Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Yolanda bertemu dengan kak Alif


__ADS_3

Dan kalau Akbar sampai tahu, dia pasti akan datang dan merebut anak-anaknya. Dia tidak mau siapapun memisahkannya dari anak-anaknya. Baiklah, tante mengerti. Dia janji akan menjaga rahasia ini.


Astaga! tante Jessie baru ingat. Dia sudah janjian sama Akbar untuk membawa si kembar menemuinya dan mentraktirnya makan. Kalau dia tidak pergi, takutnya Akbar akan curiga nantinya. Iya Akbar dengan tante Jessie sudah saling mengenal sebelumnya.


 


Permintaannya Jome ternyata menyuruh Ana si tomboy untuk pakai gaun dan berpenampilan anggun. Ana sebel banget sebenarnya, tapi dia terpaksa melakukannya. Karena tidak terbiasa pakai high heels, Ana jalannya jadi aneh dan sukses bikin Jome ngakak.


Tapi dia kagum juga sama Ana. Soalnya baru kali ini Jome bertemu dengan seseorang yang benar-benar memenuhi janjinya. Sebenarnya Ana tidak perlu dandan sampai segininya loh.


"Aku orang yang menepati janji. Kau malu, aku malu!"


Jome benar-benar kagum padanya. "Hei, apa aku boleh meminta sesuatu. Bisakah aku berteman dengan musuhku?"


Ogah! Siapa juga yang mau berteman sama Jome! Udah gila apa?


... *****...


Akbar sudah menunggu saat tante Jessie baru datang. Si kembar langsung menghambur ke dalam pelukannya. Dia beralasan bahwa Yolanda tidak bisa ikut karena sibuk, padahal sebenarnya Yolanda mengawasi mereka dari kejauhan dan refleks tersenyum saat dia melihat si kembar begitu akrab dengan ayah mereka.


"Sepertinya kau sangat akrab dengan anak-anak, Bar." Komentar tante Jessie


"Aku juga tidak menyangka, kenapa aku begitu dekat dengan kedua anak ini. Seolah aku pernah bertemu dengan mereka sebelumnya."


"Apa kau punya pacar, Bar? Kau sudah cukup lama tinggal di Indonesia."


Akbar canggung mendengarnya. "Siapa yang akan mencintaiku?"


"Lalu apa ada seseorang yang kau sukai?"


"Wanita yang kusukai, justru membenciku. Seolah kami terlahir untuk menjadi musuh bebuyutan."

__ADS_1


Tante Jessie tiba-tiba emosi. "Lalu pernahkah kau bertanya-tanya tentang apa yang telah kau lakukan padanya sehingga dia membencimu?"


Akbar sontak terdiam canggung, tapi dia terselamatkan berkat Putri yang mendadak request es krim. Akbar langsung menggunakan itu sebagai alasan untuk menghindar.


Usai makan siang, Akbar mengaku ingin ketemuan lagi dengan si kembar kapan-kapan. Tante Jessie tentu saja tak bisa menyetujuinya begitu saja dan beralasan kalau dia harus minta izin Yolanda dulu. Putri dengan polosnya tanya di mana kak Yola. Tante Jessie sontak cepat-cepat mengajak mereka pergi sekarang juga.


Tapi sebenarnya mereka masih di mall itu dan mendatangi sebuah toko mainan bersama Yola. Yola sedang memilih beberapa mainan saat tiba-tiba saja dia mendengar suara Akbar yang hendak mendekati tempat mereka, mau membeli mainan untuk putrinya kak Alif. (Kak Alif sudah menikah muda lho sebelumnya dan memiliki seorang anak sangat cantik, jadi fokusnya di sini di Akbar dengan Yola saja jadi tidak bisa menceritakan kisah kak Alif dengan istrinya.)


