
Berkat bantuan papanya, Ana mendapatkan informasi harga yang ditawarkan perusahaan lawan untuk hotel Lyly. Anehnya, harga yang ditawarkan di perusahaan lawan bahkan lebih rendah dari mereka. Yola tidak mengerti, lalu kenapa mereka bisa kalah dari perusahaan saingannya?
"Sebelum Taro menyerahkan proposal harganya, apa dia membiarkanmu mengeceknya sekali lagi?" Tanya Ana.
"Tidak. Dia sendiri yang menangani semua dokumennya."
"Taro jelas tidak jujur."
Tapi Yola ragu. Dia tidak ingin berpikir negatif tentang Taro mengingat deddynya sangat mempercayai Taro. Deddynya bahkan ingin menjodohkan mereka berdua.
"Kalau begitu kau harus secepatnya membuat deddymu sadar dan lihatlah kembali harga yang ditawarkan Taro ke klien. Lihat apakah ada yang aneh atau tidak."
Maka saat Taro sedang keluar, Yola langsung mengecek ruangannya... hingga akhirnya dia menemukan dokumen itu. Taro kembali saat itu, Yola sontak melabraknya.
"Harganya tidak sama dengan yang kusebutkan padamu. Kau tidak menggunakan proposal yang kusuruh untuk diserahkan pada mereka, iya kan, Taro? Kau sengaja membuat perusahaan lawan menang melawan kita kali ini, kan?"
Taro tentu saja berusaha menyangkal karena Yola tidak punya bukti. Yola sinis, yah dia memang tidak bisa asal menuduh Taro. Tapi setidaknya sekarang dia tahu kalau Taro ceroboh dalam pekerjaannya dan tidak mendengarkan perintahnya.
"Aku punya hak untuk menyingkirkanmu dari jabatanmu. Kenapa kau jadi seperti ini, Taro?"
Taro jadi ketakutan dan buru-buru minta maaf, mengklaim kalau dia hanya melakukan kesalahan dalam pekerjaannya gara-gara stres memikirkan masalah pribadinya. Tapi dia ngotot menyangkal tuduhan Yola bahwa dia membantu perusahaan saingannya
Yola mempercayainya begitu saja dan hanya menganggap ini sebagai kesalahan pertamanya Taro dan peringatan pertamanya. Tapi mulai sekarang, semua laporan penentuan harganya harus mendapatkan tanda tangannya Yola.
Dia janji tidak akan seorangpun yang mengetahui kesalahan pertamanya Taro ini. Dia akan menukar rahasianya Taro ini sebagai ganti rahasianya sendiri. Tapi mulai sekarang, Yola tidak akan lagi membutuhkan bantuan Taro di luar urusan kerja.
"Satu-satunya hal yang bisa membuatmu tetap di sini, hanyalah hasil kerjamu, bukan yang lain."
Kerja sama bisnisnya perusahaan lawan sukses berkat Akbar. Pihak perusahan grup lawan jelas kecewa saat mendapat kabar tersebut. Taro tidak tahu apa isi proposal mereka, tapi mereka berhasil berkat Akbar.
"Akbar ini benar-benar orang yang cakap. Sayang sekali dia berada di pihak lawan. Yola, apa kau pernah bertemu dengannya sebelumnya, nak?"
Yola canggung menyangkal. Memperhatikan ekspresinya itu, Taro sinis berkomentar bahwa Akbar adalah generasi muda yang sangat berbakat. Dia orang yang jika sudah menggigit, tidak akan dia lepaskan. Dia orang yang jika menginginkan sesuatu, dia pasti akan mendapatkannya.
"Taro, seharusnya kau bisa melakukan setengah dari kemampuannya... dengan begitu kita bisa menang." Balas Yola.
__ADS_1
"Sudahlah. Anggap saja dia selangkah lebih maju dari kita." Karena itulah,deddy Jack menugaskan Yola untuk mengecek rencana mereka sekali lagi.
