
Di perusahaan Deddy Jack / Yola
"Tenanglah sayang, aku mendekatinya karena uang semua itu juga karenamu. Jangan seperti ini. Kenapa kamu bisa berubah begini?"
"Tolong dong, jangan cari pria lain. Sungguh aku hanya mencintaimu bukan Yola."
"Kamu tahu sendiri, bukannya dari awal kamu setuju dengan rencanaku.".
Tutt.....
"Tapi... halo halo sayang."
Yola mendengar semuanya apa yang di bicarakan oleh Taro bersama kekasihnya itu lewat telepon.
"Taro, kamu keterlaluan! bisa-bisanya kamu menipuku dan deddyku."
"Yola!" Taro terkejut dengan kedatangan Yola di ruangannya. Tidak biasanya Yola datang ke ruangan Taro.
"Bukan begitu Yola!" ngelak Taro
"Sudah cukup, aku sudah dengar semuanya!"
"Tapi Yola, kamu pikirkan Akbar... Bukannya kamu ingin menjauhinya ha! Aku membantumu." rengek Taro
"Membantuku katamu? tapi tidak menipuku begini." kesal Yola langsung keluar dari ruangan Taro.
"Ah sial!"
...*****...
Di Perusahaan Papah Alez / Akbar
"Gimana Jome, kamu sudah menemukannya siapa pelakunya?" tanya Akbar
"Aku sudah mencari tahu tapi lihatlah ini, wajahnya terlihat di kamera CCTV tapi tidak terlihat begitu jelas." Jome menunjukkan buktinya di ponselnya kepada Akbar.
"Cari terus sampai dapet!" titah Akbar
"Ya baiklah, tapi jangan lupa Akbar hari ini ada meeting penting. Sebaiknya kita bersiap-siap, tuan Alez sudah datang."
"Ya." Akbar dan Jome pergi dari ruangannya lalu menemui papah Alez.
"Kalian sudah datang. Baiklah kalau begitu kita ke ruang meeting sekarang juga. Siapkan semua berkasnya."
...*****...
Kepulangan Yola sangat kesal, bisa-bisanya Taro menipu Yola dan deddy tentang keseriusannya suka dengan Yola.
"Ada apa Yola?" tanya tante Jessie yang juga ikut duduk di sebelah Yola.
"Taro menipuku. Dia cuma memanfaatkan aku tante. Dia bohong kalau dia tulus menyukaiku di hadapan deddy kemarin."
"Malah bagus dong kamu tahu Taro sebenarnya sekarang."
"Tante kenapa bisa bilang begitu?"
"Yola, kamu ingat Akbar kan tidak amnesia dengannya kan?"
"Aku butuh Taro untuk menjauhi Akbar!"
"Yola, kamu tidak bisa begini terus kamu harus hadapi dia langsung. Tante yakin kalian saling mencintai."
"Kak Yola sudah pulang." teriak si kembar dan Jeni yang kuwalahan mengejar si kembar.
"Hay sayang, sudah makan kalian?" tanya Yola kepada anak-anak yang menghampiri dirinya.
__ADS_1
"Sudah kak, aku sampai kekenyangen. Gara-gara Kak Jeni maksa kita sih."
"Bagus dong."
"Kok bagus."
"Biar kalian banyak tenaga. Biar kuat gak lemes, kalau gak makan apa yang terjadi?"
"Lemes lah kak, laper!"
"Betul." Yola menyiumpi pipi gembul si kembar. Begitu juga si kembar menyiumi Yola.
"Kak Akbar tidak di cium dan di peluk juga nih."
"Kak Akbar!" teriak si kembar
Akbar pun mendekati Yola dan tante Jessie yang duduk di sofa ruang tamu.
"Akbar, kenapa kamu datang lagi. Sudah bagus seminggu ini tidak datang mengganggu kami."
"Tidak bisa kak Yola, Kak Akbar orang baik. Kami menyukainya." Kata Putri di angguki Putra di sana.
"Yola, kamu dengar sendiri kan kata anak-anak?" kata Akbar.
Yola mulai kesal, tapi tante Jessie menahannya dengan isyarat tatapan tante Jessie.
"Mamah Jessie bolehin kan?"
"Iya Putra iya putri!" kata tante Jessie setuju.
"Hore!"
Yola pun memilih pergi masuk ke dalam kamar sedangkan Akbar bermain dengan anak-anaknya setidaknya sudah melihat Yola hari ini Akbar sudah bahagia.
...******...
harusnya mood Yola sudah membaik ternyata tidak. Akbar tiba-tiba datang ke perusahaan Yola.
"Mana kekasihmu itu? Si siapa itu Taro Taro." Akbar yang keluar dari mobilnya langsung menghampiri Yola, sedangkan Yola berdengus kesal di depan lobby.
"Ha ha ha tidak perlu kepo!" ketawa yang di buat-buatnya.
"Aku sudah bilang tidak akan ada laki-laki lain yang boleh mendekatimu."
"Apa hak kau Akbar?" Yola mulai kesal kembali, akhirnya Yola memilih mengacuhkan Akbar dengan membalikkan badanya tapi Akbar menarik lengannya.
