Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Kissing!


__ADS_3

Akbar berbaring di tempat tidurnya, alasnya apa adanya.


"Kalau begitu bibi permisi keluar dulu ya, bibi mau buat ramuan lagi."


"Iya bi, terimakasih banyak bi."


"Oh ya, bibi ada makanan di belakang. Kalian bisa ambil makan sendiri tidak perlu sungkan, bibi percaya kalian orang baik."


"Sekali lagi terimakasih banyak bi."


"Kalau begitu silahkan nak Yola obati suaminya dulu. Bibi keluar dulu ya nak Yola nak Akbar."


Akhirnya bibi Neneng keluar dari dalam rumahnya itu sesuai yang di katakan membuat ramuan.


Sedangkan Yola kembali fokus ke Akbar, membantu Akbar membuka lilitan kainnya yang ada di perutnya, Yola membersihkan lukanya lalu di berikan ramuan itu. Rasanya memang perih tapi Akbar mencoba menahannya demi Yola. Setelah itu Yola memberikan makanannya yang baru di ambil dari belakang,


"Kamu juga makan Yola, kamu belum makan." kata Akbar


"Tidak, kamu lebih dulu nanti aku akan makan setelah kamu."


"Kita makan bersama Yola, sini aku suapin!"


"Akbar pikirkan kondisimu lebih dulu. Aku nanti gampang!"


Akhirnya Akbar memilih diam kembali, tapi Yola merasakan berbeda dari Akbar, biasanya Akbar yang memaksa sesuka kehendaknya tapi ini dia memilih tidak melawan Yola.


Setelah Akbar selesai makan, Yola memberikan ramuannya yang mau di minumnya. Lalu Akbar memilih tidur kembali setelah meminum ramuannya, keadaannya Akbar lemas pucat.


"Akbar!"


"Hm"


"Tidurlah!"


"Ya. Kamu makanlah! Lalu kamu juga istirahat." Akbar hanya menjawab tanpa membuka matanya.


Yola pergi ke belakang, mencari-cari kamar mandi tetapi ia melihat bibi Neneng meracik ramuannya di luar belakang rumah.


"Bibi Neneng!" Yola menghampiri dan duduk di samping bibi Neneng.


"Sudah kamu berikan ramuannya Yola kepada suamimu?"


"Sudah bi, sekarang dia baru istirahat."


"Semoga keadaannya lekas membaik."


"Aamiin,"


"Bi?"


"Iyo nak Yola?"


"Bisa aku bantu?"


"Tidak perlu, lebih baik kamu mandi dan bisa ganti baju suamimu yang kotor itu."


"Tapi kami tidak ada ganti baju bi."


"Kamu tenang saja Nak Yola, kamu bisa pakai baju bibi Neneng, dan suami kamu pakai baju suami bibi."


Setelah itu Yola memutuskan membersihkan diri dan mengganti bajunya.


"Kamu sudah selesai mandi nak Yola?"


"Sudah bi"


"Kalau begitu ini air hangat untuk memandikan suamimu, ini kain untuk mengelap tubuhnya. Kamu bisa memandikannya nak Yola." kata bibi Neneng menyodorkan baskom berisi air hangat.

__ADS_1


"Tapi bi...."


"Udah, jadilah istri yang perhatian. Kamu tidak kasian dengan suamimu, dia mati-matian untuk menyelamatkanmu dia sampai mau terluka karenamu. Kalau bibi ingat kamu dan nak Akbar, bibi jadi ingat kenangan bibi bersama suami bibi Neneng."


"Maaf bi, bukan maksud Yola membuat bibi sedih. Yola yakin suami bibi segera kembali."


"Maka dari itu urus suamimu dengan baik nak Yola."


Yola menerima baskom berisi air hangat dan lengkap dengan kainnya itu. Lalu bibi menepuk lembut di bahu Yola, dan membisikan di telinganya.


"Jagalah suamimu dengan baik, sebelum kamu menyesal kehilangan dia nak Yola."


Setelah itu bibi Neneng pergi keluar, Yola hanya bisa diam dan mendengar semua ucapan bibi Neneng.


...Β *****...


"Akbar, kamu sudah bangun!" Yola meletakkan baskomnya di pinggir samping Akbar, dan duduk di sebelahnya.


"Yola kamu sudah makan?"


"Sudah!"


"Akbar, apa kamu masih merasakan sakit?" tanya Yola khawatir, jelas Akbar senang mendengarnya.


"Tidak apa Yola."


"Oh ya, bibi Neneng memberikan baju ini padamu untuk mengganti baju kotormu ini sementara waktu." Yola mengambil baju yang sudah ia letakan juga di pinggir tempat tidur Akbar.


"Baiklah, kalau begitu aku mandi." Akbar berusaha bangkit dari tempat tidur tapi Yola menghalanginya.


"Tidak Akbar, aku sudah membawa air hangat untuk kamu mandi, aku akan membantu memandikanmu."


"Kamu yakin mau memandikanku??"


"Ya!"


