Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Akbar bertemu Yera


__ADS_3

Yolanda langsung pergi menemui Ana dan menceritakan segalanya. Dia sungguh tidak mengerti kenapa dia harus bertemu dengan pria itu lagi? Apa yang harus dia lakukan sekarang? Dia tidak mau melihat wajah pria itu seumur hidupnya.


Ana prihatin melihatnya. Dia mengerti kalau ini adalah masalah yang selalu menghantuinya selama ini. Tapi Yolanda tidak bisa hidup dalam kegelapan seperti ini terus menerus.


"Lagipula kau tidak melakukan kesalahan apapun, jadi kenapa kau harus melarikan diri?"


"Karena aku takut."


"Aku mengerti. Kau mungkin ketakutan harus bertemu dengan pria jahat seperti itu lagi. Tapi tak ada pilihan lain, kau juga harus melawan balik."


*****


Kembali ke kantor, papah Alez mengungkapkan kepuasannya pada para pegawainya. Dia yakin sebentar lagi perusahaan deddy Jack tidak akan bisa menghalangi jalan mereka dalam industri ini.


Akbar yang tidak senang, seharusnya mereka tidak mengalahkan perusahaan deddy Jack melalui koneksi. Berdasarkan hasil kerja mereka sendiri saja, mereka sebenarnya sudah lebih unggul daripada Jack Grup.


Papah Alez tak senang mendengarnya. "Akbar putraku, aku pengalamanku lebih banyak darimu. Dalam industri ini pasti akan ada liku-liku. Kita tidak main curang, kita hanya punya sekutu yang bagus. Itu saja. Kau kerjakan saja tugasmu sendiri, yang lainnya biar kutangani sendiri."


Dia juga baru mendapat kabar bahwa perusahaan Jack Grup akan meluncurkan proyek baru, papah Alez ingin melakukannya sebelum mereka. Jome dengan sangat yakin berkata bahwa mereka pasti akan bisa meluncurkan proyek mereka mendahului Jack Grup. Dia jamin tidak akan mengecewakan papah Alez. (Hmm... aneh sekali. Kenapa dia bisa yakin banget?)

__ADS_1


Saat Yola pulang, si kembar langsung berlarian menyambutnya. Babysitter mereka heboh mengejar mereka sambil berusaha meminta mereka untuk tidak lari biarpun tidak jatuh, tapi ujung-ujungnya dia sendiri yang jatuh.


Tante Jessie sampai heran sama si babysitter ceroboh itu. Dia yang menjaga anak-anak atau anak-anak yang menjaganya?πŸ€¦β€β™€οΈ Ibunya Mitra yang mempekerjakan si babysitter bernama Jeni itu untuk mengasuh anak-anak.


"Oh, baguslah. Jadi ada yang bisa menjaga anak-anak selama aku kerja."


Yolanda lalu meminta Jeni untuk membawa anak-anak, sementara dia bicara berdua dengan tante Jessie dan menceritakan padanya tentang pria itu. Parahnya lagi, pria itu bekerja di perusahaan Alez Grup, saingan berat perusahaan mereka. (Apa jangan jangan pria itu adalah putranya?pikirnya. Emang iya!)


"Lalu apa yang akan kau lakukan?"


"Aku... aku akan berusaha menjauh sejauh mungkin darinya. Aku tidak akan membiarkannya dekat-dekat denganku lagi."


"Yola, apapun yang kau lakukan, kau harus hati-hati. Musuh sangat dekat seperti ini, tante tidak percaya."


***


Akbar kaget mengenali Yera. Dia langsung masuk ke ruangannya Jome dan menatap Yera dengan kesal. Yera tercengang mengenalinya.


"Jangan ganggu wanitaku!" Kesal Jome. (Perihal wanita Jome emosional.)

__ADS_1


"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu pada wanita ini."


"Kurasa sudah kukatakan dengan jelas padamu, tuan Akbar. Kau tidak punya hak atas kepribadianku. "


Yera langsung pura-pura lemah dan ketakutan. Jome jadi tambah kesal dan memohon Akbar segera pergi. Terpaksalah Akbar pergi.


Tapi dia menyuruh sekretarisnya untuk menyelidiki Yera. Si sekretaris malah berpikir kalau Akbar nge-fans sama Yera dan dengan senang hati menawarkan bantuannya untuk mendapatkan tanda tangannya Yera.


"Tidak perlu. Aku cuma ingin tahu apa hubungan wanita itu dengan Jome tangan kananku?"


"Sekarang ini mereka sedang dalam proses saling mengenal. Itu yang dia bilang ke reporter."


"Bisakah kau mencari tahu jadwal Jome untukku yang di berikan oleh papah? Akan lebih baik jika kau bisa mendapatkan jadwalnya Yera."


"Bos mau mengikuti mereka, yah?" Tanya Sekretaris kepo yang sontak mendapat tatapan tajam dari Akbar.


Yera baru selesai melakukan pemotretan untuk iklanya deddy Jack saat Taro datang bersama Yera. Yera kaget melihatnya, tapi dia cepat-cepat menguasai diri dan menyapanya sok akrab. Kapan Yolanda balik dari luar negeri?


"Belum lama. Kita tidak pernah bertemu sejak malam itu di hotel Huang, kan?"

__ADS_1


Yera canggung seketika dan buru-buru menghindar dengan alasan harus ganti baju.


》Bersambung.......


__ADS_2