
Malam itu, Akbar tiba-tiba meneleponnya. Tapi dia malah tidak mengatakan apa-apa. Yola jadi kesal dan langsung memblokir nomornya. Tapi kemudian Akbar mengirim pesan, mengancam akan masuk ke rumah Yola sekarang jika Yola memblokir nomornya. karena dia sedang berada di depan rumahnya Yola sekarang.
Yola jadi panik dan akhirnya menelepon balik dengan kesal. "Kau mau apa?!"
"Aku ingin bicara pada kedua orang tuamu."
"Jangan!"
"Itu berarti, deddy dan mommymu masih belum mengetahui tentang betapa menjijikkannya kelakuan putri mereka. Tapi dari apa yang kuselidiki tentang latar belakang keluargamu, keluargamu seharusnya adalah orang-orang yang bermoral. Seharusnya mereka membesarkan putri mereka dengan baik. Jika putri mereka bersikap buruk, berarti itu salah putri mereka sendiri."
"Hei! Berhentilah menggangguku, berhentilah mengganggu keluargaku!"
Akbar jelas tidak mau. Yola sendirilah yang memulai game ini duluan. Dan sepertinya Yola masih belum mengenal betul tentang kepribadiannya. Saat dia mulai memainkan game dengan seseorang, dia tidak akan mengakhirinya semudah itu. Dialah yang akan mengakhirinya.
"Dasar jahat! Kau sudah kalah tapi tidak mau mengaku kalah."
"Kau juga sama jahatnya denganku."
"Lalu apa maumu? Hah?! Katakan!"
"Jika kau tidak mau aku masuk, maka keluarlah menemuiku."
Yola kesal. Tapi pada akhirnya tak ada yang bisa dilakukannya selain menuruti Akbar. Tak lama kemudian, dia diantarkan keluar oleh Jeni. Dia beralasan mau mengambil dokumen dari kantor.
Mommy benar-benar prihatin melihat putrinya bekerja terlalu keras. Mommy tidak tahu bagaimana harus membantunya. Berusaha menenangkan mommy, tante Jessie menasehatinya untuk memberi Yolanda dukungan moral saja, itulah yang paling dibutuhkan Yolanfa. Biarkan Yola tahu bahwa dia keluarganya menyayanginya dan akan selalu ada di sisinya.
________
Mereka bertemu di pinggir sungai, Akbar langsung sumringah melihatnya datang tapi Yola to the point menanyakan apa yang Akbar inginkan.
"Main game."
"Aku tidak mau main."
__ADS_1
"Kau tidak punya hak untuk meninggalkan game yang kau mulai sendiri tanpa persetujuanku."
"Sudah kubilang kalau aku tidak mau main."
Kalau begitu, Akbar akan memberitahu kedua orang tua Yolanda tentang betapa buruknya putri mereka. Jika Yolanda tidak mau kedua orang tuanya tahu dan kecewa dengan putri mereka yang nakal, maka Yola harus meneruskan game ini.
Yola kesal. "Game apa yang ingin kau mainkan?"
"Tidak akan kukasih tahu, pokoknya kau harus mengikutinya."
"Sinting!"
"Si sinting yang takkan pernah bisa kau bayangkan."
Yola tiba-tiba berubah sikap dan menerima tantangannya. "Dipikir-pikir, sepertinya akan menyenangkan."
Akbar mungkin belum mengenal kepribadikannya dengan baik. Jika Yola bertekad untuk perang, dia tidak akan mundur. Dan terkait diganggu pria sinting seperti Akbar dan memainkan perang psikologi, Akbar bahkan tidak ada setengahnya dari apa yang pernah Yola temui sebelumnya. Jika Akbar sungguh-sungguh, maka silahkan saja.
...******...
Sementara itu di Jack Grup, Taro memberitahu Yola bahwa deddynya Yola menyuruh mereka berdua untuk menghadiri acara itu. Yola jelas tak senang saat membaca nama Alez / Akbar Grup dalam daftar perusahaan yang diundang. Tapi dia tak gentar dan memutuskan untuk tetap menghadiri acara itu.
Taro kurang setuju karena Akbar juga pasti hadir. Tapi Yola bersikeras dan dengan ketus mengingatkan Taro bahwa Taro tidak perlu memikirkan apapun untuknya. Yang perlu Tark lakukan hanyalah melakukan tugasnya sebaik mungkin. Jangan membuatnya berpikir kalau Deddynya menyia-nyiakan uangnya untuk menggaji Taro.
Berusaha menahan kesalnya, Tarp mengklaim kalau dia hanya memikirkan perasaan Yola. Dia hanya bermaksud baik. Dia sama sekali tidak bermaksud melewati batas.
"Terima kasih. Kalau sudah tidak ada urusan lagi, maka silahkan pergi." Usir Yola dan Taro langsung pergi sambil berusaha keras menahan emosi.
_______
Keesokan harinya, hanya papah Alez dan Jome yang hadir.
Tak lama kemudian, Yola datang bersama dengan Taro. Yola senang karena Akbar ternyata tidak hadir. Dengan begini, dia tidak perlu pura-pura.
__ADS_1
Tapi kalaupun Akbar hadir juga tidak masalah. Hari ini ada banyak reporter yang datang, Akbar tidak akan berani melakukan apapun yang bisa merusak reputasinya di hadapan reporter.
Papah Alez sinis melihat Yola. Jack pasti tidak datang karena dia terlalu takut berhadapan dengannya, makanya dia hanya mengirim putrinya dan Taro ke acara ini.
"Tapi menurutku, nona Yola itu tidak bisa dianggap remeh karena dia menang melawan tuan Akbar sebelumnya." Ujar Jome
Papah Alez mengklaim kalau itu hanya kebetulan. Nyatanya Akbar sudah menunjukkan dirinyalah yang lebih unggul.
Namun yang tak disangka, Akbar mendadak muncul saat itu. Dia memutuskan untuk datang setelah dia membaca undangan itu dan melihat nama perusahaan lawannya dalam daftar undangan. Dan jelas saja kehadirannya langsung menghapus senyuman Yolanda.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π