
"Yola, kamu ingin bicara apa dengan deddy?" kata deddy Jack bersama dengan mommy Cesa yang sudah duduk berhadapan dengan Yola dan Akbar.
"Ini soal Mr.Kim ded."
"Mr.Kim?" deddy Jack memastikan
"Iya ded, Akbar katakan kepada deddy semuanya." kata Yola beralih nenatap Akbar agar Akbar mau menyeritakannya lebih dulu.
Akbar menghela nafasnya dengan perlahan, pada akhirnya Akbar menyeritakan kembali kepada deddy Jack seperti ia sebelumnya mengatakan ke Yola di villa.
"Apa benar Mr.Kim menipu?"
"Begitulah om, saya sudah menyelidikinya lebih dulu."
"Untung saja Yola belum memberikan semua dana kita ke Mr.Kim." sahut Yola
"Bukankah ini sama seperti om Jack dan papah dulunya salah paham seperti ini sampai hubungan om dan papah terpecah belah."
"Iya Akbar kamu benar. Tapi untungnya masalah om dan papahmu karena kesalahpaham sudah berakhir, semua sudah di bicarakan baik-baik kemarin."
"Om, Akbar mau tanya sekali lagi. Apa om sama papah sudah baikkan? sungguh! Kalau tidak itu sangat sulit sekali buat Akbar bersama Yola. Akbar sungguh-sungguh mencintai Yola, om."
"Akbar, om dan tante sudah bertemu dengan papah mamahmu."
"Lalu?" Akbar menatap deddy Jack dengan lekatnya.
"Iya, kami sudah baikkan. Tidak masalah kalau kalian menjalin hubungan. Tapi bukan artian hubungan pacaran, melainkan pernikahan. Kamu mengerti Akbar maksud om? Kalian sudah dewasa sudah cukup umur, kami sebagai orang tua ingin menghabiskan masa tuanya dengan cucu-cucunya."
Kedua mata Akbar begitu berbinar lalu menatap Yola dan tangannya meremas tangan kiri Yola yang berada di sampingnya karena bahagia. Tadinya Yola yang takut dengan jawaban deddy kini ia juga senang karena restu deddy dan mommy.
"Baik om, tante. Yola aku akan menikahimu. Besuk ya besuk aku akan menyiapkan pernikahan buat kita. Aku akan melamarmu besuk membawa kedua orang tuaku dan kak Alif beserta adik-adik kembarku untuk datang kemari lagi."
"Aku akan menunggumu melamarku besuk."
...*****...
Akbar melajukkan mobilnya pulang ke rumah, tadinya ia mau ke rumah kedua orang tuanya tapi alangkah baiknya besuk pagi-pagi saja ke sana. Setidaknya hari ini senang sekali bisa mendapatkan restu dari kedua orang tua Yola, ia juga berharap bisa mendapatkan restu papah dan mamahnya.
Akbar memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya, dan memberikan kunci mobilnya kepada penjaga rumahnya. Langkah Akbar perlahan masuk ke dalam rumah yang sangatlah gelap tidak ada cahaya sama sekali. ia mencari pembantu rumah tangganya tidak ada yang menjawab, semakin mendekat ke arah sakelar listrik untuk menghidupkan lampu tiba-tiba lampunya hidup sendiri.
"Surpizeeeeeee!" teriak orang-orang yang berada di sana.
"Papah, mamah, kak Alif, kak Sisil (istri kak Alif), Asela, Aseli." kata Akbar menyebut mereka satu persatu.
"Om Akbar, kenapa tidak menyebut namaku Shana?" dengus keponakannya yang menggemaskan itu.
"Shana keponakan Om Akbar yang cantik." Akbar menyubit pipi Shana karena gemasnya.
"Ada apa ini? kenapa pada kumpul semua seperti ini?" tanya bingung Akbar karena benar adanya ia bingung atas kehadiran keluarga-keluraganya di rumah.
"Kakak, segera menikah makanya aku memilih untuk segera pulang untuk membantu menyiapkan pernikahan kakak." jawab Asela yang beberapa hari yang lalu sudah pulang karena mendengar kalau Akbar ingin menikah.
__ADS_1
"Dari mana kamu tahu Asela?"
"Dari kak Alif, kata kak Alif kalau kakak Akbar mau menikah. Senang mendengarnya."
"Pah mah, apa....."
"Akbar, papah dan mamah merestuimu nak."
"Sungguh?" Akbar nampak senang mendengar kata restu dari papah Alez dan mamah Sonya.
"Akbar, kak Alif juga senang kalau kamu benar-benar akan menikah dengan wanita yang kamu cintai, kakak tidak tega kalau kakak melihatmu bersedih terus-terusan karena wanita itu."
"Yee kak Alif, wajar kali. Apa lagi kak Yola yang super duper cantik itu. Aku pasti power paling kenceng untuk mendukung hubungan kak Akbar dengan kak Yola."
"Ahh, aku sendiri yang tidak tahu kakak iparku seperti apa. Pasti sangat cantik melebihiku." sahut Aseli.
"Tidak Aseli, kamu dan kak Yola sama cantiknya. Biarkan kecantikkanmu sebagai model sedangkan kak Yola cantik di kantornya hihihi."
