬


βœ”FAVORIT ❀


βœ”TIP⭐


βœ”RATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG


❌DiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.πŸ™…β€β™€οΈ


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2