
"Tam kita ke bascam sekarang! Hubungi Luis dan Fonsi kita akan kesana" perintah Alez kepada Tam
"Tapi sudah malam tuan" Jawab Tam
"Istriku dalam bahaya Tam!!!" Gertak Alez menatap Tam
"Untung bos kalau tidak pengen aku tenggelamkan kepalanya di ember terisi penuh air biar sadar dari tadi aku udah ngomel di tempat Gym sadarnya telat,nyesel kan sekarang jadinya,nyesel memang di akhir tuan kalau awal namanya pendaftaran. Udah punya anak satu masih aja sifatnya seperti itu,untung nyonya Sonya sayang tulus dengan tuan apa lagi menerima apa adanya, aku aja mau dapat nyonya Sonya huhu. Kalau nyonya tidak mau,sampai sekarang duda terus tuan. Eh bentar bentar dari pada aku sih masih jomblo hahah bodo ah ngenes banget yak. Lagi pula kalau nyonya tidak ada biar tahu rasa tuh tuan Alez! Eh jangan kasian yaAllah jangan kabulkan doa hambamu ini yang nyonya Sonya gak ada,lindungi nyonya aamiin" gerutu dalam hati Tam
"Kenapa diam?" melihat Tam menatap Alez dengan menahan senyum tawa melas sedih tercampur aduk seperti es campur entah seperti Tam mengumpat dalam hatinya. Itulah sifat Tam yang kadang serius yang kadang konslet yang kadang amburadul ya gitulah.
"Maaf maaf tuan,kalau begitu baik tuan." Tam mulai dengan wajah biasanya kembali.
Akhirnya Tam menghubungi Luis selaku kepala geng dalam kelompoknya itu,lalu Tam juga Alez buru buru ke tempat Bascam di mana tempat itu adalah kumpulan anak buah Alez yang bisa di handalkan oleh Alez sendiri,yang pintar beladiri,menembak,melacak,meretas dan lain sebagainya. Alez merekrut mereka semua tidak asal asalan sebelumnya sudah di tes terlebih dahulu sehingga sudah pakar maupun pro dalam hal begituan. Sewaktu waktu emergency seperti ini Alez sudah punya tamengnya.
Di Bascam
Para kumpulan anak buahnya dengan hormat atas kedatangan bos nya itu yang tak lain tak bukan adalah Alez. Alez yang mengurus mereka semua dan mereka mengabdi dengan Alez sukarela nyawa menjadi taruhannya sebagai tuan mereka yang baik sudah mengurus mereka dikehidupannya tanpa kekurangan apapun mereka sendiri yang meminta selalu mengabdi dengan Alez.
"Ada apa tuan apa ada masalah! Atau ada kerjaan untuk kita semua? Sudah lama tuan tidak memerintah kita.Kalau ada pekerjaan untuk kami akan menerimanya dengan sepenuh hati." kata Luis selaku ketua geng dalam kelompoknya itu yang berdiri berhadapan dengan Alez serta anak buahnya yang berdiri di belakang Luis seperti pasukan siap menyerang.
"Ada! Istriku dalam bahaya. Lacak ponselnya di mana istriku berada." titah Alez
"Baik tuan. mana ponsel tuan." Tangan Luis menengadah dan menerima sodoran ponsel di tangan Alez. Lalu Alez duduk dikursi dan melihat Luis mengecek yang lain berdiri dengan gagahnya.
__ADS_1
Lalu Luis menggabukan dan melacak lewat komputernya ternyata istrinya ada di sekitar Villa dalam hutan, Fonsi selaku wakilnya itu terkejut yang pasti dia tau siapa pemilik villa itu.
"Bukannya ini villa milik Esa Rahardian!" kata Fonsi dalam bascam yang masih fokus dengan kumputer yang mereka lihat.
"Iya memang itu milik Esa! Mereka yang menyekap istriku dan mertuaku." kata Alez
"Bahaya!" kata Fonsi
"Maksudmu apa?" tanya Alez dengan penasarannya
"Iya tuan,dia sebelumnya seorang pembunuh tapi hakim tidak bisa membuktikannya kalau dialah yang membunuh ceo di perusahaan Jaya,dia licik sekali tidak meninggalkan jejaknya sama sekali akhirnya Esa di bebaskan dari penjara lalu dia mengambil aset di perusahaan itu ya menggelapkan dana,ada lagi dia juga terjerat menjual belikan narkoba elegal dan juga memakai narkoba mungkin sampai detik ini.Dan juga sebelumnya dia hampir melecehkan wanita sudah lama sekali kalau masalah ini berapa tahun yang lalu." Fonsi menjelaskan dengan detail kronologi Esa
Lanjut Fonsi mengatakan kembali
"Kurang ajar,kita segera kesana sekarang wanita itu adalah istriku!" yang tadinya Alez duduk dikursinya lalu berdiri sepontan mendengar perkataan Fonsi barusan.
"Tunggu tuan,jangan gegabah terlebih dulu. Pasti di sana juga banyak anak buahnya tuan yang menjaga. Kita harus susun rencana terlebih dahulu untuk menjembaknya. Kumpulkan bukti yang banyak agar Esa bisa di jebloskan kembali ke penjara, kalau tidak dia akan selalu bekeliaran di luar seenak jidatnya sehingga berbuat ulah kembali dengan tuan setidaknya hukuman mati cukup kali tuan. Saya pastikan Esa tidak akan menyelakai istri tuan." Kata Luis
"OK,Rencana apa?" tanya Alez
γBersambung.....
___________________________________________
__ADS_1
Gemes sama komentarnya sehingga author meloloskan ingin UP 1 BAB lagi hari ini menjadi 4BAB. Setidaknya author berhasil membuat kalian baper kebawa emosi dengan alur di bab sebelumnya yang author buat.π Besuk belum tau bisa UP tidaknya masih ujian kompre author.Tunggu aja cinta β€
____________________________________________
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1