
Turun hujan pun tiba, ke tiga laki-laki itu sudah tidak mengejar mobilnya lagi, karena Yola membelokkan jalurnya dan akhirnya mereka bertiga kehilangan jejak mobil Akbar.
Keadaan Akbar sangat lemas sekali, Akbar menyentuh luka tusukkan di perutnya, ia merasakan sakit. Yola menghentikan mobilnya, merasa sudah aman.
"Akbar, kamu masih kuat menahannya?" Kata Yola melihat Akbar terluka karena khawatir
"Tidak masalah, tenang saja Yola. Oh ya aku minta tolong ambilkan kain panjang yang ada di kursi belakang." titah Akbar
Yola pun peka, langsung mengambil kain itu dan membuka kancing baju Akbar untuk membantunya.
Mereka saling bertatapan keadaanya sangat canggung, tapi Yola tidak boleh gentar dengan hatinya, dia buru-buru melilitkan luka perut Akbar dengan kainnya itu.
"Ini di mana Akbar?" Kata Yola yang sudah membantu Akbar untuk menahan darahnya yang terus keluar.
"Aku tidak tahu Yola." pasrah Akbar yang menatap Yola sayup tapi masih bisa bertahan.
"Kita harus keluar dari sini, dan aku harus membawamu ke rumah sakit untuk menyembuhkan lukamu ini Akbar."
"Lihatlah Yola, cuaca sangat buruk. Hujan deras. Dan kita tidak tahu di mana. Aku pasrah Yola."
"Kita harus keluar dari sini." Yola kembali menyalakan mesin mobilnya, tapi tiba-tiba petir hujan begitu keras.
"Ahkkkk!" Teriak Yola spontan memeluk Akbar
"Maaf Akbar, aku tidak sengaja." Yola canggung langsung melepaskan pelukkannya
"Tidak masalah."
"Aku sudah bilang cuaca sedang buruk, kita tidak bisa pergi kemana-kemana." lanjut kata Akbar lemas.
Yola sangat khawatir dengan Akbar tapi bagaimana lagi, benar kata Akbar mereka tidak bisa pergi kemana-kemana.
Sampai malam pun tiba, Akbar hanya menutup mata untuk menahan sakitnya. Sedangkan Yola sangat gelisah dengan kondisi Akbar sekarang.
"Akbar!" panggil Yola melihat Akbar di sampingnya.
"Hm." Akbar masih setia dengan menutup mata tapi untung mau merespon.
"Kita pergi sekarang ya!"
"Yola ini sudah malam, kamu ingat jalannya tadi? Terus kalau kita ketangkep lagi dengan mereka gimana? Pikirkan itu Yola."
"Lalu kita tidur di sini?"
"Ya"
"Sampai kapan?"
Akbar tak lagi merespon Yola. Ia pun memilih diam juga, menunggu keajaiban datang. Yola kepikiran dengan ponselnya tapi sayang sinyalnya tidak ada.
__ADS_1
Yola juga sangat lelah, ia pun ikut terlelap tidur bersama Akbar di sampingnya.
Esok harinya,
Akbar sudah bangun lebih dulu, melihat Yola masih tidur begitu manisnya. Akbar tetap sama seperti dulu, terpesona dengan wanita di hadapannya sekarang. Akbar yang tipikal suka gunta ganti cewek hanya untuk di PHPin beda dengan Yola, Akbar tulus dari hati.
Yola bangun dari tidurnya, kedua matanya terbuka terkejut melihat Akbar memandangi Yola begitu dekatnya. Yola memposisikan duduknya kembali dengan benar.
"Morning Yola."
"Ya."
"Sudah baikkan?" tanya Yola
"Apanya yang sudah baikkan, ini masih sakit Yola."
"Lalu kenapa kamu memandangi waktu aku tidur dengan ekpersi senyam-senyum?"
"Nikmat Tuhan tidak boleh di dustakan." canda Akbar dengan diiringi senyum kecilnya.
Yola jelas judes tidak tergoda dengan rayuan Akbar.
"Lalu bagaimana ini?"
"Aku tidak tahu Yola."
"Kalau begitu kita keluar dari mobil, minta bantuan! siapa tahu ada orang-orang di sekitar sini." ide Yola
Cukup jauh mereka berjalan semakin dalam masuk, rasanya sudah tidak tahan lagi untuk berjalan. Tiba-tiba Yola menemukan ada sebuah rumah sederhana.
