Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Akbar mengetahui semuanya


__ADS_3

Akbar memilih pergi dari ruangan papah Alez, lalu tidak berlanjut memilih meninggalkan perusahaannya.


Sampailah di rumah, Akbar sangat kesal dengan papah Alez, sampai-sampai ia tidak mau mendengar penjelasan papah Alez lagi.


Ditengah-tengah kekesalan Akbar, ponselnya berdering ternyata itu dari Asela. Kebetulan lagi Akbar juga ingin pergi dari Indonesia dan beberapa hari ke Inggris untuk mengubah mood buruknya menjadi baik.


"Kak Akbar beneran mau ke sini?" tanya Asela di balik teleponnya.


"Iya, apa kakak pernah bermain-main dengan ucapan kakak?"


"Iya kak... Asela tahu, kak Akbar lagi tidak ada masalah kan?"


"Tenang saja, kakak baik-baik saja. Nanti kakak pesan tiket, mungkin kalau ada tiket penerbangan hari ini kakak berangkat hari ini juga, menjemputmu sekalian oke!"


"Baiklah, aku tunggu kak."


...*****...


Akbar mengepak semua pakaian seperlunya saja, lalu di masukkan ke dalam koper. Akbar membeli tiket lewat online jadi tidak ribet datang harus mengantri, akhirnya jam pesawat yang ia tumpangi akan lepas landas jam 14.00 siang, Indonesia-Inggris.


Di dalam pesawat, Akbar masih tidak menyangka papah bisa melakukan seperti itu. Selama ini papah Alez di kenal baik sebelumnya, kenapa semua seperti ini. Demi mengubah moodnya beberapa waktu Akbar memilih menenangkan diri ke Inggris sekalian menjemput Asela pulang ke Indonesia.


...*******...


Di Inggris


Kurang lebih Akbar sampai Inggris jam 7 pagi, sudah tahu tempat tinggal Asela. Akbar sudah sampai rumah Asela yang di Inggris.


"Kakak." teriak Asela melihat Akbar sudah sampai rumahnya


Mereka saling berpelukkan karena pasti mereka saling merindukan.


"Hais... tidak seperti ini Asela."


"Kenapa? tidak boleh memeluk kakak sendiri!" cemberut Asela. Asela pasti akan bermanja-manja kepada kakak-kakaknya siapapun itu, mau kak Alif maupun kak Akbar. Beda dengan Aseli dia sedikit tomboy meskipun berperan sebagai model.


"Boleh, kenapa dengan wajahmu? kak Akbar lelah jangan merajuk adikku cantik."


"Baiklah-baiklah. kakak istirahat di kamar. Aku senang kakak menjemputku langsung."


Akhirnya Akbar memilih masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan Asela. Asela yang dapat shift pagi ia harus segera ke rumah sakit di tempat ia bekerja.


Dan Akbar lah mengisi kesibukkan mengurus dokumen lewat laptopnya, meskipun Akbar meninggalkan perusahaannya ia masih punya tanggung jawab terhadap perusahaan itu.


Beberapa hari, Akbar sangat risih dengan Jome yang mencarinya. Tapi beda dengan mamah Sonya yang menanyainya jelas Akbar menjawab dengan jujur keberadaannya di Inggris untuk menjemput Asela, ada lega di hati mamahnya kalau Akbar baik-baik saja.


Malam hari....


Akbar yang masih sibuk dengan dokumennya melalui pengecekkan di laptopnya, tanpa di sadari Asela masuk ke dalam kamarnya.


"Kak Akbar!" panggil Asela masuk ke dalam kamar.


"Asela, ngageti kakak saja. Kalau masuk ke dalam kamar kakak ketuk pintu dulu."


"Yeee... maaf kak, habis kakak tadi fokus banget sama laptopnya, di tambah pintu ke buka lebar gini."


"Hm iya udah, ada apa?"

__ADS_1


"Kak, lagi tidak ada masalah kan?"


Akbar menghembuskan nafasnya dengan perlahan, dan menjawab dengan entengnya.


"Tidak!"


Asela tahu betul kak Akbar seperti apa, ia mendekat ke arah samping kak Akbar melihat apa yang ia kerjakan. Ternyata benar kakaknya sedang membuka beberapa berkas-berkas yang ia baca di laptop, ketika Akbar mengeluarkan semua menu laptop, Asela tertuju dengan wallpaper yang ada di layar laptopnya.


"Yolanda!" kata Asela melihat layar laptop Akbar


"Apa Asela? kamu tahu wanita yang ada di layar laptop kakak ini?" tanya Akbar menatap Asela


"Jelas kenal kak, dulu itu dia adalah pasienku... dia sangat buruk waktu itu kak. "


"Buruk?"


