
Perawat yang memeriksa kondisi Alif di dalam ICU tiba tiba keluar dengan sedikit berlari,dan kembali bersama dengan dokter dan perawat yang lain mendorong troli tempat yang berisi obat dan alat alat medis lainnya di bawa masuk kedalam ruang ICU.
Orang orang sekitar nampak bingung, akhirnya Alez,Sonya,Bunda Soja,Shinta,dan Muna menghampiri dokter tersebut yang hendak masuk keruang ICU Alif.
"Dok kenapa dok tergesa gesa sekali?" tanya Sonya yang juga diikuti yang lainnya.
"Detak jantung Alif semakin melemah,kami akan melakukan tindakan cepat. Permisi!" balas dokter cantik berkacamata itu membalas perkataannya yang cepat.
Mereka tidak bisa menghalangi langkahnya karena benar adanya Alif membutuhkan pertolongan.
Akhirnya mereka melihat di balik kaca transparan besar dari luar menuju ruang ICU di mana di situ ada Alif.
Perawat dan dokter sibuk sekali mengecek kesana kemari alat yang terpasang di tubuh Alif, pada akhirnya................... .
Tttttttiiiiiiiiiiitttttttttt
(Alat monitor hemodinamik yang terpasang di tubuh Alif yang menunjukan di layarnya flat atau garis lurus asystole.)
Orang orang di luar sangat histeris tak menentu melihat kondisi Alif tak berdaya apa lagi melihat dan mendengar bunyi alat tersebut.
"Alif sayang,jangan tinggalin mamah Sonya nak!" kata Sonya yang menangis
Alez pun juga tak kalah terpukul melihatnya,dokter berusaha keras menyelamatkan Alif.
__ADS_1
"Alif,maaafin mamah Lif. Ini salah mamah hiks hiks!" kata Muna yang menangis bombay bersalah
"Semua itu gara gara kamu Sonya,iya kamu!" lanjut Muna menyalahkan Sonya dengan wajah muramnya itu.
"Apaan apaan kamu Muna!" cegah Alez hampir saja Muna mendorong tubuh Sonya
"Semua gara gara kamu! Andai waktu itu kamu yang disana mungkin Alif tidak terbaring lemah di dalam sana!" Kata Muna
"Apa maksudmu?" tanya bingung Sonya
"Seharusnya kamu yang mati ketabrak bersama bayi dalam kandunganmu itu Sonya!" Muna sudah kalut dengan keadaaan,Muna belum sanggup harus kehilangan Alif.
"Muna cukup!" Alez menghentikan perkataan dengan membentak Muna
Sonya di dalam pelukan Alez,Bunda Soja dan Shinta menghentikan gerakan Muna yang ingin menggapai tubuh Sonya seperti ingin menerkamnya sampai mati.
"Muna pergi dari sini!" kata Bunda Soja
"Iya mending kak Muna pergi dari sini jangan membuat keributan dirumah sakit." sahut Shinta
"Tidak! aku ingin menemani Alif." Muna pun menghempaskan sentuhan Shinta dan bunda Soja lalu menghadap di layar kaca besar itu melihat Alif lemah tak berdaya.
"Hiks hiks maafin mamah Lif,mamah belum bisa bahagiain kamu mamah malah menyelakaimu,sungguh mamah tidak bermaksud menabrakmu sayang. Bangunlah! " sendu Muna tidak memperdulikan orang orang sekitar, pikiran Muna sudah tidak terkontrol lagi.
__ADS_1
"Apa???"
γBersambung.....
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1