Di perusahaan Akbar/papah Alez, papah Alez memuji-muji kinerja Akbar yang telah berhasil mendapatkan proyek ini. Papah Alez benar-benar puas dan senang bisa mengalahkan perusahaan lawan sekali lagi.
Setelah selesai, Akbar langsung menelepon Jome yang saat itu sedang menunggu Yera meladeni para fans-nya. Akbar kesal mengomelinya karena dia malah menghilang entah ke mana padahal hari ini dia ada janji untuk menemani Akbar, dan sekarang Akbar sendirilah untung saja sukses dan mendapatkan penghargaan atas proyek itu. Jome baru ingat dan sontak menyesalinya.
"Kau di mana sekarang?"
"Aku mendatangi event-nya Yera."
"Event? Kau itu manajernya atau supirnya sampai kau harus pergi dengannya?! Kau mengacaukan pekerjaanmu!"
"Maaf, tuan."
Jome jadi kesal sama Yera. Gara-gara Yera, dia jadi diomeli oleh Akbar, Yera tidak terima, dia kan turut membantu Jome.
"Oh, jadi kau menuntut hutang budi? Kalau begitu lain kali kau tidak perlu membantuku melakukan apapun!" Kesal Jome lalu pergi.
Yera ingin mengejarnya, tapi fans-nya tiba-tiba menyerbunya. Yera jadi terpaksa harus meladeni mereka.
Ana jadi kesal dan langsung melabrak Jome sambil merekamnya sebagai bukti. Jome santai memberikan kartu namanya doang dan menawarkan kompensasi lalu pergi begitu saja. Dasar! Ana kesal.
...****...
Yola mendatangi cafenya Ana saking cemasnya mendengar cerita Ana. Apa dia baik-baik saja? Ana baik-baik saja, dia hanya kesal sama si cowok sok kaya itu. Namanya, Jome.
Yolanda langsung mengenalinya, ini kan cowoknya Yera, yang kerja di perusahaan lawannya. Oh, pantas saja mereka jadi pacar, ternyata sama-sama orang jahat. Yolanda penasaran apa yang akan Ana lakukan? Bagaimana kalau diselesaikan dengan cepat melalui asuransi saja?
Ana tidak mau. "Kalau cuma begitu, tidak akan menyenangkan."
Akbar tidak bisa konsen kerja, masih kesal teringat kekejaman Yolanda padanya. Yolanda pun termenung sedih memikirkan ucapan kejam Akbar padanya.
Β
Keesokan harinya, Jome mendapati Yera sudah ada di ruangannya dan memenuhi tempat itu dengan bunga-bunga, jelas sedang berusaha merayunya, mengklaim kalau semua ini adalah permintaan maafnya.
__ADS_1
Jome luluh seketika dan memaafkannya dengan mudah. Namanya aja Jome bucin dengan Yera. Yaelah!
Tiba-tiba seorang karyawan datang mengabarkan bahwa dia dipanggil pak presdir. Yera langsung bersikap sok pengertian dengan menyuruh Jome pergi menemui bosnya itu.
Tapi dalam perjalanan menuju ruangan pak presdir, Jome bingung melihat para pegawai yang tampak jelas sedang meliriknya. Tak sengaja dia bertubrukan dengan Gigi - sekretarisnya Akbar yang tidak lihat jalan saking fokusnya menonton video di ponselnya. (Jome tangan kanannya Akbar ya beda dengan Gigi seketaris membantu)
Ponsel itu terjatuh gara-gara tubrukan mereka dan Jome melihat video yang sedang ditontonnya adalah video tentang dirinya. Sontak Jome merebut ponselnya dan mendapati itu adalah video yang direkam sama Ana kemarin. Di cafenya, Ana puas banget menonton videonya yang sekarang viral itu.
Setelah itu Jome buru-buru masuk ke ruangan pak presdir utama yaitu papah Alez di sana juga ada Akbar, mereka berbincang-bincang dan menanyakan kenapa kemarin Jome menghilang begitu saja. Dengan alasan masuk akal, mereka pun selesai dan bergegas pergi.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π