
Yola dan Akbar melihat di balik pintu kamarnya yang tersekat kaca saja pasti terlihat siapa orang mengetuk kamar Yola, ternyata benar ada anak-anak dan tante Jessie di sana. Anak-anak berhamburan naik ke atas kasur Yola dan Akbar, hendak Akbar mau turun dari ranjang tidurnya malah anak-anak menariknya kembali.
"Kak Akbar di sini sama kita." celetus polos Putra kepada Akbar
"Apa kalian sudah baikkan? tidak berantem lagi? tidak marah-marahan lagi? tidak sinis-sinisan lagi?" kata Tante Jessie kepada Akbar dan Yola.
"Akbar rasa seperti itu tante. Semua baik-baik saja."
"Syukurlah. Yola apakah kamu masih merasa tidak enak badan?" tanya tante Jessie kepada Yola
"Sudah membaik keadaan Yola tante."
"Syukurlah, tante senang dengernya. Akbar? tante titip Yola kepadamu beserta Putra dan Putri. Tante keluar dulu."
Tante Jessie pun keluar dari kamar Yola tinggal anak-anak, Akbar dan Yola.
"Kak Yola, rasanya berbeda semalam tidak tidur dengan kak Yola. Biasanya Putra tidur sama kakak."
"Iya Putri juga, tapi ya sudah tidak apa. Apa kakak baik-baik saja?" tanya Putri menatap Yola
"Kakak baik-baik saja sayang." Yola memeluk kedua anak kembar tersebut.
"Hm, kak Akbar gak di peluk juga nih?" sindir Akbar kepada Putra dan Putri.
Akhirnya mereka berempat berpelukkan bersama, merasa keluarga yang hangat. Akbar rasanya tidak sabar untuk memiliki Yola sebagai istrinya.
...*****...
Yola dan Akbar memutuskan untuk mandi, Akbar mandi di villanya sendiri dan berjanji nanti kalau acara mandinya selesai Akbar akan kembali lagi ke villa mereka tempati. Anak-anak menunggu Yola di meja makan untuk melakukan sarapan pagi.
"Kenapa makannya di lihatin saja sayang?" kata Yola duduk di sebelah Putra dan Putri.
"Nunggu kak Yola."
"Kalau merasa lapar duluan, bisa makan dulu kalian. Kasian Putra dan Putri nunggu kak Yola selesai mandinya lama."
"Tidak apa kakak Yolaku yang cantik, lebih menghargai yang lebih tua kak." celetus Putri.
Yola mengerutkan dahinya dari mana mereka tahu menghargai lebih tua, biasanya kalau anak-anak lapar sudah di meja makan, mereka berdua sudah lebih dulu makan duluan, kini mereka tidak melakukan itu lagi.
"Hay my king dan my queen nya kak Akbar."
Akbar datang menyambut mereka semua, tapi tante Jessie tidak ada di meja makan karena ada urusan mendadak di luar alias ia harus pulang kerumah, memberi waktu untuk Akbar dan Yola bersama-sama berserta Putra dan Putri.
Acara makanya pun di mulai, mereka menikmati sarapan bersama ini. Yola senang melihat Akbar dekat dengan anak-anaknya, terlihat dari mereka saling suap menyuapin makanan.
Ponsel Akbar pun berdering, ternyata dari papah Alez. Papah Alez meminta Akbar segera pulang karena urusan kantornya belum selesai. Akbar mendengus kesal tapi mau gimana lagi, mau tidak mau ia harus kembali pulang.
"Kenapa dengan raut wajahmu itu?" tanya Yola melihat ekpresi Akbar berbeda setelah menerima panggilan itu.
"Papah memintaku pulang dan kembali ke perusahaan. Sudah beberapa hari aku di sini."
"Baiklah aku juga akan pulang, menyelesaikan masalahku dengan Mr.Kim."
__ADS_1
"Aku akan membantumu."
"Tidak, aku bisa mengurusnya sendiri. Dan aku cuma mau bilang terimakasih sudah memberitahuku siapa Mr.Kim sebenarnya."
"Tidak masalah, kamu itu kekasihku. Bukan, bukan, tepatnya kamu ibu dari anak-anakku."
"Aku mencintaimu Yola." Bisik Akbar pelan, tapi tetap terdengar jelas di telinga Putra dan Putri.
"Yeeeee... Kak Akbar mencintai kak Yola." Putra dan Putri antusias senang mendengar ucapan Akbar barusan.
Secara reflek Yola tertegun dengan tingkah anak-anak. "Kak Yola pasti mencintai kak Akbar juga kan?" goda Anak-anak
"Emang kalian tahu apa itu cinta?" tanya Yola kepada anak-anak
"Iya seperti kak Yola mencintai kami, itulah cinta." balas polos anak-anak dengan girangnya.
