
Akbar dan Yola melanjutkan ciumannya di dalam rumah sampai pada akhirnya mereka melakukan hubungan intim untuk ke dua kalinya yang sekian tahun mereka tidak melakukan. Meskipun Akbar yang suka gunta-ganti wanita, bukan berarti Akbar melakukan hubungan, hanya saja ia ingin menjajahi hati para wanita. Ternyata wanita-wanita yang di kencani Akbar rata-rata matre dan melihat Akbar dari fisiknya saja. Cih!
Akbar mencium kening Yola, "Maafkan aku Yola, aku kelewat batas!"
Yola hanya diam tidak bergeming, keduanya sama-sama melakukan hubungan terlarang kembali dan sama-sama sadar. Bukan salah Akbar, lagi pula Yola tidak menolak sama sekali, malah Yola seperti menginginkan Akbar melakukan kesalahannya untuk kedua kalinya kembali. Lagi-lagi Akbar kehilangan kontrol hingga kelepasan mengeluarkan semua miliknya di dalam inti Yola.
Yola memeluk tubuh Akbar, tubuh mereka polosan tanpa sebenangpun hanya selimut menutupi tubuh mereka berdua.
"Akbar, aku tidak tahu harus jawab apa."
Yola hanya memeluk tubuh Akbar sambil memainkan jari jemarinya di dada bidang Akbar.
Akbar teringat tentang pertama ia tidur bersama Yola, jelas Akbar melihat darah perawannya mengenai seprai kasurnya waktu itu. Dan Akbar merasa kalau ia laki-laki yang pertama untuk Yola dalam hubungan intim.
"Iya kamu benar Akbar, kamu orang pertama melakukannya denganku."
Jelas Akbar heran, bukankah kata Yola kalau dirinya adalah wanita penyenang para pria-pria manapun. Tapi Akbar menepisnya ia masih ingat tentang kesuciannya yang hilang gara-gara dirinya bahkan sampai Akbar kelepasan waktu itu juga. Tiba-tiba Akbar kepikiran tentang itu..... ya itu.
"Waktu itu setelah kita melakukan hubungan seperti ini apa yang terjadi?" Tanya Akbar karena ia ingat melakukan berkali-kali dalam ronde malam itu bersama Yola, bahkan sampai semua cairannya masuk di dalam rahim Yola.
"Tidak terjadi apa-apa Akbar!" jawab kilat Yola bohong.
Akbar tidak curiga sama sekali dengan Yola, meskipun Yola hamil dia pasti membawa anaknya ke Indonesia. Soal Putra dan Putri itu kan anak dari tante Jessie jadi tidak mungkin itu anak Yola. Dan di pikir-pikir waktu itu hanya melakukan hubungan intim satu malam saja, kemungkinan kalau Yola memang tidak hamil.
"Maafkan aku Akbar, aku tidak ingin kamu mengambil anak-anakku yang ku besarkan sendirian selama ini. Aku tidak ingin sebelum masalah deddy dengan papahmu terkuak siapa yang bersalah dalam penipuan bisnis aku tidak bisa mengatakan berkaitan anakku. Aku tidak ingin kalau kamu tahu Putra dan Putri anakmu, aku takut kalau hak asuh anak bisa jatuh di tanganmu, padahal aku tidak siap kehilangan anak-anakku. Meskipun kita bersatu orang tua pasti tidak merestuin kita Akbar. Aku bingung Akbar... Aku mencintaimu.. Tapi hubungan kita sangat rumit." batin Yola
Yola meneteskan air matanya mengenai dada bidang Akbar, ia merasakan lalu melihat wajah Yola.
"Yola? Kamu menangis?" tanya Akbar heran
"Tidak apa-apa Akbar. Aku sudah mengantuk kita tidur."
"Yola?"
Yola tidak menJawab dan memilih diam.
"Aku menginginkanmu Yola. Soal masalah papah dan deddymu, aku coba cari tahu semuanya lebih dulu agar mereka menjadi bersahabat lagi." batin Akbar merenungi yang masih memeluk tubuh Yola. Hingga akhirnya Akbar terlelap tidur bersama Yola.
Yola yang belum sepenuhnya tidur, ia kembali membuka matanya. Melihat Akbar sudah tidur, ia memandangi wajah Akbar dengan lekatnya dan tersenyum.
