
Sonya akhirnya mulai pulih dari sakitnya setelah melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi dalam perutnya.
"Kakak ipar selamat ya atas kelahiran putra kakak!" kata Shinta yang sudah menghampiri Sonya yang baru makan siang di suapin Alez.
"Iya,kamu akhirnya punya ponakan lagi!" senyum Sonya yang bersandar di sudut belakang bed tersebut.
"Tentu,aku juga senang. Buatkan yang banyak ya kak!" kata polos Shinta yang menggodanya dengan tersenyum lebar.
Sonya dan Alez hanya mengerutkan alisnya,sedangkan kini Shinta dan Tam begitu dekat di sampingnya,tidak biasanya mereka akur dan berdekatan seperti itu.
"Kenapa tidak buat sendiri saja Shin!" sahut Alez
"Maksud kak Alez apa sih?" tanya Shinta bingung
"Itu kenapa kalian nempel nempel gitu,emang kakak gak tau kalian........" potong perkataan Alez karena Shinta menghentikan bicara Alez
"Jadi kakak tau,kalau aku dan Tam em-"
"Iya! Kakakmu apa yang gak tau tentangmu! Selama Tam tidak kurang ajar kepadamu kakak tidak masalah, Selama ini kakak bersama Tam jadi kakak tau sifat Tam betul!" jelas Alez kepada Shinta
"Jadi tuan tau?" tanya Tam
"Eehmm" dehem Alez
Tam dan Shinta saling pandang padahal sebisa mungkin merahasiakan hubungannya semoga tidak ada yang tau (apa lagi di part part novel ini tidak di jelaskan kedekatan Tam dan Shinta. Yaa hanya Alez dan author yang tau heheh,kesannya biar tidak berbelit belit dan membosankan.)
"Jadi buat saja kalian sendiri!" kata Alez kembali
__ADS_1
"Kakak! kan Shinta belum lulus kuliah." sahut Shinta
"Bentar lagi lulus adekku sayang!" balas Alez
"Iya sih kak,tapi kan Shinta dan Tam belum menikah masak buat sendiri. Lagian bunda apa setuju dengan pernikahanku dengan Tam nantinya." sedih Shinta
Tiba tiba bunda Soja masuk menyambar perkataan Shinta.
"Kenapa tidak? bunda Soja akan merestuimu. Bunda lihat Tam adalah laki laki yang baik untukmu." bunda Soja datang tepat di samping Shinta,membuat orang orang terkejut.
"Bunda? ehmm!" malu Shinta, dan Tam hanya bisa menyengir senyum ala baiknya.
"Bukannya begitu Tam? Kamu akan menjaga Shinta dengan baik sebagai istrimu nanti? dan tidak menyakitinya kan!" Tanya bunda Soja kepada Tam
"Tentu nyonya!" tunduk Tam kepada bunda Soja dengan ramah.
"Baik nyonya!"
"Calon menantu yang baik!" senyum bunda Soja
Tam merasa dirinya di beri lampu hijau oleh Alez dan bunda Soja membuatnya menjadi semangat untuk menjalin hubungannya lebih jauh lagi dengan Shinta.
"Beneran bunda merestui kami bun?" senang Shinta yang berbinar binar.
"Tam kita akan segera menikah horee!" lanjut Shinta senang seperti habis menang lotre 1milyar.
Sangking senengnya Shinta memeluk tubuh Tam tiba tiba membuat mereka melongoh melihatnya sedangkan Sonya tertawa melihat adek ipar yang unik dan konyol itu.
__ADS_1
"Ahww" tiba tiba rasa nyeri perut Sonya terasa, membuat Sonya menghentikan tawanya.
"Kenapa sayang?" tanya Alez lalu menaruh piring berisi makanan di meja sampingnya dan menyentuh tubuh Sonya yang kesakitan.
"Tidak apa mas! mungkin luka jahit di perutku ketarik mas karena aku tertawa barusan!" jawab Sonya yang sudah mereda rasa nyeri di perutnya.
Bunda Soja akhirnya mengusir Shinta dan Tam untuk keluar ruangan biarkan mereka mengadu kasih di luar kamar VIP Sonya.
γBersambung.....
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π