
Diperusahaan
Akbar datang tepat waktu, di mana Akbar dan papah Alez melakukan meeting di ruangan meetingnya, berkas sudah di tata rapi oleh Jome. Akbar lagi-lagi memenangkan tendernya kali ini. Merasa cukup semua direksi beranjak pergi dari ruangan, tersisalah papah Alez dengan Akbar dan juga Jome.
Mereka saling melempar tatapan, tepatnya Akbar acuh tapi beda dengan papah Alez menatap Akbar dengan tatapan beda.
Hendak Akbar berdiri dari duduknya tapi papah Alez menghentikan langkah Akbar.
"Tunggu Akbar!"
"Papah perlu bicara dengamu."
Akbar membalikkan badannya kembali dan menatap papah Alez.
"Apa yang perlu di bicarakan lagi pah?" tanya Akbar
"Duduklah lebih dulu, papah ingin berbicara penting berdua denganmu."
Jome merasa seperti kode dari tatapan papah Alez memilih pergi menyisahkan papah Alez dengan Akbar saja di ruangan tersebut.
"Papah mau bicara soal apa?" Akbar pun mulai duduk kembali di kursinya yang berhadapan dengan papah Alez.
"Apa kamu masih marah sama papah?"
Akbar hanya diam tanpa menjawab pertanyaan papah Alez, ia sadar betul putranya seperti apa.
"Baiklah, maafin papah nak. Waktu yang kamu dengar itu ya papah diancam tapi papah tidak takut dengan ancamannya."
"Diancam? siapa yang berani mengancam papah?"
"Subroto, ayahnya Silla. Kamu ingat?"
"Iya Akbar ingat, kenapa om Subroto mengancam papah?"
"Semua karena bisnis, perusahaan papah dan perusahaan Jack diadu domba. Sehingga kami menjadi musuhan bertahun-tahun seperti ini, Jack mengira kalau papah menipunya. Mana mungkin papah melakukan itu nak, dan papah menganggap remeh perusahaan Jack sebelumnya, semua itu juga karena komporan orang dalam perusahaan kita. Papah sudah menyelidiki lebih lanjut ternyata baru kebongkar sekarang kejanggalan hati papah ada orang yang melakukan penipuan terhadap perusahaan Jack yaitu orang dalam perusahaan kita bukan papah, sungguh!"
Akbar baru tahu sekarang masalah lebih jelasnya, yaitu masalah selama ini yang menimpa papahnya dengan om Jack sehingga teman dekat menjadi musuh bebuyutan. Kata mamah Sonya, papah Alez dan Om Jack sudah berteman bisnis sangat lama sekali, bahkan sepatner (rekan bisnis) tanpa ada saingan dalam merebutkan suatu proyek seperti sekarang ini.
"Pah, papah tahu kan Akbar sangat mencintai Yola. Yola adalah putri dari om Jack. Akbar tidak ingin papah dan om Jack bersaing dalam berbisnis tapi Akbar mohon bekerja sama seperti dulu lagi. Demi Akbar pah, Akbar ingin bahagia dengan wanita pilihan Akbar."
"Bagaimana papah harus bilang dengan Jack? sulit untuk di jelaskan kepadanya nak. Soal kamu dengan Yola, papah pasti merestuimu." kata papah Alez tersenyum menatap Akbar, jelas Akbar senang mendengarnya.
...*****...
Lokasi syutting
__ADS_1
Yera ngos-ngossan sampai lokasi syutting karena hampir saja terlambat gegara tadi ia rela-relain untuk menemui deddy Jack dan mommy Cessa, buang-buang waktu saja. Kalau tau ternyata kalau dirinya mendapat cecaran dari keluarga besar daddy Jack, mending tidak usah menemuinya.
Di tengah-tengah Yera menggerutu, ia terpelongoh melihat team crew semuanya yang sudah melakukan syutting tanpa dirinya. Dan Yera melihat peran wanitanya itu seperti melakukan teks yang kemarin Yera lakukan bersama lawan mainnya di sana, sama persis. Seharusnya posisi itu adalah milik Yera, kenapa ada wanita cantik berada di sana dan melakukan adegan acting yang sungguh luar biasa, melebihi Yera.
Yera terpaksa mendekati dan menanyakan kepada sutradaranya di sana, dengan terpaksa adegannya di hentikan karena kehadiran Yera membuat pak sut tidak konsentrasi untuk melanjutkannya.
"Cut!" kata sutradara tersebut menghentikan adegan syuttingnya.
"Untuk apa kau datang kemari Yera?"
