Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Yola demam


__ADS_3

Akhirnya Yola mendorong tubuh Akbar, ia pun bergegas pergi meninggalkannya meskipun kakinya merasa sakit setidaknya buat berjalanpun masih bisa.


Yola masuk ke dalam villa di mana itu menjadi villa yang ia tempati sekarang bersama anak-anak dan tante Jessie. Tante Jessie melihat Yola dengan keadaan menangis jelas tante Jessie khawatir sekali apa yang terjadi barusan sampai Yola menangis seperti ini.


"Kenapa kamu menangis Yola?" tanya tante Jessie


"Apa aku harus menerima Akbar tante?"


"Yola, jangan menyiksa perasaanmu sendiri. Kalau kamu memang mencintainya, bukalah hatimu untuknya sayang."


"Lihatlah anak-anak, mereka juga begitu menyukai Akbar. Lambat laun yang kamu sembunyikan seperti ini terus-terusan akan menjadi bomerang untuk hidupmu sendiri, berfikirlah demi anak-anak juga Yola."


Entah kenapa rasa tubuh Yola tidak begitu nyaman, rasanya pegal sekali dan mengantuk. Akhirnya Yola memilih untuk membersihkan tubuhnya dan beristirahat.


Esok harinya


Yola, tante Jessie dan anak-anak melakukan sarapan bersama di luar Villa, Akbar melihat dari kejauhan, kamar villanya tidak jauh dari villa yang Yola tempati. Akbar yang sudah rapi juga menghampiri mereka semua di sana, Akbar ingin bergabung dengan mereka, Yola hanya menatap sinis. Tapi anak-anak sangat menyukai kehadiran Akbar di sini.


Hendak Akbar memberikan udang yang sudah Akbar siapkan ke piring Yola, tiba-tiba Yola merasa mual dan ingin muntah setelah menyium bau udang yang diberikan dari Akbar.


"Hueeekkk..... Hueeekkk!" Yola menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan berlari masuk untuk ke kamar mandi.


Akbar pun sangat khawatir dengan Yola, apakah Yola alergi dengan udang.


"Tante, apa Yola tidak suka udang?" tanya Akbar kepada tante Jessie


"Dia cocok-cocok saja makan apapun, apa mungkin Yola sedang tidak enak badan." jawab Tante Jessie yang juga ikut khawatir, lalu tante Jessie meminta Jeni menjaga anaka-anak lebih dulu.


Tante Jessie masuk kedalam menuju ke kamar mandi di mana di situ ada Yola, Akbar mengekori tante Jessie di belakang karena dirinya juga khawatir dengan Yola.


Tokk tokk tokk


"Yola, kamu tidak apa-apa kan?" Tante Jessie mengetuk pintu dan memanggil Yola yang masih muntah-muntah di pagi hari, padahal pagi ini Yola belum makan apapun.

__ADS_1


Akhirnya Yola keluar dari dalam kamar mandi melihat tante Jessie dan Akbar, wajah Yola begitu pucat sekali dan terlihat lemas.


Perlahan kaki Yola berjalan menghampiri tante Jessie untuk membantunya berjalan, Akbar pun ingin membantu Yola tetapi ditepisnya. Dengan tubuh guntainya pun Yola tetap berjalan bersama tante Jessie, Akbar hanya mengikuti dari belakang.


"Yola, kamu baik-baik saja? aku bantu ya!" kata Akbar mengimbangi langkah Yola di sampingnya.


"Tidak apa, ada tante Jessie yang membantuku." tolak Yola


Sampai di pertengahan jalan, tiba-tiba tubuh Yola oleng keseimbangan untuk berdiri pun hilang.


Bruuugggggkkkk


Akbar menangkap tubuh Yola tepat di dekapannya saat ini.


"Yola." teriak tante Jessie


"Yola Yola bangun!" Akbar menepuk-nepuk pipi Yola yang sudah tidak sadarkan diri.


Akbar menggendong tubuh Yola dan membawanya masuk ke dalam kamar Yola, Akbar merebahkan tubuh Yola di ranjang tidurnya. Menyelimuti tubuh Yola dengan selimutnya, dan tante Jessie menghubungi dokter tapi sayang dokter yang dihubunginya tidak ada yang mau menjawab mungkin masih sibuk.