Akbar mengerutkan dahinya karena jawaban Asela. "Sela, cantiknya Yola tidak......"
"Iya, iya cantiknya kak Yola buat kak Akbar seorang."
"Nah baru bener."
"Sudah-sudah kalian kalau sudah bertemu pasti lupa waktu dan sekitar ada siapa saja di abaikkan. Mending kita duduk obrolan pernikahanmu besuk Akbar rencananya seperti apa nak." sela mamah Sonya.
Akhirnya semuanya duduk di kursi sofanya masing-masing. Akbar ingin melamar Yola besuk bersama keluarga besarnya. Dan mempersiapkan pernikahan setelah lamaran, menghubungi W.O nya dan pemotretan yang akan menjadi sampul undangan pernikahan Akbar dan Yola.
Semua bersiap dan berdandan rapi, semalam Akbar menghubungi Yola kalau pagi harinya keluarga dari Akbar akan datang melamar Yola. Itu sudah ia sampaikan kepada kedua orang tua Yola juga. Pagi-pagi juga tempat di rumah Yola tertata rapi untuk menyambut Akbar sekeluarganya.
Yola di dandani sangatlah cantik dengan baju yang ia punya dan tidak pernah ia pakai. Belum sempat membeli baju baru karena sangatlah mendadak Akbar melamar, Akbar ingin membutikkan keseriusannya.
Keluarga dari Akbar semua sudah datang sesuai jam yang di tentukan, dari keluarga Yola pun menyambutnya disana dan mempersilahkan untuk masuk ke dalam dan memulai acara lamarannya
Semua menunggu Yola agar segera keluar dari kamarnya, orang tidak sabar menunggu Yola. Akhirnya Yola keluar dengan tante Jessie, semua orang terpesona kencantikan natural Yola.
Yola duduk di sebelah Akbar, ia memandang Akbar tanpa berkedip. "Akbar? apakah tampilanku buruk?"
"Tidak Yola, kamu sangatlah cantik." Sanjung Akbar.
"kak Yola cantik sekali dan kak Akbar begitu keren tampan seperti Putra." anak-anak memuji kecantikkan Yola dan Akbar.
Akhirnya mereka memulai acara lamar melamarnya sampai semua acara selesai. Pada akhirnya Yola dan Akbar meminta izin pergi ke suatu tempat di mana dulu tempat yang mereka bisa bersama lagi menjalin hubungan terlarang itu untuk kedua kalinya.
""Kenapa kamu membawaku kemari lagi Akbar?"
"Aku ingin kita membangun villa di sini dan menjadikan daerah ini menjadi banyak penghuni orang. Tidak salah bukan kita mengelola semuanya dari sini, aku rasa tidak masalah. "
"Tapi Akbar, masalah Mr.Kim belum selesai."
" Aku sudah menghentikan kerjasamaku dengannya, bahkan aku sudah menemui Subroto untuk tidak menghancurkan perusahaan deddymu. Sekarang tenanglah sayang kamu itu mempelai wanitaku yang kelak menjadi pendamping hidupku. Akan bertanggung jawab atas semuanya pada dirimu."
__ADS_1
Yola menganggukkan kepalanya saja, setidaknya masalah Mr.Kim sudah selesai karena Akbar. Yola yang ingin mengatakan sesuatu kepada Akbar tentang kehamilannya tiba-tiba ada suara tembakan dan ada orang-orang mengarahkan pistolnya itu kepada Akbar dan Yola, mereka berdua terkejut lalu berlarian.
"Yola kita lari."
"Mereka anak buah dari Subroto, kita lari keadaan tidak aman." titah Akbar berlarian dan pada akhirnya mereka berdua terjatuh ke ujung jurang yang tidak terlalu dalam.
"Tembak mereka!" teriak salah satu anak buah di sana yang masih di atas jurang.
Dorr..
Akbar menghalangi tubuh Yola agar tidak kena tembakan jadilah Akbar yang tertembak.
"Akhhhhkk..."
"Akbar!" Yola di bawah pelukkan Akbar, Akbar memeluk tubuh Yola dan menahan sakit karena tembakan.
"Tembak lagi bodoh! bunuh kedua-keduanya!" anak buah yang satunya kembali mengarahkan tembakannya kepada Akbar dan Yola.
Tiba-tiba ada warga di sana yang melintas melihatnya dan berteriak "Heyyyyy apa yang kalian lakukan!"
Kedua anak buah tersebut terbirit-birit kabur, sebagian mengejar kedua anak buahnya dan yang lain menolong mereka berdua. Untung saja warga berhasil menangkap kedua anak buah itu dan di bawa ke kantor polisi, begitu juga Subroto terseret kedalam masalah ini, karena semua itu ada campur tangan Subroto sebagai dalang permasalahan diantara papah Alez dengan deddy Jack, selama bertahun-tahun ini Subroto lah yang mengadu dompa mereka berdua, dan masalah percobaan pembunuhan terhadap Akbar dan Sonya saat ini.
Yola sesegukan menangis melihat Akbar tertembak sampai keluar darah banyak mengenai baju Yola karena tepat Yola berada di bawah pelukkan Akbar.
"Akbar hikksss hikss.... jangan tinggalin aku." nangis histeris Yola melihat kondisi Akbar sudah lemas pucat tidak sadarkan diri.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π