"Benar kalian, 100 buat kalian." sela Akbar di tengah-tengah obrolan anak-anak.
"Jeni, bawa Putra dan Putri ke kamar, terus tata semua barang anak-anak. Hari ini kita pulang."
"Baik." dengan patuhnya Jeni membawa anak-anak masuk ke dalam kamar dan siap-siap menata barang-barangnya untuk di bawa pulang hari ini.
Tinggallah Akbar dan Yola, "Sayang, aku balik dulu ya? aku juga mau mengepakki baju-bajuku." Akbar pun berlalu dari hadapan Yola.
Yola pun sama kembali ke kamarnya lalu menata baju-bajunya untuk di bawa pulang. Ia baru ingat di mana tante Jessie, ia cari kesana kemari seisi villa tidak ada.
"Jeni, dimana tante Jessie?"
"Sudah pulang lebih dulu. Katanya nyonya Jessie mau ngasih waktu buat non Yola dan tuan Akbar di villa bersama anak-anak."
Jeni hanya diam tidak tahu harus menjawab apa, ia ingat ada Akbar. Jeni meminta Yola untuk barengan pulang kerumah lebih tepatnya meminta Akbar untuk mengantar Yola dan anak-anak pulang.
Akhirnya Yola memberanikan diri untuk menelepon Akbar, Akbar yang sudah menutup pintu villanya tiba-tiba ponselnya berdering.
"Yola, kenapa dia menelponku?"
Akhirnya dia menerima panggilan telepon dari Yola dan mengatakan kalau Yola ingin pulang bersama dengan dirinya, Yola beralasan kalau tante Jessie sudah pulang duluan memakai mobil Yola. Dengan senang hati Akbar mau pulang bersama Yola dan anak-anak.
Di parkiran
"Barang-barangnya sudah? tidak ada yang ketinggalan?" tanya Akbar memegang ahli setir mobilnya, dan di samping ada Yola. Sedangkan di kursi belakang ada anak-anak dan Jeni.
"Tidak ada."
Akbarpun melajukan mobilnya dan bergegas pulang kerumah. Beberapa jam baru sampai rumah Yola, anak-anak pun terlelap tidur karena mengantuk.
"Sudah sampai!" Akbar mematikan mesin mobilnya di depan halaman rumah Yola.
Akhirnya mereka semua keluar dari mobil, Akbar menggendong Putra karena tidur sedangkan Putri juga di gendong dengan Yola, Jeni membawa barang-barangnya masuk ke dalam.
Di dalam rumah di sambutlah deddy Jack, mommy Cesa dan juga tante Jessie.
"Yola, kenapa buru-buru pulangnya?" tegur tante Jessie.
__ADS_1
"Ada kerjaan yang harus Yola urus dan ini perlu Yola obrolan kepada deddy tante."
"Mau obrolin apa nak?" sahut deddy Jack
"Nanti ded, biar Yola bawa Putra dan Putri masuk ke dalam kamar."
Yola meletakan Putri di ranjang tidurnya dan Akbar meletakan tubuh Putra di ranjang tidurnya juga bersampingan dengan Putri.
"Kita keluar dari kamar, kamu bisa pulang dan aku mau bicara dengan deddyku. Terimakasih sudah mengantarkan kami pulang." kata Yola kepada Akbar.
"Aku juga perlu bicara dengan kedua orang tuamu Yola."
"Bicara soal apa? Ini sudah malam."
"Bicara soal aku ingin tahu apakah papah Alez sudah apa belum menjelaskan masalah kesalahpahaman waktu itu."
"Oke aku juga ingin berbicara kepada deddy tentang Mr.Kim, aku juga butuh bantuanmu untuk menjelaskan siapa Mr.Kim sebenarnya."
"Baiklah sayang aku siap sedia membantumu." Akbar mendekat ke arah Yola.
"Akbar kita keluar, biarkan anak-anak istirahat." Yola menghindari Akbar karena gugup.
"Ishhh... jangan terlalu formal Yola, kamu lupa sebentar lagi kamu akan menjadi istriku." Akbar mengedipkan satu matanya dengan raut wajah menggoda Yola. Yola pun berjalan keluar meninggalkan Akbar lebih dulu. Akbar hanya tersenyum tipis setelah tadinya ia melihat jelas rona merah di pipi Yola karena malu.
___________________________________________
...Bantu VOTEnya yang kenceng kalau mau UP setiap harinya. ππ€β€...
___________________________________________
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π