Akbar pun keluar dari kamar Yola begitu juga tante Jessie keluar dari kamar Yola. Kamar yang tertutup dengan sekatan kaca kesamping kanan kiri setiap sudutnya yang terlihat dari luar, Akbar masih melihat Yola dari kejauhan sampai Akbar berlalu pergi ke kamarnya sendiri.


Malam Hari


Akbar menemui Tante Jessie ternyata seperti yang dikatakan kalau tadi Yola sudah sadarkan diri tapi setelah Yola kembali tidur Yola merasa demam, tubuhnya sangat panas sekali sehingga tante Jessie memberikan kompres air hangat di dahi Yola untuk meredakan suhu panasnya.


"Tante, aku ingin melihat Yola." pinta Akbar berharap ia bisa menemui Yola


Tapi untungnya tante Jessie memperbolehkan Akbar untuk melihat Yola, kebetulan anak-anak juga rewel hanya tante Jessie yang bisa menjaga tidur si kembar. Si kembar mengerti malam ini mereka harus tidur bersama tante Jessie dan memberi waktu Yola untuk istirahat, anak-anak yang baik dan penurut.


Akbar melihat Yola dari sekatan kaca yang menembus didalam kamar Yola, Akbar sangat sedih melihat Yola terbaring lemah di ranjang tidurnya. Akbar perlahan menggeser pintu masuk kedalam kamar Yola dan menggeser kembali menutup pintu setelah Akbar masuk.


Langkah Akbar perlahan mendekat ke arah ranjang tidur Yola, melihat Yola. Akhirnya Akbar berjongkong dan menatap wajah Yola yang masih terlelap tidur, ia menyentuh dahi Yola suhunya mulai sedikit menurun setidaknya tidak terlalu panas. Akbar pun menyium kening Yola, hendak Akbar mengundurkan postur tubuhnya Yola menarik tangan Akbar masuk kedalam dekapannya secara reflek Akbar pun juga ikut tertarik memeluk dan tidur di samping Yola.

__ADS_1


Air mata Akbar menetes begitu saja, ia meruntuki dirinya sendiri. Rasanya hatinya perih sekali kalau Yola menderita, apa lagi menderitanya sudah dari dulu awal mereka bertemu, sampai membuat Yola hamil tanpa ada dirinya di sisinya. Menghancurkan impian Yola yaitu untuk lanjut studi pun sia-sia karena ia harus mengasuh anak-anaknya sendiri, merawat si kembar sendirian sampai sebesar ini.


Akbar mengeratkan pelukkannya di tubuh Yola, dan menyium pucuk rambut Yola sebelum ia juga terlelap tidur. Kali ini Yola tidur di dekapan Akbar yang menghangatkan tubuh Yola yang lagi demam.


Dari luar tante Jessie melihatnya, ia tersenyum melihatnya berharap esuk hari Yola bisa berubah pikiran mau menerima Akbar sebagai suaminya, demi dirinya dan anak-anak. Mereka saling mencintai dan mereka pantas mendapatkan kebahagiaannya, selama ini bukan Yola saja yang menderita tetapi Akbar juga sangat menderita mencari wanitanya selama bertahun-tahun, itu waktu yang tidak singkat.


Rata-rata pria yang menginginkan hawa nafsunya saja meninggalkan wanita yang sudah menjadi bekasnya, bisa saja Akbar lakukan itu sama seperti pria lain di luar sana yang tidak mempunyai tanggung jawab. Tapi Akbar bukan pria yang seperti itu, Akbar memiliki pegangan teguh sendiri, dan ia baru merasakan jatuh cinta dengan Yola pertama kali mereka bertemu meski banyak wanita lain yang lebih cantik, seksi yang menginginkan Akbar sebagai kekasih dan banyak wanita menginginkan Akbar karena tubuh Akbar atletis yang super duper hot sempurna dan menawan.


Tapi Akbar menolaknya hanya demi wanitanya yang pertama kalinya ia tiduri dan meninggalkan benih keturunannya sendiri di rahim Yola yang tidak pernah ia sangka-sangka selama ini. Kecerobohannya karena melupakan pengamannya waktu itu dan terbuai nafsunya yang sudah menjalar di tubuhnya dengan persatuan tubuh Yola. Sekarang ia tahu karena adanya anak-anak mereka bisa bersama lagi, itu harapan Akbar.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2