"Kenapa Akbar menjadi acuh, biasanya dia yang lebih nyosor kepadaku. Ini kenapa dia berubah! tidak tidak, kamu pikir apa sih Yola." Batin Yola.


"Oke aku bantu kamu ke kamar mandi untuk buang air kecil, tapi kamu harus aku mandikan di sini." tegas Yola.


Akbar hanya menaikkan satu alisnya penuh heran, tumben saja Yola menjadi pemaksa gini, berbalikan dengannya.


Β 


...*****...


Akhirnya Akbar kembali lagi ke dalam rumah, lalu Yola membantu Akbar untuk kembali di ranjang tidurnya.


Yola hendak mau melepas bajunya ternyata Akbar sudah lebih dulu melepas pakaiannya semua di kamar mandi. Dengan ada kain yang melilit di perut untuk menutupi lukannya dan kain handuk dari pinggang sampai lutut yang menutupinya.


Yola memandikan Akbar menggunakan kain tersebut di tubuh Akbar. Akbar merasakan detak jantungnya tidak karuan, begitu juga Yola. Keadaan semakin canggung, Yola menyudahinya karena selesai. Lalu Yola membantu Akbar memakai bajunya.


...*****...


Malam hari.....


Yola menemani Akbar di sampingnya, berharap Akbar segera sembuh. Ia pun juga lelah akhirnya Yola juga ikut tidur di samping Akbar.


Keadaan semakin larut malam, bibi Neneng sudah tidur lebih dulu di kamarnya sendiri. Sedangkan Akbar terbangun melihat Yola di sampingnya, Akbar tersenyum tapi tiba-tiba Yola menggeliat, Akbar mengaku kedinginan Yola sontak terbangun dan membantu membenarkan selimutnya sampai menutupi tubuh Akbar.


"Kamu butuh air hangat? aku akan buatkan sesuatu minuman hangat, katanya bibi Neneng ada teh herbal di belakang, aku buatkan teh hangat untukmu. Bentar!" hendak Yola pergi, Akbar menarik tangan Yola sampai jatuh di pelukkan Akbar.


"Tidak perlu Yola, aku butuh kamu peluk aku. Aku janji aku tidak akan berbuat lebih selain memelukmu." Yola yang sebelumnya ingin melepaskan pelukkannya tapi ia tidak tega dengan Akbar, lalu Yola membiarkan Akbar memeluknya. Mereka akhirnya sama-sama terlelap tidur saling berpelukkan.


...*****...


Esok harinya.....

__ADS_1


Bibi Neneng pamit untuk pergi ke tempat saudara di dalam sana, sedangkan di rumah bibi di pinggir pantai sendiri. Saudaranya juga sedang sakit, ia juga membutuhkan ramuan dari bibi Neneng.


Hanya ada Yola dan Akbar akhirnya di rumah tersebut, sesuai pesan bibi Neneng, Yola merawat Akbar dengan baik sampai sembuh.


Suatu ketika Yola merenung diri di pinggir pantai dengan menatapi desiran ombak di sana. Akbar yang sudah mulai membaik mencari Yola seisi rumah sederhana itu tapi tidak ada, Akbar akhirnya menemukan Yola dan menghampirinya.


"Yola, masukkan ke dalam nanti kamu bisa masuk angin!" kata Akbar


"Duluan saja aku ingin sendiri di sini."


"Lihatlah bentar lagi akan turun hujan!"


"Aku tahu, tapi aku ingin pulang. Dan tidak kejebak di sini seperti ini."


Sebenarnya Yola ingin pulang, ia merindukan anak-anaknya di kotanya.


"Tenanglah Yola, Jome dia akan mencariku dengan deteksi lokasi yang sudah aku pasang di mobilku."


"Tapi mana? mereka belum datang Akbar, aku merindukan Putra dan Putri."


Akbar pun sama entah kenapa merindukkan anak-anak itu.


"Yola, aku sudah lelah seperti ini. Aku mencintaimu, aku ingin menjalin hubungan denganmu."


Yola mengalihkan pandangannya ke Akbar, tiba-tiba turun hujan , Akbar menarik Yola kembali ke rumah tersebut.


"Yola, Aku sungguh mencintaimu!"


Yola hanya terdiam, tapi Akbar sudah pasrah dengan Yola. Yola selama ini selalu menolak Akbar, rasanya ini pernyataan cinta yang terakhirnya.


Petir pun menggelegar, Yola refleks memeluk Akbar. Yola menatap Akbar begitu juga Akbar.


Akhirnya Yola mencium bibir Akbar lebih dulu, kedua mata Akbar terbelalak lebar karena terkejut. Akbar merasa Yola memberi lampu hijau, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, Akbar mengimbangi ciuman Yola dengan lembut sambil menarik tubuh Yola masuk ke dalam pelukkannya, di iringi air hujan membasahi rumah sederhana itu sebagai pelengkap mereka berciuman di depan teras.


》Bersambung......


__________________________________________


Bonus UP hari ini πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


__________________________________________


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2