"Akbar di sana ada rumah!" kata Yola kepada Akbar dan melihat rumah di seberang sana.
Akbar dan Yola berjalan ke arah rumah tersebut, ternyata di sana ada ibu-ibu paruh baya menyapa mereka berdua yang kebetulan keluar dari dalam rumah.
"Permisi bibi, maaf kami lancang datang ke rumah bibi." kata Yola kepada bibi tersebut.
Bibi tersebut melihat Akbar terluka begitu kasian, lalu ia mempersilahkan Yola dan Akbar duduk di kursi teras rumah sederhananya.
"Kalian kenapa sampai bisa ke mari? Dan kalian siapa?" tanya bibi tersebut.
"Maaf bi, kami nyasar. Kami dari Kota dan ini pulau mana kami tidak tahu. Sebelumkan perkenalkan nama saya Yola dan orang di samping saya ini namanya Akbar Bi."
"Pantas saja! perkenalkan bibi namanya bibi Neneng. Di pulau ini hanya bibi yang ada di sini."
"Kenapa begitu bi? Tidak ada tanda-tanda kehidupan yang lain?" bingung Yola
"Ada, tapi jauh tempat dari rumah bibi yang dekat pinggir pantai ini. Mereka memilih tinggal di dalam sana. Tapi bibi memilih di sini karena bibi masih menunggu suami bibi Neneng pulang dari nelayan. Sudah beberapa tahun suami bibi belum kembali, bibi percaya dan berdoa untuk suami bibi segera pulang." jelas bibi Neneng
"Oh ya Nak Yola, itu kenapa suamimu terluka?"
__ADS_1
Yola terkejut dengan pernyataan bibi Neneng tapi saat ini dia tidak bisa menyangkal dulu. Lebih baik bibi Neneng mengiranya seperti itu untuk sementara waktu, toh privasi Yola dan Akbar urusan mereka orang lain tidak perlu tahu. Sedangkan Akbar hanya tersenyum mendengarnya ,apa lagi Yola tidak menyangkalnya.
"Itu bi, saya di culik hampir saya di perkosa tapi untung ada suami saya menolongku. Tapi sayang, penjahat itu menusuk dengan pisaunya kepada suami saya, tapi untungnya lagi kami bisa kabur dengan terburu-buru kami malah nyasar ke sini bi." jawab Yola
"Pantas saja, wanita secantik kamu sampai jadi inceran para lelaki. Oh ya nak Akbar kamu suami yang bertanggung jawab bisa menjaga istrimu dengan baik." puji bibi Neneng kepada Akbar.
Akbar hanya tersenyum menanggapinya karena ia menahan sakit di perutnya, luka darahnya semakin merembes keluar dari balik kain melilit di perutnya.
"Nak Yola, bibi ada ramuan ini. Kamu bisa memberikan obat tradisional ini kepada suamimu. Tidak mungkin kan bibi mengobati luka di perut suamimu dan malah bibi melihat dada bidang suamimu yang kekar itu. Sama ini nak, nanti suruh meminum ramuan yang ini." Goda bibi Neneng dan memberikan dua ramuan yang berbeda itu kepada Yola. Sebenarnya ramuan itu mau di berikan kepada orang lain, tapi Akbar lebih membutuhkan makanya bibi Neneng memberikannya lebih dulu, nanti biar bibi Neneng membuatkan ramuannya lagi.
Akbar dan Yola canggung dengan itu, Akbar hanya memejamkan kedua matanya ketika Yola tidak menatapnya. Ya karena Akbar menahan sakit!
Yola menerima ramuan itu , dan bibi permisi pergi masuk ke dalam untuk membereskan kamar untuk Yola dan Akbar sementara waktu sampai orang-orang mereka datang menolong mencari mereka, atau nanti ketika Akbar sudah baikkan mereka akan pulang bersama.
Yola melihat Akbar keadaannya sangat mengakhawatirkan sekali, Yola hampir menangis tapi Yola tidak boleh terlihat sedih di depan Akbar.
"Nak Yola nak Akbar, kalian masuklah dulu."
"Obati luka suamimu dulu Nak Yola." Titah Bibi Neneng.
γBersambung......
__________________________________________
Inget jadwal UPnya kan! Tunggu episode selanjutnya sesuai jadwal (Selasa&Sabtu). Terimakasih! π
__________________________________________
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π