Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
BAB 61 Saling percaya


__ADS_3

Muna merasa malu benar adanya,kalau meladeni Sonya tidak ada habisnya. Hanya saja Muna tidak tau Sonya itu siapa mungkin nanti cara lain untuk mendapatkan Alez kembali pikirnya.


Tinggalkan Tam,Sonya dan Alez yang masih berdiri disana. Tam membuyarkan keheningan keadaan sekarang ini setelah Muna pergi dari ruangan itu.


"Maaf tuan,saya kemari mau mengantar dokumen ini tuan." Alez berjalan kedepan dua langkah menyerahkan dokumen ke Alez. Lalu Alez menerimanya dengan tangannya.


"Kalau begitu,saya permisi untuk keluar." Tam mundur dua langkah langsung membungkukkan setengah badannya dan berjalan keluar ruangan itu.


Sonya yang masih berdiri lalu duduk di sofanya merasa perutnya kram apalagi kakinya sudah pegal untuk berdiri.


Sonya mengelus ngelus perutnya agar enakan sedikit. Alez menyadari itu langsung menghampiri Sonya duduk di sofanya.


"Sayang kamu kenapa? Kamu seperti menahan sakit?" Alez melihat Sonya seperti meringis menahan sakit diperutnya.


"Perutku kram mas.sssttt" Sonya mengelus ngelus perutnya sendiri.


"Kita kerumah sakit sekarang sayang." jawab Alez yang khawatir


"Mas elus perutku aja,tidak papa aku paling kelamaan berdiri tadi." titah Sonya


Alez mengarahkan tangan kanannya memegangi perut Sonya yang sudah sedikit membuncit itu,di elus dengan lembut.


Sehingga rasa sakit di perutnya pun hilang bersamaan Alez mengelus ngelus perut Sonya.


"Gimana masih merasa sakit perutmu sayang?" Tanya Alez menatap Sonya


"Udah mendingan mas."


Akhirnya acara ngelus perut Sonya pun selesai.


"Sayang aku tadi kiranya kamu marah sama aku."


"Marah? untuk apa! seperti anak kecil aja marah sama kamu. Mas kita kan sudah janji akan saling percaya satu sama lain,apapun yang terjadi kita tidak gampang menilai duluan sebelum jelas benarnya."


"Mas apa kamu lupa atas janji kita?" lanjut Sonya


"Tidak sayang,aku beruntung memiliki istri seperti kamu." Alez merapatkan memeluk tubuh Sonya disampingnya itu didalam dekapannya.

__ADS_1


"Mas, aku sudah berjanji akan selalu percaya padamu,kamu tidak mungkin mengkhianatiku. Kalau kamu mengingkari kamu bakalan kehilanganku dan anak kita. Ingat itu mas." peringatan Sonya


"Mana mungkin aku akan mengkhianatimu,tidak akan pernah terjadi aku aja takut kalau kamu pergi. Aku mencintaimu Sonya!" kata serius Alez


"Baiklah aku percaya padamu."


Sonya tersenyum lalu menyandarkan tubuhnya di dalam dekapan suaminya itu


"Sayang biarkan Muna bertemu dengan Alif,bagaimanapun Muna adalah ibu kandunganya."


"Tidak sayang,biarkan saja Alif tidak mengenal dia. Ibu macam apa dia!" Kesal Alez


"Sayang jangan seperti itu,setidaknya berikan dia kesempatan untuk ketemu Alif. Setelah itu terserah kamu,itu juga demi Alif." Bujuk Sonya


"Nanti aku pikirkan!" singkat Alez


Sonya hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya saja,Alez merasa gerakannya itu didalam dekapannya


"Sayang aku masih ada kerjaan yang belum aku selesaikan."


"Yaudah mas selesaikan dulu aku akan menunggu di sini."


"Baiklah,sayangnya jam makan siang sudah habis. Apa kamu butuh makan untuk mengisi perutmu sayang?"


"Aku udah makan mas sebelum kesini tadi dirumah,oh iya apa kamu udah makan siang mas?"


"Sudah sayang,yakin kamu tidak ingin makan lagi?"


"Enggak mas,gih kembali bekerja. Nanti setelah kerjaanmu selesai kita cari makan bersama."


"Siap sayangku,muaahh" Alez mencium pipi Sonya dengan lembut. Lalu beranjak berjalan ke meja kerjanya,dan mulai fokus dengan pekerjaannya.


Beberapa jam sudah berlalu Sonya menunggunya sampai ketiduran di sofa. Akhirnya Sonya bangun merasa kantuknya sudah hilang mendekati Alez yang masih fokus bekerja.


"Mas!" panggil Sonya yang sudah melingkarkan tangannya dari belakang di leher Alez yang masih fokus di layar laptopnya dan beberapa dokumen yang Alez baca.


"hm" Alez masih sibuk mengetik di laptopnya

__ADS_1


"Masih lama?" tanya Sonya


"Bentar lagi sayang."


"Kalau begitu aku duduk dipangkuanmu ya mas,aku janji gak akan ganggu kamu." mohon Sonya di sisi samping Alez yang sedang duduk dikursi kebesarannya itu.


Tanpa persetujuan Alez, Sonya duduk dipangkuan Alez dengan duduk melingkarkan kedua kakinya di pinggang Alez lalu memeluknya ditenggelamkan kesamping wajah Sonya di leher Alez, tanpa menghalangi wajah Alez yang masih fokus dilayar laptopnya.


Kerjaan Alez hampir selesai,Sonya yang bergerak dipangkuannya membuat dibawah sana bereaksi,wajar lah Alez adalah laki laki normal.


ใ€‹Bersambung.....


____________________________________________


Sebenarnya author dah UP setiap harinya, cuma pihak admin masih review BAB author yang lama berjam-jam berhari-hari, BELUM segera LOLOS REVIEW membuat kalian nunggu lama๐Ÿ˜ญ Bukan author gak mau crazy UP. Bisa kok gabung di grup imah_nm sekedar info.


____________________________________________


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. ๐Ÿค—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


โœ”VOTE ๐ŸŽ–๏ธ


โœ”LIKE ๐Ÿ‘


โœ”KOMENTAR ๐Ÿ’ฌ


โœ”FAVORIT โค


โœ”TIPโญ


โœ”RATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG


โŒDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.๐Ÿ™…โ€โ™€๏ธ


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya๐Ÿ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2