
Beberapa hari kemudian....
Deddy Jack sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah dari rumah sakit, karena keadaanya sudah membaik. Tapi deddy Jack geram dengan anak angkatnya itu. Akhirnya deddy Jack mengajak Yera untuk ketemuan di mall tepatnya di restoran.
"Yera!" panggil deddy Jack
"Deddy? Apakah deddy merindukanku?" sontak Yera berdiri menghadap ke arah dedy Jack yang baru sampai di restorant.
Plaakkkkkkkk!
(Deddy Jack menampar keras di pipi kanan Yera)
Di tempat umum orang-orang melihatnya, sungguh memalukan buat Yera saat ini.
"Apa-apaan deddy menamparku!" Yera menyentuh pipinya karena di tampar deddy Jack
"Kurang ajar kamu Yera, deddy sudah membesarkanmu dari kecil sampai sebesar ini, dan ini balasan kamu kepada kami, Yera!" gertak deddy Jack
"Aku tidak tahu maksud deddy, kenapa deddy berbicara seperti itu?"
"Kamu tega menjual Yola ke pria lain 5 tahun yang lalu? Jawab!"
"Apa ded? Yola di jual?" sambar mommy Cesa yang berada di belakangnya.
Disana ada Yola, mommy Cesa dan tante Jessie. Sedangkan anak-anak bersama dengan pengasuhnya berada di taman bermain anak-anak di dalam mall, yang tidak jauh dari lokasi restoran.
"Sungguh anak tidak tahu di untung kamu Yera."
Plaakkkk!
(Pipi Yera 2 kalinya di tampar)
"Ded, mom! Aku....."
"Cukup! Mommy menyesal merawatmu dari kecil, ini balasan kamu kepada kami. Kamu pergi dari rumah tanpa sopan, tahu-tahu kamu ikut modelling dan keluar dari perusahaan deddy Jack. Atas dasar apa kamu menjual dirimu sendiri dengan om-om demi cari uang banyak dan untuk melonjakkan populitasmu di dunia entertaiment. Mommy tahu itu! Mommy selalu berharap kamu pulang dan mau memperbaiki kesalahanmu, tapi nyatanya tidak sama sekali! Masalah uang sudah cukup dari keluarga kita yang terpandang Yera! Apa kamu merasa kurang nak? serakah itu namanya."
"Kamu yang murahan tapi kamu tega menjual Yola, kami menyayangimu dengan kasih sayang yang tulus. Tidak membeda-bedakan kamu dengan Yola. Kamu dengan Yola itu sama bagi mommy dan deddy!"
"Tapi soal masalah ini, sungguh mommy kecewa denganmu Yera! Mommy merasa gagal mendidik kamu."
"Dan kamu ingat satu hal, kamu bukan dari keluarga kami lagi. Ingat itu!"
"Ded, mom. Maafin Yera, Yera pergi dari rumah karena karier. Yera ingin membuktikan kalau Yera bisa mandiri, inilah dunia Yera yang sebenarnya!"
"Dunia jahat menjual Yola? Mommy benci denganmu Yera!" gertak mommy Cesa
__ADS_1
"Mom, jangan marah-marah! Tenanglah." kata Yola yang keadannya di sana mulai menegang, orang yang berada di restoran itu pun hanya diam menyaksikan.
Tepatnya juga di situ adalah salah satu restoran cabang milik kak Alif. Jadi kak Alif memerintahkan semua orang untuk diam tanpa heboh, dengan sogokkan makan gratis untuk hari ini kepada orang-orang yang berada di sana.
"Yola, kenapa kamu mengatasi masalahmu ini sendirian sayang. Bertahun-tahun kamu menderita dan kita tidak tahu, itu yang membuat mommy sedih sayang."
Yola merangkul mommy Cesa dan memeluknya dengan senyum.
"Baiklah, saya sudah muak dengan semua ini. Yola selalu di atasku. Aku benci Yola sangat benci!" sambar Yera yang sudah menjadi tatapan tajam
"Ini di balik topeng kebusukkanmu Yera!"
"Iya terserah kalian mau bilang apa, yang jelas. Aku lelah harus pura-pura baik kepada kalian semua. Toh aku sudah tidak masuk lagi di keluarga ini. Aku ingin Yola hancur, aku iri dengan Yola. Semua berpihak kepada Yola, Cih!"