Yolanda sontak panik menyembunyikan dirinya. Parahnya lagi, si kembar tiba-tiba bersuara terlalu keras saking antusiasnya memilih mainan. Akbar mendengarnya dan langsung menelusuri rak-rak mencari mereka. Yolanda sontak bergegas menyeret kedua anaknya pergi dari sana sebelum Akbar sempat melihat mereka.


Tante Jessie cemas, apa mereka bisa melarikan diri terus menerus dari Akbar seperti ini selamanya, apalagi si kembar sangat menyukai Akbar? Yolanda meyakinkan bahwa dia akan berusaha melakukan apapun agar Akbar tidak sampai tahu.


...*****...


Lokasi sekolah Putra dan Putri


Si kembar keluar tak lama kemudian dan langsung menghambur ke dalam pelukan Yolanda sambil bercerita dengan antusias tentang apa-apa yang mereka pelajari di kelas tadi.


"Shana sangat cantik." Ujar Putra. Pfft! Calon playboy nih.


"Aku tahu." Ketus Shana


Terjadilah Alif berbincang-bincang dengan Yolanda karena mereka adalah wali yang menjemput anak-anaknya pulang sekolah.


"Mereka sangat lucu mirip dengan kamu, mahklum sekali mirip. Kamu pasti mamahnya. Biasanya Shana di jemput mamahnya, tapi mamahnya hari ini sedang sibuk, jadi aku yang menjemput Shana."


Deg Yola seketika diam sejenak lalu menyangkalnya. "Bukan, mereka adik-adik keponakanku."


"Oh begitu. kenalkan saya Alif papahnya Shana." canggung Alif tapi kenyatannya memang mirip Putra dan Putri. Tapi Alif memilih mempercayainya.


"Aku Yola kakaknya Putra dan Putri."

__ADS_1


 


Putra dan Putri langsung mengeluh lapar ditengah obrolan mereka, Putra bahkan langsung menggenggam tangan Shana dan mengajaknya pergi bersamanya. Yola akhirnya setuju juga.


Usai makan bersama tak lama kemudian, Alif membantu memasukkan Putri yang sudah ketiduran ke dalam mobil. Shana benar-benar suka sama kak Yola dan langsung mengajaknya ketemuan lagi kapan-kapan, dia ingin main dan makan bersama si kembar lagi.


"Tentu saja. Kalau begitu, nanti kita ketemu lagi saat kelas seni, oke? Tapi kita bersama mamah juga ya."


"Hore, janji ya papah sama mamah juga ikut." Mereka langsung menyepakatinya dengan janji jari kelingking.


"Sampai jumpa, Tuan Alif."


"Baik. Terima kasih banyak untuk hari ini." Ujar Alif.


Kejadian tadi membuat Yolanda termenung bahagia memikirkan kedua anaknya. Begitu sulit baginya untuk melewati masa-masa itu, tidak akan dia biarkan siapapun menghancurkannya.


...******...


Tante Jessie masih sulit mempercayainya, bagaimana bisa orang sebaik Akbar bisa melakukan sesuatu seburuk itu pada Yola.


"Tante Jessie, bisakah aku meminta sesuatu? Nanti jika dokter Aslea meminta tante untuk memberikan sesuatu pada si kembar melalui pria itu lagi, bisakah Tante menolaknya? Aku ingin menjauh sejauh mungkin darinya."


"Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi. Kau sekarang menjadu jauh lebih kuat, Yola."


"Aku selalu ingat dengan apa yang Tante ajarkan padaku. Jika aku tidak kuat, lalu bagaimana bisa aku melindungi diriku sendiri dan anak-anakku."


"Di kehidupan sebelumnya, Takdir pasti menetapkanmu dengannya. Kau mungkin tidak akan bisa menjauh dan putus hubungan dengannya dengan mudah. Aku mungkin bisa menghindari dokter Asela yang baik itu, tapi pasti ada jalan lain. Jika seperti ini, lalu apa yang akan kau lakukan?"


"Jika aku tidak bisa melarikan diri, maka aku harus menghadapinya. Dan akan kubuat dia menjauh sendiri."


》Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2