
Hari ini akan ada penandatanganan kesepakatan proyek tapi Akbar malah belum datang dan tidak bisa dihubungi pula. Papah Alez jadi kesal.
Tak lama kemudian, Akbar baru bangun saat mendapat telepon dari mamah Sonya yang mengomelinya. Papah Alez tadi khawatir, katanya Akbar belum tiba di kantor. Ada apa dengannya? Apa Akbar baik-baik saja?
(Papah Alez dan Mamah Alez di rumahnya sendiri. Sedangkan Alif, Akbar dan juga Asela, Aseli sudah memiliki rumahnya masing-masing, rumah dan uang dari kerja jerih payah mereka sendiri.)
"Bilang pada mamah kalau kamu punya masalah. Papah tadi marah-marah bahwa belakangan ini kamu bersikap aneh. Kamu tidak pernah seperti ini sebelumnya."
Akbar termenung sedih. Apa yang menimpanya sekarang ini membuat Akbar jadi mengerti kenapa mamahnya rela melakukan segalanya demi papah Alez dulunya sewaktu muda.
Jome datang saat itu, mengabarkan bahwa dia masih belum bisa menghubungi Akbar sampai sekarang. Papah Alez jadi cemas, jangan-jangan terjadi sesuatu pada Akbar.
Akbar bisa-bisanya tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Untung saja ada Jome tangan kanannya yang siap membantu. Jika tidak, mereka pasti akan kehilangan bisnis mereka.
Di perusahaan Deddy Jack / Yolanda
Para eksekutif sedang membahas masalah proyek hotel Lyly. Belum juga Deddy Jack membahas lebih jauh, tiba-tiba saja Taro mengusulkan agar Yola yang menangani proyek ini.
Taro beralasan bahwa Yola sudah membuktikan bahwa dia punya prestasi yang baik. Para direktur yang lain setuju. Yola belum sempat mengutarakan pendapatnya, Taro tiba-tiba berkata bahwa dia sudah mengumpulkan segala informasi yang Yola butuhkan. Jelas dia sedang mendesak Yola untuk mengambil proyek ini.
Tak punya pilihan, Yola akhirnya setuju. Deddy Jack pun memutuskan bahwa Yolanda-lah yang bertanggung jawab terhadap proyek ini, sedangkan Taro ditunjuk untuk membantu Yola.
Bukannya pergi kerja, Akbar malah mendatangi perusahaan deddy Jack dan lagi-lagi menuntut mau ketemu sama Lala. Pak Satpam jelas bingung, benar-benar tidak ada pegawai bernama Lala di sini. Tapi Akbar ngotot tak mempercayainya, malah mau menerobos masuk.
Usai membantu Yola merancang proposalnya, Taro mencoba mengajak Yola makan siang bersama (Sok perhatian banget. Kayaknya dia sedang berusaha merayu Yola). Yola berniat menolak awalnya, tapi Taro terus membujuknya sampai akhirnya Yola setuju juga.
__ADS_1
Tapi di tangga, Yola malah melihat Akbar yang sedang membuat keributan. Yola jadi panik. Taro meyakinkan Yola bahwa dia yang akan menangani Akbar dan langsung keluar menghadapinya.
Akbar terus saja teriak-teriak memanggil Lala. Taro sontak mengancam akan memanggil polisi jika Akbar tidak mau berhenti berteriak. Tidak seharusnya Akbar mempertaruhkan reputasinya seperti ini. Kesal, tapi akhirnya Akbar mengalah dan pergi.
*****
Malam harinya, deddy Jack berkata bahwa ia ingin membuat pesta penyambutan untuk Yola. Sejak Yola kembali, mereka belum mengadakan pesta formal untuk menyambutnya. Yola kurang setuju. Sebaiknya jangan dulu.
"Kenapa? deddy ingin mendebutkanmu untuk posisi yang deddy inginkan untukmu. Deddy ingin kau mengurus departemen marketing."
"Bukankah Taro yang mengurusnya?"
"Tapi dia orang luar, nak. Kecuali jika kau benar-benar ingin dia menjadi bagian dari kita."
Yola minta dikasih waktu. Sekarang ini, dia sedang dalam masa mempelajari pekerjaan mereka. Dia ingin belajar lebih banyak. Baiklah, deddy setuju. Dia bisa memulainya dengan proyek hotel Lyly.
****
Ana mengajak Yola ke bar untuk menghiburnya, tapi Yola malah diam saja dengan wajah serius. Kebetulan, Akbar juga berada di bar yang sama, mabuk-mabukan lagi. Kak Alif heran padanya, kenapa juga dia pergi mencari Lala ke perusahaan Jack. Dia yakin kalau Lala itu cuma cewek yang digunakan oleh pihak perusahaan lawannya untuk memikat Akbar dan mencari tahu rahasia perusahaan dari Akbar.
"Aku tidak tahu. Mungkin begitu atau mungkin juga tidak."
"Siapapun dia. Dia cuma wanita penghibur yang digunakan perusahaan lawanmu sebagai pemikat. Pasti tidak akan sulit bagimu untuk melupakannya. Iya kan?"
"Sulit! Dan aku tidak bisa melakukannya! Karena selama aku bersama Lala, aku benar-benar bahagia. Aku ingin dekat dengannya. Biarpun dia menipuku, aku tetap ingin bersamanya. Karena aku mencintainya! Aku mencintainya! Kau dengar aku, kak? Aku mencintainya! Aku mencintainya!"
__ADS_1
Seorang wanita tiba-tiba menghampiri Akbar saat itu. Tapi Akbar benar-benar tidak tertarik padanya dan langsung pergi ke toilet. Dan saat itulah dia melihat Lala yang baru keluar dan langsung memanggilnya.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π