
Di RS
"Apa yang terjadi Yola? Kamu dan anak-anak tidak apa-apa kan?" tanya tante Jessie baru datang menghampiri Yola dan anak-anak.
Yola masih dengan tangisannya itu, sedangkan anak-anak hanya diam dengan wajah yang melas juga.
"Tidak apa-apa ma. Cuma di dalam ada kak Akbar yang sakit." kata Putra.
Jelas tante Jessie bingung maksud dari perkataan Putra.
"Akbar, tante! dia tadi menyelamatkan aku." masih dengan isak tangisnya, Yola menyeritakan semuanya dari awal sampai akhir kejadian tadi.
"Lalu bagaimana keadaannya sekarang Yola? Apa Akbar baik-baik saja?" tante Jessie jelas sok mendengarnya dan khawatir.
"Masih di ruang ICU. Aku khawatir tante!"
"Tenanglah Yola, kalau begitu kamu tenangkanlah dirimu terlebih dahulu dan anak-anak ajak untuk pulang."
"Tapi tante bagaimana Akbar tante? aku harus menunggunya di sini."
"Kamu lihatlah anak-anak."
Wajah lugu polos dan sedih si kembar karena melihat Yola juga sedih menangis, begitu juga mengetahui Akbar terluka. Anak-anak ikut sedih, seketika Yola sadar akan hal itu.
"Maafkan kak Yola, sayang! Kalau begitu benar kata mama Jessie kita pulang dulu besuk kita ke sini lagi ya!"
"Iya kak Yola. Aku juga mau kak Yola istirahat di rumah, aku kasian melihat kak Yola sedih. Besuk ke sini lagi ya kak, jenguk kak Akbar." jawab Putri.
"Ya. Mari kita pulang Putra Putrinya kakak!"
Akhirnya mereka pulang ke rumah terlebih dahulu, dan Yola tidak ingin deddy Jack dan Mommy Cesa mencari mereka.
________
Esok harinya,
Yola di beri kabar oleh perawat yang ada di RS, kalau Akbar sudah bisa di pindahkan ke rawat inap VIP. Dan Akbar bisa di jenguk, itu terdengar oleh tante Jessie.
"Kesanalah Yola, kamu bisa menemuinya sekarang!" sahut tante Jessie
"Tapi tante......"
"Sudah, bersiap-siaplah kesana, tidak perlu kamu ke kantor hari ini. " bujuk tante Jessie.
Yola pun bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit, dengan keyakinan hatinya.
______
Ketika Yola sudah masuk ke dalam kamar VIP, Akbar terbaring lemah di ranjang pasien dengan terpasang infus, dan luka punggungnya yang teryata berhimbas juga di tangan kanannya.
Akbar yang masih terbaring, lalu Yola menghampiri Akbar dan memegang wajah Akbar dengan lembut.
Akbar sudah sadar dari tadi dan hanya tiduran saja, merasa ada sentuhan di wajahnya. Akbar menarik tangan Yola dan Akbar membuka matanya. Yola sangat terkejut, lalu Yola menarik tangannya tapi tidak bisa karena tahanan Akbar.
"Kamu datang? Apakah kamu baik-baik saja."
"Ya seperti kamu lihat. Tapi tolong lepaskan tanganku."
"Syukurlah."
"Kenapa kamu menyelamatkanku?"
"Karena aku men........"
__ADS_1
Tiba-tiba pintu kamar VIP Akbar terbuka dan datangnya mamah Sonya masuk ke dalam.
"Akbar, kamu tidak apa-apa nak? mamah khawatir sayang." Mamah Sonya reflek memdekat dan memeluk Akbar, dengan secepat kilat Yola melepaskan genggaman tangannya itu.
"Tidak apa mah. Jangan peluk Akbar seperti ini, haduduh luka Akbar sakit." rengek Akbar
"Maaf maaf Akbar, habisnya mamah khawatir denger kabar kamu masuk rumah sakit."
"Iya mah Akbar baik-baik saja."
"Akbar jangan buat mamah khawatir, kalau ada apa-apa bilang sama mamah. Papah tidak bisa kesini tidak apa kan? Papah sedang ada meeting, tapi tidak bisa di batalkan jadinya papah datang sendiri tanpa kamu."
"Tidak apa mah, pasti papah sedang kuwalahan ini. Tapi namanya musibah mau gimana lagi."
Mamah Sonya pun melihat Yola, sedangkan Yola begitu canggung di tatapnya.
"Akbar, dia siapa nak?"
"Dia Yola mah."
"Bentar bentar. Bukannya dia anaknya Jack dengan Cesa kan?"
"Iya tante."