"Aku ada hak, karena aku termasuk laki-laki yang sudah kau buat tergila-gila kepadamu."
"Lepasin, banyak karyawan yang melihat!"
Yola berusahan memberontak.
"Biar semua tahu, seru bukan!"
"Ini bukan game lagi. Lepaskan sebelum aku teriak. Hey dasar pria penguntit!" Akhirnya lengan Yola terlepas dari genggaman Akbar.
Yola pun pergi begitu saja dan bergegas masuk ke dalam mobil lagi, sedangkan Akbar hanya tersenyum melihatnya. Akbar baru menyadari, kenapa Yola pergi lagi dan masuk ke dalam mobil. Akbar penasaran langsung masuk ke dalam mobilnya untuk mengikuti Yola.
"Menyebalkan!" Yola membanting setir mobilnya sendiri dengan memukul-mukulinya.
Untung pagi ini tidak ada rapat, Yola pergi ke tempat kerjaan Ana.
Sampailah mereka bertemu, jelas Yola dengan wajah yang tidak menyenangkan.
"Ana, dia selalu mengusik hidupku. Aku harus apa? Aku membencinya!"
__ADS_1
"Kamu yakin membencinya?"
"Iya aku yakin!"
"Tapi mata kamu tidak bisa bohong kamu juga mencintainya."
"Tidak akan! Sudahlah kamu. Hari ini tidak mengerti aku Ana."
"Bu...bukan begitu Yola, tunggu tunggu!" Yola langsung kembali keluar dan masuk ke dalam mobil. Akbar yang baru sampai, melihat Yola pergi lagi.
"Ini wanita, membuatku pusing saja!" kata Akbar yang belum mematikan mesin mobilnya.
Yola yang menaiki mobilnya, melajukkannya juga begitu cepat, Akbar hampir ketinggalan mengikuti mobil Yola pergi. Seperti Akbar sekarang tertahan dengan lampu merah. Akbar mencari-cari Yola tadi ke arah mana akhirnya memilih jalan terus sampai harus ketemu mobil Yola lagi.
Akbar hanya melihat mobil Yola berhenti, pintu depan kanannya terbuka. Akbar pun turun untuk nyamperin Yola, tapi di dalam mobil tidak ada Yola alias kosong.
"Yola, di mana?" Akbar sok dan melihat ke arah sekitarnya. Akbar hanya melihat ada mobil yang ada di depannya yang sudah semakin jauh. Anehnya tidak ada mobil yang melintas kecuali mobil hitam itu.
Akbar dengan terburu-buru masuk ke dalam mobil dan mengikuti mobil yang ada di depannya yang mulai menjauh, dengan tancap gasnya begitu kencang terjadi seperti balapan.
"Bos, ada yang mengikuti kita!" kata orang itu
"Tidak, perasaan lu aja."
"Lepaskan, kalian siapa?" teriak Yola memberontak.
"Diamlah! kita bersenang-senang bersama sayang!"
Sampailah di tempat sepi sekali mungkin jarang ada penghuni di sana.
"Ayo kita bawa ke gubuk, aku sudah tidak sabar hahaha!"
"Tidak, kalian mau apa? lepasin!"
"Jangan banyak omong diam saja sebelum aku tampar kau ha!" tiga laki-laki itu sangat kasar kepada Yola menyeret paksa Yola.
Sampailah di dalam gubuk, Akbar sudah sampai menghentikan mobilnya dan hampir saja Yola di perkokoh sama tiga laki-laki bejat itu.
Untung saja Akbar tepat waktu menolong Yola, Akbar menghajar mereka semua.
Yola berada di belakang Akbar sekarang yang buru-buru ingin kabur, dan pada akhirnya satu laki-laki bejat itu mengarahkan pisaunya di perut kiri Adam.
Jleebbb!
Yaelah baru kemarin tertembak sekarang sudah kena tusukkan pisau.
Yola sangat terkejut melihatnya, Akbar masih kuat dan akhirnya Akbar bisa melumpuhkan ke tiga orang itu. Yola membantu Akbar untuk berjalan pergi dan masuk ke dalam mobil. Ketiga pria itu mulai sadar kembali dan mengejar mobil Akbar yang kini Yola yang mengemudi begitu kencang. Yola benar-benar sangat khawatir. Entah di mana mereka sekarang! Mungkin mereka kejebak di dalam pulau entah Yola sendiri tidak tahu.
》Bersambung......
___________________________________________
Pemberitahuan!!!
...Jadwal UP terbaru \=...
...1. "Duda Tampan Pilihanku" : Setiap hari selasa,sabtu....
...2. Dendam Sang Presdir" : Setiap hari senin,kamis....
...3. "Om, Profesor Tampan!" : Setiap hari jumat,minggu....
NB : Jadwal UP bisa berubah sewaktu-waktu apabila ada kendala.
♡♡♡♡♡~♡♡♡♡♡
__ADS_1
Oh ya! yang penting juga dukungan kalian mah, ya like, ya komentar, ya vote kenceng, ya ya semuanya. . . . . . 😍 Setidaknya hargai author begitu saja, author sudah seneng. 😘😇
__________________________________________