
Nenek Soja pun memeluk Alif dengan lembutnya, begitu juga tante Shinta.
"Alif ponakan tante sudah besar ganteng lagi."
Bunda Soja dan Shinta tinggal di Singapure selama ini untuk menemani Shinta kuliah disana (biasa Shinta anak mama), dan tidak sempat pulang ke Indonesia karena Shinta tidak mau ditinggal sendirian di Singapure (Salah siapa kuliah jauh-jauh disana, eh demi pria yang dikejar-kejarnya, malah kandas hatinya, karena pria itu sudah menjadi milik orang lain), sedangkan Alez tinggal di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia tanpa menggantungkan kedua orang tuanya, sedangkah ayahnya sudah meninggal apalagi bunda Soja sudah menjadi janda. Ia tidak ingin merepotkan bunda tersayanganya. Hingga akhirnya Alez meminta bunda Soja dan Shinta tinggal dirumah almarhum ayahnya di Indonesia dan mengundang mereka keacara pesta ulang tahun Alif, tetapi mamah Soja ingin tinggal bersama Alez dan Alif cucunya sementara waktu disini, setidaknya sampai Alez menemukan istri lagi dan menemukan mamah yang baik buat Alif, apalagi Shinta ingin pindah kuliah di Indonesia untuk move on dari pria yang tidak mungkin bisa ia gapai itu.
"Iya dong tante Shinta, Alif gitu lho."
mereka pun tersenyum bersama, pada akhirnya nenek Soja melihat Sonya dan juga Shinta yang ada di sampingnya.
"Alez dia siapa?" Nenek Soja menanyakan kepada Alez yang masih di posisinya.
"Nenek ini bagaimana sih, dia kan mamahku." Kata Alif yang terlontar begitu saja menjawab pertanyaan dari neneknya yang bukan pertanyaan untuknya.
"Mamah?" tanya Nenek Soja kembali menunduk menatap Alif.
"Iya mamah, dia yang mengurusku dia selalu ada untukku nek. Dia sayang banget kepadaku. iya kan mah?" Alif yang menatap nenek Soja beralih menatap Sonya.
"Iy...iyaa Alif." Sonya mengatakan terbata-bata karena bukan begitu maksudnya.
"Alez nanti jelaskan kepada bunda apa maksudnya ini."
"Iya bun." Alez pun juga bingung harus bagaimana menjawabnya.
"Ya sudah Alif sebaiknya kita mulai acaranya sekarang aja yuk. Kan nenek dan tante Shinta sudah datang, nunggu siapa lagi?" bujuk nenek Soja untuk memulai acara ulang tahun Alif.
"Hayuk Nek!" Akhirnya mereka merayakan ulang tahun Alif bersama sama, waktu memotong kue Sonyalah yang mendapatkan kue pertama dari Alif semua tampak terkejut. Tapi semua itu kemauan Alif mereka memahkluminya sehingga acara ulang tahun Alif selesai.
__ADS_1
Alif dan Sonya di dalam kamarnya, Sonya menemani Alif untuk beristirahat.
Tinggal Nenek Soja, Shinta, Alez saja sehingga mereka berbicara di ruang tamu dan duduk di kursi sofanya masing-masing.
"Alez bisa kamu jelaskan Sonya? Sonya itu siapa dan kenapa Alif memanggil dia mama?"
Tanya nenek Soja beruntu.
"Iya kak katakan pada kami." Sela Shinta tidak kalah penasaran.
"Sonya yang mengurus Alif selama ini bun, sehingga dekat seperti ini. Awalnya aku juga tidak menyangka Alif memanggil dia mama, tapi mau bagaimana lagi itu kemauan Alif bun." Jelas Alez.
"Bukannya kamu benci sekali dengan wanita dan tidak ingin jatuh cinta lagi, Alez?"
"Iya kak, apa jangan-jangan kakak jatuh cinta ya dengan wanita itu?" goda Shinta adiknya.
"Sungguh ! nanti nyesel lho kalau wanita itu pergi, tidak mau menjalin asmara dengannya. Nampaknya wanita itu juga suka kepada kakak, secara kakak tampan dan tajir ya meski duda sih haha." celoteh Shinta dengan tawa lebarnya puas mengatain kakaknya itu.
"Shinta!" Panggil Alez kepada adeknya dengan penuh penekanan nada suaranya.
"Apa kakakku ! " Goda Shinta yang masih dengan tawanya.
"Ada benarnya juga Alez yang dikatakan Shinta, lebih baik kamu dengan wanita itu siapa namanya Sonya. iya Sonya bunda lihat dia wanita baik-baik, nyatanya dia begitu sayang dengan Alif."
"Iya sih bun, kadang dia membantuku banyak hal dalam hal dia mau masakin aku, waktu aku sakit dia yang merawat. Apapun yang dia lakukan berbeda dengan Muna mantan istriku dulu." Alez pun mengingat pernikahan pahitnya sebelumnya begitu sedih bersama dengan Muna mantan istrinya.
"Alez, Sonya dengan Muna itu beda. Apakah kamu tidak merasakan berbedaannya? Bunda lihat kamu sudah merasakan perbedaannya yang tadi kamu katakan barusan."
__ADS_1
"Tapi aku trauma dengan pernikahan bun, aku masih takut kalau akan dicampakan lagi."
"Dengar bunda Alez, rasa takut itu di lawan tidak untuk dihindari. Sampai kapan kamu seperti ini? setidaknya lakukan demi Alif." Ucap Bunda Soja menasehati putra pertamanya itu.
γBersambung.....
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author. Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih. π