
Semenjak Yera tidak di percaya lagi dengan kedua orang tua angkatnya gegara masalah foto Yolanda kala itu, akhirnya ia memilih untuk bekerja di bidang artis papan atas yang lebih simpel. Itu saja membuat deddy Jack tidak masalah, menurut deddy Jack itu langkah bagus dari Yera sendiri daripada gabung di perusahaan tapi tidak ada perkembangan sama sekali.
Semenjak Yera ikut shooting film dan pemotretan sana kemari ia pun akhirnya bisa beli rumah sendiri dari pada ngurus orang tua bangka. Pikirnya! Toh dirinya sudah mengaku hebat, untuk apa orang tua? gak penting. itulah sifat aslinya Yera yang busuk.
Yera sekarang sudah jadi artis yang cukup tenar. Hari itu dia baru saja selesai syuting adegan romantis. Sutradara puas banget dengan hasilnya. Dia langsung memuji-muji bakat akting Yera dan lawan mainnya dengan pujian setinggi langit. (Suatu saat Yera akan di kalahkan dengan Aseli yang jauh lebih cantik lahirnya dan juga hatinya. Beda jauh dari Yera pokoknya.)
Dan dia memang benar-benar berakting dengan baik, bukan cuma di lakorn, tapi juga di dunia nyata. Di depan orang lain, dia tampak baik dan manis banget. Tepat saat itu juga, dia mendapat kiriman buket bunga entah dari siapa.
Tak lama kemudian, Yera pergi menemui kenalannya yang ternyata Taro yang hendak mempekerjakannya untuk menjadi presenter proyek barunya di perusahaan deddy Jack. Dia sudah mempresentasikan Yera pada dewan direksi dan mereka sudah menyetujuinya.
Yera langsung senang bin antusias. Tapi... apa putrinya pemilik perusahaan deddy Jack sudah kembali? Taro berkata belum dan Yera tampak lega. Lalu apa ada pesaing lain dalam proyek ini? Tanya Yera.
Hmm, aneh. Kayaknya Yera lebih penasaran sama proyek ini daripada tentang dirinya yang menjadi presenter. Yera dengan canggung beralasan bahwa dia menanyakannya hanya karena dia harus berhati-hati sebagai presenter proyek ini.
Taro dengan senang hati memberitahunya bahwa pesaing utama mereka adalah perusahaan Alez Group. Mereka harus berhati-hati terhadap konsep proyek ini, karena itulah Yera diminta untuk menjaga kerahasiaan informasi perusahaan.
"Tentu saja! Aku akan tutup mulut dan diam!" Ujar Yera terlalu antusias. Tapi... si Yera ini kok mencurigakan yah?
*****
Yolanda, Tante Jessie dan si kembar akhirnya tiba di Indonesia. Si kembar pun diperkenalkan sebagai anak adopsinya Tante Jessie. Kedua orang tua Yolanda pun langsung suka sama mereka dan menyambut mereka dengan hangat, sama sekali tidak mencurigai apapun.
Yolanda benar-benar galau dengan situasi ini. Setelah deddy dan mommy membawa si kembar masuk, Ana meyakinkan Yolanda untuk tidak mengkhawatirkan apapun. Ana janji tidak akan membiarkan Yolanda menghadapi hal-hal buruk seorang diri.
"Berjanjilah padaku, kau tidak akan menyembunyikan apapun lagi dariku."
__ADS_1
Yera terharu. "Terima kasih. Aku bahagia memiliki seorang sahabat baik sepertimu."
"Tentu saja aku baik."
Malam harinya saat berkumpul mereka berkumpul bersama, deddy tiba-tiba bertanya apakah ada sesuatu yang ingin Yolanda katakan padanya. Yolanda gugup seketika, apa yang harus dia katakan?
"Yola, kamu sekarang sudah lulus. Kapan kamu akan membantu deddy bekerja?" Tanya deddy.
Fiuh! Ternyata cuma itu. Yolanda meyakinkan bahwa dia sudah siap untuk mulai kerja kapan saja. Baguslah. Kalau begitu, besok Yolanda ikut deddy ke kantor. Besok ada meeting dengan perusahaan konstruksi. Deddy akan memperkenalkan Yolanda sebagai partner perusahaan.
Meeting yang dimaksudnya deddy Jack itu, ternyata juga dihadiri oleh Akbar dan papah Alez. Tapi tujuan utama papah Alez menghadiri meeting ini sama sekali bukan untuk urusan proyek, melainkan untuk melihat wajah si pecundang itu (Deddy Jack). Apa dia belum datang?
Deddy Jack dan Yolanda baru datang saat itu dan langsung disambut sama Taro yang sepertinya kesengsem sama Yolanda yang cantik. Tapi begitu mereka masuk, langkah deddy Jack terhenti seketika begitu melihat papah Alez.
Yolanda pun tercengang saat melihat pria yang bersama papah Alez. Akbar tiba-tiba menoleh padanya, Yolanda sontak memalingkan muka dan bergegas melarikan diri ke toilet. Dia benar-benar ketakutan, melihat pria itu membuatnya kembali teringat kenangan buruk malam itu.
Deddy Jack tak gentar dan dengan tenang memberitahu papah Alez bahwa ada satu prinsip lagi dalam bisnis. Yaitu kejujuran. Papah Alez sinis mendengarnya, kejujuran dan kebodohan itu cuma beda tipis.
Deddy Jack jelas tersinggung mendengarnya. Akbar buru-buru menyela dan dengan sopan mengharap semoga kedua perusahaan mereka bisa bekerja sama suatu hari nanti. (Author juga maunya begitu, supaya salah pahamnya segera berakhirπ, kalau berakhir tamat dong, mending lanjut dulu yak! nikmati alurnya.π)
"Saat tuan Alez sudah tahu tentang kejujuran, baru kita bisa bicara." Sinis deddy Jack lalu pergi. papah Alez puas banget, tapi Akbar tak senang dan langsung pergi.
γBersambung......
__________________________________________
__ADS_1
Y.O. Akhirnya Yolanda bertemu kembali dengan Akbar. Mulai pemanasan heheh, jangan lupa komentarnya!!!
__________________________________________
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π