
Dihalaman rumah
Sonya sudah menghirup udara segar di pagi hari,matahari yang tak begitu terik menusuk kulit. Sonya menikmatinya dengan menghela nafas dengan rileksnya.
"Mamah Sonya kenapa ninggalin Alif sih didalam?" Alif menghampiri Sonya yang sudah di halaman rumahnya di buntuti Shinta di belakangnya.
"Iya nih kakak ipar." cetus Shinta
"Iya iya maaf, udah kalian jangan ribut lagi. Jadi main tidak?" kata Sonya
"Mau mah mau. hm main apa ya?" tanya Alif
"Main kejar kejaran. Hitung hitung olah raga pagi bukan?" Sonya langsung menghampiri Alif dan menggeletiki Alif,Alif pun reflek menghindar berlari lari karena ulah Sonya,Shinta pun tidak mau diam dia pun juga mengejar Alif yang sudah berlari di halaman rumah yang lebar itu. Begitu bergantian Alif dan Shinta mengejar Sonya dan menggelitikinya mereka bermain bertiga begitu bahagianya sampai keringat mereka keluar di pagi hari.
###
Kamar bunda Soja
Bunda Soja dan Alez melihatnya di balik kaca besarnya di kamar atas menuju halaman rumahnya di bawah melihat kebahagiaan mereka bertiga.
"Alez,buka lah hatimu seutuhnya untuk Sonya,cintai Sonya dengan tulus. Lupakan Muna,lupakan masa lalumu itu. Menikah bukanlah main main Lez." Kata bunda Soja yang masih fokus melihat mereka bertiga bermain di halaman.
"Alez akan menikahi Sonya,soal Alez mencintai Sonya tidaknya biar itu menjadi urusan Alez sendiri bun,Alez tidak ingin terluka lagi karena pernah mencintai Muna yang meninggalkanku. Setidaknya kalau Sonya meninggalkan Alez kapanpun tidak membuat Alez terluka."
"Alez jangan berfikiran seperti itu,Sonya beda dengan Muna. Sonya tidak akan mungkin meninggalkanmu,apalagi Sonya sayang sekali dengan Alif."
"Bun"
"Lez,lihat Alif betapa bahagianya dia bersama Sonya. Bunda mohon buka hatimu untuk Sonya sebelum Sonya pergi jauh dan Alif akan merasa kehilangan."
__ADS_1
Alez masih berdiri diam mematung apa yang di katakan bunda Soja ada benarnya.Alez masih menutupi perasaannya sendiri. Alez masih takut untuk membuka hati kembali. Entah sampai kapan Alez akan memendam perasaannya itu menjadi terungkap.
Dihalaman rumah
"Mah capek" Kata Alif yang sudah ngos-ngosan
"mamah juga capek,huhh" Sonya juga berhenti berlari.
"Huaaa tante Shinta juga capek banget." Shinta langsung terkapar di lantai sudut depan rumah untuk beristirahat dan berteduh.
Alif dan Sonya mengikuti Shinta duduk di sudut lantai depan rumah. Sudah beberapa menit istirahat,Sonya berdiri untuk mengambil air minum,
"Mamah mau kemana?" tanya Alif
"Ambil air minum Lif" jawab Sonya
"Biar Alif yang ambilin minum untuk mamah."
"Alif tante Shinta juga dong,haus nih" sahut Shinta
"Iya tante Shinta,Alif ambilin bentar ya"
Alif menyelonong pergi begitu saja
"Lif" Panggil Sonya kepada Alif yang sudah berlari masuk kedalam rumah.
"Kakak ipar huh capek banget." Sonya pun mengalih pandangan kepada Shinta
"Shin,aku belum menjadi kakak iparmu kenapa sudah memanggilku seperti itu." tanya Sonya
__ADS_1
"Heheh maaf kak,kepanjangan kalau manggil calon kakak ipar,ya sudah kakak ipar saja toh juga akan menjadi kakak ipar sungguhan." Senyum lebar Shinta untuk menanggapinya
"Shin tapi kan...." Perkataan Sonya terpotong karena Alif sudah datang menghampirinya dan pembantu membawa minumannya,mana sanggup Alif membawa tiga botol minum sekaligus.
Akhirnya mereka minum bertiga bersama,dan kembali beristirahat sejenak.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1