
Mereka spontan bangun dengan posisi duduk saling pandang dan kondisi tubuh mereka telanjang, hanya selimut yang menutupi tubuh polos keduanya. "Bibi Neneng!" kata Yola dan Akbar bersamaan.
Mereka buru-buru memakai bajunya masing-masing, dan Akbar lebih dulu keluar menyapa mereka di luar rumah.
"Bibi Neneng sudah pulang?" tanya Akbar setelah membuka pintunya.
Bibi Neneng, Jome dan Ana menatap Akbar yang sudah di hadapannya sekarang.
"Sudah nak, saudara bibi juga sudah membaik makanya bibi kembali pulang dan bibi ingin melihat kondisimu nak Akbar. Apa kamu sudah baikkan sekarang nak?"
"Seperti bibi lihat."
"Syukurlah, lalu di mana istrimu Yola?" tanya bibi Neneng membuat Jome dan Ana bingung mendengarnya, padahal Akbar dan Yola belum menikah.
Ana yang mau menyanggah perkataan bibi Neneng tiba-tiba Yola langsung menyambar perkataan bibi Neneng lebih dulu.
"Maaf bi, baru bangun tidur." kata Yola di samping Akbar
Seketika bibi Neneng melihat tubuh Yola ada yang menonjol pada dada seperti tidak memakai bra. Di tambah bibi Neneng melihat bekas merah di leher Yola. Tanpa di sadari Akbar meninggalkan tanda pemiliknya di sana.
"Tidak apa nak Yola, bibi mengerti. Pasti kamu kelelahan kan semalam." Goda bibi Neneng
Yola dan Akbar merasakan begitu canggung, dari mana bibi Neneng tahu kalau semalam mereka melakukan hubungan hangat.
Ana dan Jome semakin tidak mengerti dengan situasi ini.
"Oh iya nak Yola dan nak Akbar, ada temanmu yang sudah menjemput kalian. Syukurlah kamu Nak Akbar sudah sembuh tepat mereka datang."
Akhirnya mereka semua memilih mengobrol di teras rumah, yang sejuk dan nyaman. Sedangkan bibi Neneng masuk ke dalam rumah. Setelah kepergian bibi Neneng, Ana bertanya kepada Yola dan Akbar.
Yola menyeritakan semuanya kepada Jome dan Ana secara singkat, tapi cukup mereka mengerti.
"Oke aku terima alasan kamu yang sedang gawat di culik dan Akbar yang kena musibah dapat todongan pisau di perutnya. Tapi jelaskan soal kenapa sampai kalian bisa tidur bersama? Dan mengaku kalian sepasang suami istri?" tanya Ana penasaran.
"Alasan kita mengaku sebagai sepasang suami istri itu agar bibi Neneng memperbolehkan kami tinggal di sini, lagi pula untuk apa hal pribadi seperti ini di ceritakan ke orang lain. Soal tidur bersama maaf aku tidak bisa mengatakan apa-apa kepada kalian."
"Baiklah, Akbar saja yang menjelaskan! Pasti kau kan yang memaksa Yola tidur kembali dengan kau?" kesal Ana tidak terima kalau Yola akan menjadi korbannya lagi, Ana tidak mau kalau Yola menderita lagi karenanya.
"Emang aku laki-laki seperti apa? Bisa-bisanya kau berkata begitu." sambar Akbar
Akbar dan Ana berdebat, hingga akhirnya Yola menengai berdebatan mereka berdua.
"Sudah, sudah!"
"Yola, alangkah baiknya kau memakai baju yang benar, ya setidaknya menutupinya bagian itu." Kata Jome yang tidak lagi mau menatap Yola kembali.
"Apa maksudmu mengatakan temanku seperti itu?" cetus Ana kepada Jome
"Hey Ana! Lihatlah tubuh Yola sendiri dengan memakai kedua mata kau dengan benar. Amati, lihat, aku tidak mau menikmati biar Akbar saja."
Ana dan Akbar menatap Yola dengan detail akhirnya mereka tertuju di dada Yola, dan lehernya ada bekas merah tanda pemilik Akbar.
"Yola, apa yang kau lakukan? Lihatlah dirimu." celetus Akbar
Seketika Yola menyilangkan dadanya untuk menutupi dadanya tanpa bra itu.
__ADS_1
"Kamu tahu sendiri, bra ku hanya satu Akbar!"
Yola dengan terburu-buru masuk ke dalam rumah kembali untuk mandi dan memakai baju sepantasnya.
...*****...