Asela duduk di samping kak Akbar


"Iya, hampir dia putus asa karena dia hamil tanpa seorang suami."


"Apa? lalu?" Akbar syok mendengarnya


"Sangking dia setres, dia seperti tidak ada harapan hidup, hampir saja ia ingin bunuh diri untung saja tante Jessie mau memberikan dukungan kepada Yola. Hingga akhirnya dia menerima kehamilanannya lalu melahirkan anak kembar pengantin, dan mau mengurus anak-anaknya bersama tante Jessie yang merawatnya."


"Kakak ingat kan, Asela meminta kak Akbar memberikan hadiah buat keponakan tante Jessie. Dan kak Akbar ingat kan? waktu panggilan via video call anaknya menumpahkan minumannya tapi sepertinya kakak tidak melihatnya."


Seketika bayangan Akbar teringat beberapa cuplikan masa lalunya dengan Yola, dari awal tidur dengan Yola. Dan yang di bicarakan kalau Yola berbohong tidak hamil, jadi Yola menutupinya. Dan lagi ia ingat waktu melakukan hubungan intim kedua ia melihat perut Yola ada bekas jahitan seperti jahitan operasi.


"Kakak tanya, apakah Yola melahirkan normal atau operasi?"


Ada sudut senyum yang di wajah Akbar, jelas Asela memperhatikan wajah kakaknya yang berubah menjadi berbinar terlihat dari kedua matanya. Ada alasan Akbar bisa bersama Yola kembali.


"Akhirnya... aku tahu sekarang kalau Yola hanya milik aku."


"Maksud kakak?"


"Kakak adalah ayah dari Putra dan Putri."


"Beneran kak?"


"Iya Asela, kakak bisa memperjuangkan cinta kakak kepada Yola. Lalu kamu tahu di mana tempat tinggal tante Jessie yang di sini? katanya dia kembali ke Inggris untuk urusan kerjaannya juga."


"Tahu kak, tempat tinggalnya di sebelah rumah Asela ini."


Akhrinya dengan terburu-buru Akbar keluar dari kamarnya meninggalkan Asela sendirian.


"Kak Akbar!" panggil Asela melihat Akbar sudah pergi


...*****...


Di rumah tante Jessie di Inggris


Tok....


....Tok


Tok....

__ADS_1


Tante Jessie yang melihat bingkai foto Yola dengan Putra dan Putri lalu di taruh kembali di mejanya, karena mendengar ketukan pintu dari depan rumah.


"Akbar!" Tante Jessie sangat syok melihat Akbar ada di Inggris


Akbar di persilahkan masuk kedalam rumah tante Jessie, tidak sengaja Akbar melihat foto Yola dengan Putra dan Putri di meja hias yang sengaja di pajang. "Yola, anak-anakku!"


Tante Jessie melihat Akbar menyentuh bingkai itu, jelas tante Jessie tercengah melihat dan mendengar perkataan Akbar.


Akhirnya Akbar mengobrol dengan tante Jessie, Akbar menceritakan semuanya kepada tante Jessie. Jelas tante Jessie syok karena Akbar sudah tahu semua, yang membuat syok kembali kalau Akbar tahu semua dari Asela adiknya sendiri.


"Akbar sudah mengetahui semuanya!" batin tante Jessie


"Cukup Akbar!"


"Yola sudah menderita dari awal bertemu denganmu."


"Akbar tahu tante, Akbar akan menebus semuanya. Akbar akan memperjuangkan cinta Akbar dengan Yola, demi anak-anak."


"Yola sudah menderita dari dulu Akbar! Cukup kamu mengusiknya. Besok tante Jessie kembali ke Indonesia, lusa Yola akan melakukan pertunangan."


Akbar jelas tidak mau itu terjadi pada akhirnya Akbar bersimpuh di kaki tante Jessie agar tante Jessie mau merestui Akbar dengan Yola, sampai air mata Akbar tidak bisa di bendung lagi, tante Jessie pun sama menangis. Esuk hari dia akan segera pulang ke Indonesia juga.


Tante Jessie pun luluh dengan sikap Akbar, ia kekeh untuk memperjuangkan Yola, dan menerima anak-anaknya, tanpa merebut anak-anaknya dari Yola. Akbar ingin mendapatkan semuanya... Yola dan anak-anaknya.


》Bersambung.....


___________________________________________


UP - Tergantung like dan komentar kalian semua..... β€πŸ€—πŸ˜˜


___________________________________________


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2