"Akbar, apa hubungan kita serumit ini? Aku baru menyadari kalau aku juga mencintaimu." kata Yola pelan dengan Akbar yang sudah terlelap tidur, terlihat dari irama nafas Akbar teratur yang menandakan kalau Akbar sudah tidur.
Cup!
Yola menyium pipi kanan Akbar dan kembali tidur memeluk Akbar sampai mereka sama-sama tidur hingga pagi.
...******...
__ADS_1
Pagi hari.....
Jome mencari Akbar dan Yola, Jome mencari mereka di temani Ana. sampai akhirnya Jome menemukan mobil Akbar di pinggir jalan tepatnya pulau terpecil yang tidak banyak penduduk.
"Aneh mereka hilang berdua seperti ini tidak mungkin." kata Ana
"Aku juga tidak tahu. Di sini hanya ada mobilnya saja, mereka di mana?" Jome melihat mobilnya kosong dari terawangan pantulan kaca mobil Akbar.
"Ya aku juga nggak tahu, kita sama-sama cari sekitar sini."
Hingga akhirnya Ana menemukan sebuah gelang yang biasanya Yola pakai.
"Ini gelang Yola?"
"Iya aku yakin, ini gelang persahabatan aku dengannya. Aku saja punya, ini gelang ada pasangannya." Ana menunjukkan gelang yang sama dengan gelang yang ia temukan di dekat pohon.
"Berarti mereka tidak jauh dari sini. Kita cari mereka, cari petunjuk siapa tahu ada benda milik mereka sebagai jalan menemukan mereka." Jome berjalan semakin masuk ke dalam banyak pepohonan di ikuti Ana di sana.
Hampir saja mereka menyerah tapi Jome melihat sebuah rumah di pinggir pantai.
Aneh pula, semakin masuk ke dalam pulau, ada rumah hanya satu dan bahkan ada pantainya. Bisa di jadikan objek wisata dan pasti terdaftar di planning perusahaan bosnya ini. Pikirnya!
"Hey bukan pekerjaan yang di pikirkan, tapi temukan mereka dulu."
"Iya iya."
Ana perlahan membuka rumah itu dan masuk bersama dengan Jome. Mereka terkejut melihat Akbar dengan Yola tidur bersama tanpa busana. Jadi semalam mereka!
Jome dan Ana hanya saling pandang, apa mereka sudah baikkan. Padahal setiap bertemu mereka pasti berantem, tapi apa yang mereka lihat hari ini mengejutkan untuk Jome dan Ana.
Jome menarik pergelangan tangan Ana untuk keluar rumah tersebut.
"Kenapa kamu menarikku?"
"Jangan membuat mereka canggung gegara kita melihatnya? Bukannya itu bagus untuk mereka seperti ini?"
"Memang ya laki-laki mau enaknya saja. Setelah habis manis sepah di buang!" celetus Ana
"Apa maksudmu?"
Tiba-tiba bibi Neneng sudah pulang malah melihat Jome dan Ana di depan rumahnya.
"Kalian siapa? kenapa kalian bisa di rumahku?" tanya bibi Neneng
"Ini rumah anda?"
"Iya, saya bibi Neneng pemilik rumah ini."
__ADS_1
"Baiklah, kami kemari ingin menjemput Yola dan Akbar kembali pulang." jelas Jome
"Oh kalian temannya?"
"Iya betul bi."
Akhirnya bibi Neneng ingin mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam rumahnya untuk menemui Yola dan Akbar. Jome dan Ana berteriak bersamaan "Jangan!"
Jelas Bibi Neneng bingung maksud mereka apa melarang pemilik rumahnya masuk kedalam rumahmya sendiri. Mendengar teriakan mereka, Yola dan Akbar terbangun, suara yang familiar baginya.
"Ana!" panggil Yola
"Jome!" panggil Akbar
Mereka spontan bangun dan posisi duduk saling pandang dengan kondisi tubuh mereka telanjang hanya selimut yang menutup tubuh polos untuk keduanya. "Bibi Neneng!" kata Yola dan Akbar bersamaan.
γBersambung......
__________________________________________
Ditunggu UPnya kembali sesuai jadwal. . . . . π
__________________________________________
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π