
Melihat foto Lala yang ternyata Yolanda - ahli waris perusahaan deddy Jack, Akbar langsung pergi ke kantor perusahaan lawannya untuk mencarinya. Dan kali ini Yola tidak menghindar lagi dan menghadapinya dengan penuh keberanian dengan ditemani Taro.
"Ada urusan apa kau mencariku, tuan Akbar?"
Alih-alih terprovokasi, Akbar dengan sengaja mendekat sambil tersenyum licik. "Kalau kau ingin aku memberitahu tentang kita di sini... boleh juga."
Yola jadi panik dan langsung mendorong Akbar ke tempat yang sepi. Akbar sinis, ternyata Yola bisa malu juga sampai-sampai dia tidak berani bicara tentang mereka di depan orang lain.
"Itu karena apa yang ingin kau bicarakan tidak berguna bagi orang lain. Dan lagi, aku tidak ingin lagi buang-buang lagi denganmu."
"Bagaimana bisa kau melakukan ini?"
"Memangnya apa yang kulakukan? Oh, tentang malam itu? Itu cuma suatu strategi untuk menang melawan musuh. Itu saja."
"Termasuk malam pertama kau tidur bersamaku?"
PLAK! Yola sontak menamparnya. "Tentang malam itu, cuma kuanggap bahwa aku melakukan kebaikan padamu. Tidak perlu dibahas lagi."
__ADS_1
"Kau pasti sering melakukan kebaikan dengan cara itu, yah? Dan aku pasti bukan pria pertamamu juga!" (Aduh, Akbar! Kejamnya! Kamu tahu kalau kamu pria pertamanya.)
Yola sontak melayangkan tangan mau menamparnya lagi. Tapi Akbar dengan cepat menangkap kedua tangannya, menguncinya ke tembok lalu menciumnya paksa.
Yola sontak mendorongnya dan menamparnya lagi. "Biadap! Kau memandang wanita hanya untuk bersenang-senang. Mulai sekarang, aku tidak akan membiarkanmu menyakitiku lagi."
"Siapa yang menyakiti siapa? Tapi aku juga harus mengucap terima kasih padamu karena kau telah membuktikan padaku bahwa wanita baik-baik tidak akan berada di ranjang pria asing. Kau tidak ada bedanya dengan wanita yang kutemui sebelumnya. Saat mabuk, akan berakhir di ranjang."
Yola kesal dan mau menamparnya lagi tapi gagal. Akbar dengan kejamnya menegaskan bahwa dia tidak akan lagi merendahkan dirinya sendiri dan bergaul dengan wanita kotor seperti Yola.
"Nona Yola, aku tidak akan lagi jadi orang bodoh yang bisa kau perdaya! Kau dan aku, kita lihat saja nanti!"
...*****...
Malam harinya, kak Alif menemukan Akbar minum-minum lagi. Tapi kali ini dia sengaja membiarkan para wanita menemaninya. kak Alif cemas melihatnya, apa yang terjadi padanya?
"Aku sudah menemukan Lala." Aku Akbar dengan sedih.
__ADS_1
Dia lalu menceritakan segalanya pada kak Akbar. Dia benar-benar masih sulit mempercayainya. Saingan bisnisnya adalah orang yang pernah tidur dengannya. Mereka punya banyak kesempatan untuk bertemu tapi dia tidak pernah mengetahuinya. Dia benar-benar bodoh.
"Jadi benar dia adalah orang yang kau curigai sebagai pemikat untuk mencari tahu rahasia perusahaan darimu?"
Tapi kak Alif masih tidak mengerti. Pada malam pertama mereka bertemu, bukankah gadis itu belum bekerja di perusahaan lawannya?
"Dia bilang itu adalah kesalahan. Dia mungkin kembali untuk membalaskan dendamnya padaku. Dia mungkin sangat puas melihatku dibodohi sekian lama. Kebodohan yang harus kutukar dengan proyeknya Tuan Roni. Tak pernah kusangka ada orang yang begitu ingin menang melawanku sampai melakukan hal semacam itu!"
"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"
"Karena dia sudah menunjukkan dirinya sebagai musuhku seperti ini, akan kulakukan segala cara untuk menang melawan orang semacam dia! Perasaan bersalah yang selama ini kutanggung, sudah ditukar dengan keuntungan yang dia dapatkan dariku. Sudah cukup."
Tapi setelah mendengar cerita akbar barusan, Kak Alif merasa wanita itu sangat menakutkan. kak Alif prihatin padanya, tapi baguslah Akbar sudah mengetahui kebenarannya.
...*****...
Putra dan Putri tiba-tiba menanyakan arti 'bohong'. Itu artinya tidak baik, kan? Tadi Putri nonton kartun, terus orangnya bilang 'kau bohong'. Orang yang berbohong itu tidak baik, kan?
__ADS_1
Yolanda tertohok mendengar pertanyaan mereka. Tak bisa menjawab, akhirnya dia cuma memeluk mereka dengan sedih.
》Bersambung.....