
Malam hari
Sampailah Sonya dan Ales dirumahnya, Alif masih lelap dalam tidurnya. Sedangkan bunda Soja dan Shinta mungkin ada di kamarnya masing masing.
Seperti biasa semua penghuni pemilik dirumahnya untuk makan malam bersama. kecuali Alif sudah makan dan tidur duluan, setelah selesai mereka melakukan aktivitas malamnya masing masing.
Sonya merasa ngantuk mungkin karena Sonya sedang hamil anak pertamanya.
"Mas ayuk naik keatas." kata Sonya yang sudah mulai mengantuk.
"Naik duluan nanti aku susul." balas Alez
Akhirnya Sonya naik keatas masuk ke kamar lebih dulu.
Bunda Soja dan Shinta menuju ruang tamu untuk menurunkan makanan didalam perutnya sebelum tidur.
Alez pun menghampirinya dengan duduk di sofa pinggir bunda Soja.
"Kenapa Lez? Temani istrimu tidur ngapain di sini?" titah bunda Soja melihat Alez duduk di sampingnya.
Sedangkan Shinta fokus nonton TV bersama cemilan yang ia makan,padahal habis makan tapi Shinta gak gemuk gemuk juga badannya sama saja meski makan tidur makan tidur sehariannya.
"Bentar bun,Alez mau bilang sesuatu bun."
"Bilang apa Lez,tadi Alez....." ragu ragu Alez
"Apa? kamu melakukan kesalahan dengan Sonya! Jangan sakiti menantuku dia sudah bunda anggap anak bunda sendiri." ekpresinya menjadi serius
"Tidak bun,tadi Muna datang ke perusahaan Alez. Sonya tau tapi dia tidak marah aku kira dia marah hampir saja aku bingung merayunya padahal Alez tidak bisa merayu."
"Apa? Muna ke perusahaanmu! Untuk apa wanita itu datang keperusahaanmu." cetus bunda Soja kalau berhubungan dengan Muna mantan menantunya itu.
"Iya dia mau menemui Alif bun, dia sakit katanya. Entahlah."
"Tidak boleh dan tidak akan pernah Alif bertemu dengan wanita itu!" larang bunda Soja
"Tapi bun,Alez juga membantahnya. Tapi Sonya meminta biarkan Alif bertemu dengan Muna sebagai ibu kandungnya. Dia juga berhak dengan Alif. Setelah itu Alez pastikan tidak akan ada lagi pertemuan Alif dengan Muna."
"Bukannya tadi Sonya marah,kalau Muna datang ke perusahaan." bingung bunda Soja
"Sonya percaya sama Alez bun,tadinya Alez kira dia marah tapi tidak sama sekali. Bahkan dia seperti kesal dengan Muna malah sebaliknya dia meminta Muna bertemu dengan Alif."
__ADS_1
"Apakah kamu mau menemui Muna dengan Alif sesuai permintaan Sonya?" tanya bunda Soja
"Menurut bunda bagaimana? Izinkan?"
"Biarkan besuk Muna datang kerumah bertemu Alif asal kita ada di pertemuannya. Bunda tidak mau terjadi apa apa dengan cucuku Alif."
"Baik bun."
Ngggokkk
Ngoookk
zzzzzZZ
(Dengkuran ngorok Shinta di sofanya yang sudah terlelap tidur)
Shinta tidur bersama bungkus kripik yang di genggamnya dan juga mulutnya yang berhenti menguyah padahal masih ada kripik yang lembut di kunyahnya.
"Stt ini anak,cantik cantik jorok. Bisa bisa ngiler ini makanan masih dimulut." Kata bunda Soja menatap anak perempuannya itu siapa lagi kalau bukan Shinta.
"Namanya aja Shinta bun,untung Alez gak seperti Shinta." Senyum kecil melihat adik perempuannya itu.
"Lez,bawa adikmu kekamar." perintah Bunda Soja
Tok
Tok
Tok
"Siapa malam malam begini datang bun?"
Bunda Soja hanya menaikan bahunya tidak tahu,bi Inem membukakan pintunya ternyata Tam.
"Permisi tuan Alez,nyonya besar Soja" sapa sopan Tam
"Ada apa datang kemari lagi?" tanya Alez menatap Tam
"Ini tuan,tab kerja tuan ketinggalan di mobil takutnya penting untuk mengecek perkembangan perusahaan ada di tab ini." Tam menyerahkan tabnya ke Alez , Alezpun menerimanya.
"Mas Alez!" panggil Sonya di lantai atas
"Iya sayang sebentar." sahut Alez
__ADS_1
Alez pun mulai berdiri berjalan meninggalkan mereka yang masih disana.
"Alez tunggu adekmu ini bagaimana!" bunda Soja menghentikan langkah Alez
"Minta tolong sama Tam aja bun kasian Sonya tidak bisa tidur sendirian semenjak dia hamil minta di elus perutnya." Alez pun menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya.
"Tam,tolong bawa Shinta ke kamarnya." perintah bunda Soja
Tam melihat Shinta begitu detailnya cantik cantik tidurnya seperti tidak punya malu. Biasa wanita tidur itu anggun beda dengan Shinta di balik cantiknya.
"Tap-" perkataan Tam kepotong karena Bunda Soja
"Buruan!"
Akhirnya Tam menggendong tubuh Shinta ke kamarnya dengan ala bridal style nya.
Bunda Soja melihatnya mangut mangut saja memandangi Tam menggedong Shinta.
"Boleh juga Tam,kuat! Apa lagi cocok sama Shinta. Tampannya di bawah pas Alez bagus bagus!" kata Bunda Soja dengan senyum miringnya itu.
γBersambung.....
____________________________________________
Tolong dukungannyaa yang kenceng π , Gunanya author ngulang-ngulang caption di bawah ini untuk apa.π
____________________________________________
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
__ADS_1
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π