
Akhirnya Sonya di bawa kerumah sakit,Mamah Laura begitu khawatir melihat kondisi Sonya sekarang. Mamah Laura mundar mandir di depan ruangan Sonya dan menunggu Sonya keluar dari ruang ICU.
"Mamah?" Tanya papah Bastian tak kalah paniknya yang sudah menghampiri mamah Laura.
Papah Bastian tau semua setelah bi Sri menceritakan semuanya tadi lewat via telepon. papah Bastian terkejut hatinya seperti terhantam besi besar menusuk hatinya mendengar Sonya seperti itu.
"Pah, Sonya pah,hiks hiks" Mamah Laura menangis didalam pelukan suaminya itu
"Tenang saja mah,pasti Sonya baik baik saja. Sonya anak yang kuat" Bastian memeluk tubuh istrinya untuk menenangkannya meski hatinya juga takut terjadi apa apa pada Sonya.
Beberapa jam Sonya di dalam ICU, akhirnya dokter yang menangani Sonya pun keluar.
"Dok bagaimana dengan anak kami dok?" tanya papah Bastian.
"Maaf pak,kondisi anak bapak dan ibu masih kritis. Butuh doa kalian semoga anak kalian bisa melewati masa kritisnya. Jantungnya melemah tidak tutup kemungkinan bisa selamat,tapi sarannya banyak banyak berdoa untuk anak kalian yang bisa membantu untuk saat ini."
"Dok lakukan yang terbaik untuk anak kami,berapapun kami bayar tapi selamatkan Sonya."
"Tim medis akan melakukan maksimal mungkin untuk menyelamatkan anak ibu dan bapak. Saya permisi"
Papah Bastian dan Mamah Laura begitu lemas tak berdaya mendengar penjelasan dokter tadi,mereka tidak sanggup kehilangan anak satu satunya itu.
"Pah restuilah Sonya dengan Alez pah. Mamah ingin Sonya bahagia. Maafkan Soja dan anaknya itu,semua itu sudah berlalu." kata Mamah Laura
__ADS_1
"Tidak mah!" tolak papah Bastian.
"Papah ingin kehilangan Sonya iya? Pah kebahagiaan Sonya ada di Alez pah. Relakan maafkan mereka demi Sonya pah. Anak kita pah,mamah tidak mau membuat Sonya menderita apa lagi Sonya tidak ada mamah lebih tidak sanggup." sambung mamah Laura
menangis tersedu sedu.
Papah Bastian diam memikirkan setiap kata yang di ucapkan istrinya itu mereka duduk di kursi rumah sakit dengan kondisi yang lemah.
Beberapa hari Sonya di dalam ICU,akhirnya Sonya melewati masa kritisnya. Hanya tinggal menunggu sadarnya saja,Sonya dipindahkan di kamar VIP yang masih mengenakan alat alat yang masih terpasang di tubuhnya.
Papah Bastian dan Mamah Laura melihatnya begitu sedih,melihat kondisi Sonya terbaring lemah tak berdaya,tubuh yang pucat.
Alez mendengar kabar kalau Sonya masuk rumah sakit pun khawatir,karena telepon Sonya bunyi terus di kamar ketika bi Sri membersihkan kamarnya lalu yang menjawab adalah bi Sri dan menceritakan semua.
"Kerumah sakit bun,Sonya masuk kerumah sakit sampai sekarang belum sadarkan diri. Alez khawatir bun!" Sendu Alez
"Bunda ikut,bunda akan menemanimu kesana. Bunda takut kalau kamu bertemu dengan orang tua Sonya akan terjadi sesuatu di sana. Bunda akan membantumu." bujuk bunda Soja.
"Alif bun?" tanya Alez
"Alif sudah terlelap tidur dikamarnya,bunda sudah meminta Shinta yang menjaganya dulu "
Akhirnya Alez dan bunda Soja menuju ke RS di mana Sonya di rawat.
__ADS_1
γBersambung.....
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π