"Bisa tante bicara dulu dengan Akbar berdua, kamu bisa pulang."
"Tapi mah, dia baru dateng lho."
"Tidak apa-apa Akbar, aku bisa ke sini besuk lagi. Kalau begitu aku permisi dulu Akbar, tante." Yola pun pergi meninggalkan Akbar dengan mamah Sonya begitu sopan.
"Mamah, kenapa mamah mengusir Yola?"
"Akbar dia anak dari musuhnya papah, deddynya menfitnah papah yang nipu bisnisnya. Tapi kamu tahu sendiri kan papah bukanlah seperti itu? Jelas papah Alez tidak terima." jelas mamah Sonya.
"Apa yang kamu katakan Akbar. Apa jangan-jangan kamu mencintai wanita itu?"
"Kalau iya bagaimana mah?"
"Akbar, papah bisa marah kalau kamu benar sudah jatuh cinta dengannya."
"Lalu kenapa kamu menyelamatkan Yola dengan orang jahat yang mau menyelakai Yola, mamah sudah cari tahu dari tempat kejadianmu kemarin bersamanya."
"Ya karena Akbar mencintai Yola mah! Aku tidak tahu siapa orang yang berbaju hitam itu."
"Mamah bisa menjodohkanmu dengan Sila, Akbar! Kamu bersama Yola akan celaka."
"Aku tidak mencintainya!"
"Terserah kamu Akbar."
"Mah aku mohon mamah dukung Akbar dengan Yola, Akbar benar-benar sudah jatuh cinta dengan Yola. Aku yakin kalau papah dan om Jack ada kesalahpahaman dalam bisnis, bukannya kata mamah dulu mereka bersahabat dan saling berkerjasama. Kenapa jadi begini?"
...*****...
Esuk harinya tiba kembali.
"Kak Yola, aku ingin ke rumah sakit menjenguk kak Akbar."
"Tidak bisa sayang."
"Tapi kak, aku pengen bertemu kak Akbar sekarang." Melas anak-anak
Tante Jessie melihatnya dan menyadari kalau Yola pasti tidak ingin ke sana lagi gegara ceritanya kemarin waktu di rumah sakit, mamah Sonya mengusir Yola.
__ADS_1
"Yola, kamu tidak kasian dengan anak-anak. Lihatlah!" Tante Jessie mendekati mereka.
Yola nampak kasian dengan wajah melas Putra dan Putri. Sebenarnya Yola juga ingin sekali melihat Akbar sekali lagi, tapi dia harus mengecilkan egonya.
"Baiklah. Kita siap-siap ke rumah sakit." Jelas saja anak-anak sumringah sekali mendengarnya.
_______
Di RS
Pintu kamar VIPnya Akbar terbuka, ternyata Akbar sedang melakukan sarapan pagi sendiri di tempat ranjang tidurnya, dengan posisi duduk di depannya ada meja khusus meja makan pasien.
"Kak Akbarrrr!" Teriak si kembar,
Sontak saja Akbar senang, si kembar berhamburan, Putri duduk di sebelah ranjang kirinya Akbar dan Putra duduk di sebelah ranjang kanannya Akbar.
"Kak Akbar baik-baik saja?"
"Iya sayang!"
Yola melihatnya hanya tersenyum, lalu di sana ada tante Jessie, tante Jessie pamit untuk pergi, karena hari ini jadwalnya terbang ke Inggris.
"Kak Akbar cepat sembuh ya!" kata Putra
"Pasti, tapi ada syaratnya kalau kalian ingin kakak bisa sembuh dari sakitnya."
"Apa itu kak!"
"Kalian harus cium kak Akbar!" dengan senang hati Putra dan Putri menyium pipi Akbar bersamaan. Jelas itu membuat Yola tersenyum terlihat dengan lesung pipinya yang melengkung.
Lalu Akbar melanjutkan makannya, tapi Akbar cukup kesulitan karena dengan menggunakan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya di perban dengan gendongan dan tidak boleh untuk bergerak.
Anak-anak menyadari itu, Yola pun juga melihat Akbar kesulitan makan tapi memilih diam berdiri di tempat. Akhirnya anak-anak punya ide dan turun dari ranjang, mereka menarik tangan Yola untuk duduk di sebelah Akbar, dan membantu Akbar makan.
Dengan permintaan anak-anak Yola pun mau, jelas Akbar senang. Dengan kekuatan tangan kiri Akbar, Akbar pun menarik semakin dalam ke sampingnya sambil di suapin oleh Yola. Anak-anak melihat dari depan nampak senang dan bahagia, karena melihat Akbar dengan Yola tidak berantem lagi untuk hari ini.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1