Yola dan Akbar siap untuk berpamitan pulang kepada Bibi Neneng karena beberapa hari bibi Neneng dengan tangan terbuka mau menerima mereka berdua di rumahnya, bahkan memberikan ramuan kepada Akbar. Dengan senang hati bibi Neneng menjawab dengan ramahnya "Sesama manusia memangnya saling membantu. "
Pada akhirnya Yola pulang ke rumahnya sendiri sedangkan Akbar juga pulang sendiri ke rumahnya.
Di rumah Yola
"Kak Yola, kemana saja?" panggil si kembar memeluk Yola.
"Yola, kamu baik-baik saja?" tanya tante Jessie sangat khawatir dengan Yola beberapa hari ia tidak pulang, menunggu kepastian lebih dulu, tante Jessie tidak mengatakan kepada deddy Jack dan mommy Cesa dan memilih diam kalau Yola sempat menghilang.
"Tidak apa tante, kalau begitu Yola masuk ke kamar dulu untuk istirahat."
"Putra, Putri. Kakak ke kamar dulu ya kakak ingin istirahat lebih dulu nanti kalau kak Yola tidak capek kita bermain bagaimana?"
"Baik kak, selamat istirahat."
"Muaach." Putra dan putri mencium pipi Yola dengan lembut lalu Yola bergegas pergi ke kamarnya.
Di rumah Akbar
"Kau gila Akbar, apa yang kau lakukan dengan wanita itu bukannya kau membencinya?"
"Apa yang kau pikirkan Jome!"
"Yaaa aku sudah melihatnya semua tadi di sana, kalau kalian......!" potong perkataan Jome
"Haiss! Ayolah Akbar aku mengerti!"
"Tidak... tidak, pulanglah!"
Akhirnya dengan terpaksa Jome pulang dengan membawa pertanyaan-pertanyaan yang banyak akan di lemparnya kepada Akbar tetapi Akbar tidak mau di wawancarai kekepoan Jome tentang hubungan Akbar dengan Yola sudah membaik apa belum.
Setelah kepergian Jome, tiba-tiba ponsel Akbar berdering ternyata adiknya yang bernama Asela menghubunginya.
"Hallo Asela?"
"Kak! aku akan segera pulang, aku akan pindah kerja ke Indonesia sebentar lagi setelah selesai kontrakku."
"Bagus dong, jadi kamu tidak jauh-jauh dari kak Alif dan kak Akbar begitu juga Aseli adik kembarmu."
"Tentu, aku juga ingin bertemu dengan keponakan tante Jessie dan anak-anaknya yang menggemaskan."
"Anak-anak?"
Tiba-tiba ditengah obrolannya, Asela di panggil suster untuk menangani pasien gawat darurat yang baru masuk ke rumah sakit karena setelah terjadi kecelakaan.
"Kak, nanti sambung lagi ya. Daaa kak...... "
Asela mematikan panggilan teleponnya kepada Akbar, padahal ia belum selesai bertanya maksudnya apa tadi. "Anak-anaknya!" pikirnya.
__ADS_1
Bersamaan itu mamah Sonya datang ke rumah Akbar, untuk memastikan kalau Akbar baik-baik saja.
"Akbar kamu tidak apa-apa kan nak?"
"Tidak apa mah!"
"Syukurlah, mamah khawatir sekali kalau kamu kenapa-kenapa."
"Tuh Akbar, lihatlah mamah! Kalau kamu butuh apa-apa, butuh bantuan minta tolong sama kakak. Jangan membuat mamah khawatir seperti ini." sambar kak Alif.
"Maafin Akbar mah, mamah jangan sedih senyum please!" mohon Akbar menenangkan Mamah Sonya
"Kamu tahu kan, Asela akan segera pulang?"
"Iya mah!"
"Oh iya kak, Aseli kau tempatkan di mana?"
"Dia baru bintangi film di Korea, cuma satu bulan bersamaan Asela juga pulang setelah itu Aseli juga pulang."
"Baguslah, kalau begitu kita bisa kumpul keluarga utuh di rumah utama ya!" kata mamah Sonya senang bisa kumpul keluarga besar nantinya yang sudah sekian lama keluarga besar Alez bersama anak-anaknya tidak mengagendakannya.
γBersambung......
__________________________________________
Ditunggu UPnya kembali sesuai jadwal. . . . . π
...1. "Duda Tampan Pilihanku" : Setiap hari selasa,sabtu....
...2. "Dendam Sang Presdir" : Setiap hari senin,kamis....
__________________________________________
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π