"Untuk syutting pak sut, tapi kenapa ada wanita itu yang menggantikanku?" tanya Yera
"Actingnya lebih bagus dia, dibanding kamu Yera. Dari parasnya, wajahnya sempurna. Cantik luar biasa, dan kelihatnya Aseli lebih mendalami dalam adegan ini."
"Tidak bisa begitu, ini adalah jobku pak sut!"
"Saya rasa tidak lagi untuk jobmu. Surat perjanjian sudah musnah dan kau tidak perlu mengembalikan uangnya, itu uang muka milikmu."
"No no no tidak bisa, managerku mana sih? Dia yang harus tanggung atas semua ini."
Aseli melihat dari kejauhan kalau ada keributan di sana, Aseli kenal betul siapa Yera itu. Jelas Aseli tahu lah dari informasi kakak-kakak tampannya yaitu Kak Alif dan Kak Akbar. Setidaknya cukup menendang Yera dari tokoh publik, menjatuhkan Yera lebih dari cukup baginya.
"Kau yang bernama Yera?" tanya Aseli yang mendekati Yera
Yera menatap tajam ke arah Aseli, rasanya Yera ingin menjambak Aseli yang merebut jobnya. Selama ini Yera selalu berhasil dalam mengambil job manapun, kali ini seperti menjatuhkan harga dirinya sekali, di mana kemarin baru ia melakukan episode pertama tapi berhenti di tengah jalan.
"Maksud kau apa? tidak kubiarkan kau merebut peranku ini." hendak Yera mau menarik tubuh Aseli terhenti di tangan kokoh milik kak Alif.
"Berani kau menyentuh adikku, ku patahkan tulang tanganmu detik ini juga!" Kak Alif mencengkeram pergelangan Yera begitu erat, rasanya sangat sakit sekali.
"Awwwhh." ringis Yera yang menahan sakit karena rasa cengkeraman kak Alif begitu erat.
Kak Alif pun melepaskan genggamannya dan memberikan peringatan kepada Yera. Kalau Aseli adalah adiknya, Yera sangat syok mendengarnya, secara otomatis job ini tidak bisa di rebutnya. Ketua manajemennya memutuskan kalau Aseli yang pantas memerankan film ini karena memang sengaja dari perintah kak Alif selaku derektur perusahaan miliknya sendiri.
Yera nampak kesal dan memilih pergi dari tempat itu, dan Kak Alif memberitahu kepada Akbar lewat ponselnya kalau ia sudah melakukan apa yang Akbar minta. Kak Alif mengabulkan keinginannya untuk Yera tidak lagi melakukan syutting. Semata-mata gertakan Akbar waktu di restoran untuk Yera tidaklah main-main.
...******...
Di rumah Yola
"Om Jack dan tante Cesa, saya kemari ingin bertemu dengan Yola."
"Akbar, sudah dari tadi pagi Yola dan tante Jessie pergi bersama anak-anak ke pantai." jawab om Jack
"Boleh Akbar menyusulnya?"
__ADS_1
"Silahkan. Kalau Yola bisa menerimamu om tidak akan melarang, kalau Yola menolakmu, Kau harus melepasnya."
"Akbar yakin Yola akan menerima Akbar dengan lapang dada." Akbar tersenyum dengan penuh keyakinan.
"Om, eemmm...... papah Alez akhir pekan ingin ke sini untuk menemui Om Jack. Apakah om Jack mau bertemu dengan papah?"
Wajahnya yang awalnya sedikit berseri-seri di wajah deddy Jack berubah menjadi sinis mendengar nama Alez di telinganya, tante Cesa berada di sampingnya pun menatap suaminya sendiri untuk menenangkan dirinya, agar tidak gegabah dalam menyikapinya.
"Saya harap om Jack dan papah Alez ada waktu berbicara diakhir pekan, biar papah sendiri yang akan mengatakan kebenarannya. Saya harap om Jack ada kesempatan untuk papah saya berbicara dan menjelaskan sesuatu kepada om dan tante."
"Kalau begitu, Akbar permisi pamit om tante. Saya akan pergi menemui Yola kepantai serta saya juga ingin menemui Putra dan Putri di sana. Saya merindukan mereka!"
γBersambung......
__________________________________________
Maunya UP banyak, tapi akhir-akhir ini banyak kerjaan yang menumpuk. Jadi UPnya gak bisa banyak-banyak, setidaknya author tepat waktu untuk UP dari pada tidak sama sekali bahkan ada yang ceritanya gantung tidak di lanjutkan. Yang ini kupastikan tidak akan gantung, tetapi ceritanya lanjut sesuai jadwal hari UPnya sampai tamat.
...π(Selasa & Sabtu)π...
__________________________________________
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π