
"Hhmmm" dehem Sonya yang mulutnya masih tertutup plester dan masih memberontak melihat Alez seperti itu.
"Demi cintaku padamu Sonya sayang istriku,aku rela mati untukmu. Apapun yang terjadi kamu harus hidup sayang,aku mencintaimu. Dan selama hidupmu tidak ada aku di sisimu percayalah cinta ku hidup di hatimu untuk selamanya." Kata Alez dengan Sonya dan mata yang berkaca sendu
"Sayang,kamu harus hidup demi anak kita. Aku mencintaimu." lanjut Alez
Sonya semakin memberontak karena melihat Alez akan melukai dirinya sendiri.
"Oh kamu ingin mengatakan untuk terakhir kalinya kepada suamimu,baiklah bakalan aku buka plester di mulut kamu." kata Ibu Maria
"Mas Alez jangan lakukan itu aku mohon sayang!" Sonya yang plesternya sudah kebuka dengan tangisnya melihat kearah Alez.
"Tenanglah kamu harus hidup sayang demi anak kita!" kata Alez
"Lihat sepasang suami istri yang serasi bukan!" senyum palsu ibu Maria
"Tapi sayang itu membuatku muakk!" ekpresinya menjadi murka.
Sedangkan Shinta terbangun dari pingsannya, ia menyadarkan diri dengan benar.
"Akhirnya kamu juga bangun cantik!" kata ibu Maria melihat Shinta sadarkan diri.
"Kamu juga harus mati,awalnya aku ingin menculik Sonya dan bunda Soja mu itu. Tapi sayang yang ketangkep kamu dan Sonya. Kamu yang menggantikan bunda Soja itu ide yang bagus bukan karena Muna membenci bunda Sojamu itu ia tidak menyukai putriku selama menjadi istri Alez dulu sehingga mebuat Muna minder dan pergi meninggalkan Alez demi karier, ya sekarang aku ingin bunda Soja mu itu melihat putri dan putra kesayangan mati hari ini juga!" Ibu Maria berjalan kearah Shinta dan mengarahkan pisaunya ke arah leher Shinta,Shinta bergidik ngeri dengan ancamannya, umur yang masih muda harus meninggal dengan tragis.
"Aku mohon jangan sakiti adik dan istriku! Biar aku yang menanggungnya." kata Alez
#####
Gedung lantai 7
Tam cukup kuwalahan menghadapi anak buahnya yang di sana,akhirnya datanglah Fonsi dan Lunsi
"Naiklah,biar mereka yang aku urus!" kata Fonsi,
__ADS_1
Akhirnya Fonsi dan Lunsi menghadapi 4 buah tersebut,sedangkan Tam menaiki tangga kembali ke lantai paling tinggi.
#####
Gedung lantai 10
"Apa yang anda lakukan nyonya Maria!" kata Tam yang sudah datang.
"Diam kamu Tam! apa kamu ingin melihat aku membunuh Sonya dan Shinta sekarang juga!" ancam bunda Soja
"Jangan mendekat! kalau kamu mendekat gedung ini akan hancur karena aku sudah memasang bom di seluruh gedung ini tanpa terkecuali dan kita akan mati bersama!" lanjut ibu Maria karena Tam mulai mendekat menjadi berhenti langkahnya,benar adanya ibu Maria sudah mengatur jam nya yang akan meledak terkendali dengan remot bom kecil yang di genggamnya.
"Nyonya Maria,jangan-"
"Diam lebih baik Sonya dan Shinta mati! wanita wanita sialan ini!" potong perkataan Tam
"Jangan sakiti mereka aku mohon bebaskan, aku yang akan menukarkan nyawaku." sambar Alez
"Baik! lakukan sekarang juga! Bunuh dirimu sendiri. Setelah itu Sonya dan Shinta akan aku lepaskan!" kata ibu Maria
"Mas Alez jangan lakukan itu mas." Sonya berteriak histeris dan menangis melihat suaminya akan menancapkan pisaunya di dadanya sendiri.
Pada akhirnya Sonya terjatuh dari kursinya yang posisinya masih terikat karena Sonya meronta ronta melepaskan diri untuk menghentikan apa yang di lakukan Alez.
Wiuuuu wiuuuu wiuuuu
(Suara mobil polisi terdengar dari lantai paling dasar yang sudah datang ke gedung tua itu.)
Ibu Maria mendengarnya membuatnya risau pada akhirnya Tam melihat kegelisahan Ibu Maria,menariknya dan menjatuhkan pisau dan remot bom sejauh mungkin dan di injak injak remot bom sampai hancur.
Ibu Maria tersungkur jatuh ketanah, Tam sibuk melepaskan plester dan ikatan ikatan di tangan dan kaki Shinta.
Sedangkan Alez melihat Tam mengalahkan ibu Maria sehingga membuatnya tersungkur jatuh ke tanah akhirnya Alez melemparkan pisaunya kebawah lalu menghajar anak buahnya ibu Maria di sampingnya itu. Setelah itu Alez berlari kearah Sonya yang tubuhnya jatuh bersama kursi yang masih terikat.
__ADS_1
"Awas tuan!" teriak Fonsi dan Lunsi bersamaan ketika anak buah tersebut mengarahkan pisaunya kelengan Alez sehingga Alez mengalami luka di lengannya dan mengeluarkan darah.
Fonsi dan Lunsi menghajar satu anak buah di sana sampai berguling guling sampai akhirnya terpojok dengan besi dan menancap punggung anak buahnya tersebut sampai tembus perutnya dan mulutnya keluar darah bersama tancapan yang sudah mengalir di perutnya itu.
Alez tidak memperdulikan lengannya yang terluka karena Alez melihat Sonya mengeluarkan darah dari balik selangk*ngannya itu yang sudah pingsan terlulai lemah tak berdaya.
γBersambung.....
____________________________________________
Jangan lupa votenya yang kenceng dong buat author sebagai dukungan kalian kepada authorπ,like komentarnya ya!πππ Itu semua gratis kan,author gak bisa bales author bisa balesnya lewat doa untuk kalian biar di bales berlipat ganda nantinya dari Tuhan Aamiin.ππ
____________________________________________
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1