"Anak tidak tahu diri kamu Yera, deddy dan mommy selama ini sudah baik kepadamu." balas Yola
"Hey Yola, semua itu juga karenamu."
"Yang jelas kamu murahan, sungguh murahan sudah tidur dengan seorang pria lain gratis lagi. Kenapa aku bisa bilang gratis? Yaaa.... karena kesucianmu hilang tanpa dia mau bertanggung jawab kepadamu!" senyum licik di wajah Yera.
"Kamu tidak lihat dirimu sendiri Yera!"
"I don't care! Yang jelas kamu bukan aku. Kalau aku beda lagi, yah duniaku memang seperti sekarang! Kalau soal kamu tidak wajar bukan! Makanya aku tidak mempermasalahkannya, kalau kamu dan keluargamu pastinya mempermasalahkannya karena aku tahu kamu masih memegang teguh kesucianmu di kala itu, tapi sayang nyatanya sirna sudah... ha ha ha!"
Yera syok melihatnya kenapa dia bisa ketemu dengan Akbar di sini, apakah Akbar sudah tahu yang sebenarnya kalau dia yang menjual Yola pada waktu itu. Dan untuk apa ke sini? pikirnya.
"Yola adalah calon istriku, sekali lagi kau bilang seperti itu ku pastikan hidupmu tidak akan tenang!" ancam Akbar
"Berani sekali kau menekanku, cih aku tidak takut!"
"Oh ya, baiklah! Tunggu saja tanggal mainnya akan segera tiba spesial untukmu di waktu yang tepat."
Yera mengepal kedua tangannya, dan beranjak pergi dari sana.
"Ngapain kamu ke sini Akbar?" tanya Yola yang tidak kalah syok dengan Yera melihat Akbar datang di restorant.
"Tanya saja dengan deddy kamu, Yola."
"Ded?" Yola memandang deddynya dengan penuh tanda tanya
"Iya, deddy yang memintanya untuk datang kemari. Deddy tidak mau mempermalukanmu."
"Kenapa harus dia ded?"
"Yola, kamu tidak ingat apa yang di katakan Yera barusan. Kalau kamu di jual dengan pria yang menjualnya kala itu, dia juga masih ingat bukan pria itu siapa?Aku Akbar, aku!" Akbar menaik turunkan kedua alisnya, lalu menatap Yola dan menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Yang di katakan Akbar benar Yola, deddy melakukan ini juga demi kamu."
"Jadi kamu...." sambar mommy Cesa
"Iya tante, saya minta maaf.. Saya...."
"Cukup jelaskan sambil duduk, saya lelah!" Yola memotong perkataan Akbar, benar adanya kalau dirinya memang tidak tahan berdiri dari tadi, mungkin efek Yola mengandung alias hamil muda.
Tante Jessie hanya bisa diam, karena tante Jessie sudah tahu semua yang sebenarnya. Tapi Deddy dan mommy belum tahu yang sebenarnya kalau Putra dan Putri adalah cucunya, mungkin saat ini Tuhan belum memberikan waktu yang tepat, untuk mereka tahu yang sebenarnya sampai Tuhan mengizinkannya.
Akhirnya Akbar menyeritakan semua kepada mommy Cesa yang belum tahu sendiri, hampir Akbar mau mengatakan kalau Putra dan Putri adalah anaknya tapi sayang di tengah-tengah obrolan mereka Jeni menghubungi Yola lewat teleponnya ternyata Putra dan Putri mencari mereka semua.
Dengan terpaksa obrolan setengah di hentikan bersamaan, papah Alez meminta Akbar segera ke perusahaan. Ada meeting penting untuk hari ini Akbar harus kembali.
"Akbar, papah harus mengatakan semua masalah sebelumnya yang belum kamu ketahui nak." kata papah Alez sendiri di ruang kerjanya menunggu Akbar segera sampai perusahaan, setelah selesai berbicara via telepon dengan Akbar menggunakan ponselnya.
"Tunggu meeting selesai, alangkah baiknya aku obrolan kepada putraku. Semoga Akbar mau mendengarkanku kali ini, aku tidak mau hubunganku dengan putraku regang seperti ini." Lalu papah Alez meletakan ponselnya di mejanya.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1