Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Akbar bertemu dengan sikembar


__ADS_3

Pertemuan kembali lagi pada Ana dengan Jome, sungguh apes sekali nasip Ana harus kejebak dalam lift. Ternyata Jome satu lift bersama Ana, Jome yang takut kegelapan langsung memeluk Ana, keadaan menjadi canggung ketika lift kembali hidup dan lampunya sudah menyala.


"Kenapa kau memelukku ha!" teriak Jome , lalu melepaskan pelukkannya itu.


"Siapa yang memelukmu, kamu yang memelukku." sangkal Ana yang tidak mau di salahkan. Padahal benar adanya Jome yang memeluk Ana duluan. Pertingkaian mereka tampak jelas di lihat orang-orang yang melihatnya, seperti kucing dengan tikus tidak pernah akur.


Lagi lagi apes lagi untuk Ana, kenapa Ana harus kepleset dengan lantai yang licin? padahal sudah jelas di sana ada papan kuning bertulisan "lantai basah" , jadilah Jome menangkap tubuh Ana agar tidak jatuh.


Tiba-tiba saja Yera datang melihat mereka berpelukkan, jelas saja Yera marah "Apa yang kamu lakukan kepada Jome kekasihku!"


Yera memisahkan Ana dengan Jome dan mendorong Ana menjauh dari Jome, Yera pun menggandeng tangan Jome.


"Kalau jalan lihat kedepan pakai mata, tahu lantai basah di terjang!"


"Hey tuan Jome yang terhormat, kalau begitu tadi tidak usah menangkapku. Biarku terjatuh!"


Mereka pun berantem di depan Yera, membuat Yera pening mendengar perdebatan mereka.


"Cukup!" Yera menengai berdebatan mereka.


Seketika mereka diam dan saling beradu tatapan yang sangat angkuh.


"Ana, aku sudah menunggumu. Ternyata kamu di sini." tegur laki-laki yang mendekat ke arah Ana.


"Maaf! tadi ada masalah sedikit. Kalau begitu kita pergi saja sekarang."


"Apakah mereka temen-temenmu Ana?" laki-laki itu menatap Jome dan Yera bergantian.


"Oh bukan, tepatnya musuh! kalau begitu kita pergi saja. Tidak enak hawanya di sini." Ana pun menarik tangan laki-laki itu dan pergi meninggalkan Yera dan Jome.


Jome melihat punggung Ana dan laki-laki itu semakin jauh, dan pastinya mereka masih dengan keadaan sebelumnya, mereka bergandengan tangan layaknya kekasih.


"Baguslah, wanita sialan itu pergi juga." kata Yera


Entah kenapa rasanya Jome tidak rela Ana dengan laki-laki itu, padahal Jome sudah memiliki Yera.


"Kamu kenal gadis itu?"

__ADS_1


"Ya kenal, gadis bodoh dan kampungan namanya Ana." hina Yera


"Sudahlah kenapa jadi kamu bahas dia sih sayang, ayolah kita pergi dari sini. Aku lelah berdiri terus di sini, capek habis pemotretan juga."


"Tentu, baiklah kita pergi." Yera bermanja-manja di lengan Jome. Tapi Jome entah kenapa masih kebayang-bayang kepada Ana, ada hubungan apa Ana dengan laki-laki itu. Pikiran-pikiran itu muncul di kepala Jome.


"Apa yang kamu pikirkan Jome? kamu sudah memiliki Yera. Yera yang jauh lebih cantik dan populer, untuk apa aku mikirin gadis yang bernama Ana itu." batin Jome (Cie-cie Jome mulai ada desiran nih kepada Ana. Lalu dengan Yera? Yera kan kekasihnya.)


...*****...


Yola yang sedang menemani Putra dan Putri di taman, pastinya ada Jeni yang mengasuh mereka. Yola sangat bahagia sekali melihat mereka bisa bermain dengan bahagia tanpa beban. Taro pun datang menghampiri Yola di sana, seperti biasa Taro sok manisnya dengan anak-anak. Tapi sayangnya anak-anak tidak menyukai kehadiran Taro.


Akbar melihat si kembar di taman, matanya tertuju kepada Yolanda. Sontak saja Akbar menghentikan mobilnya di pinggir, dan menghampiri Yolanda. Jelas saja Yola terkejut apa lagi Taro, Si kembar sangat senang atas kehadiran Akbar, lalu Putra dan Putri berhamburan memeluk Akbar, Taro sinis melihatnya!


"Kak Akbar, lama tidak berjumpa kami rindu kak." Akbar sudah berjongkok mengimbangi mereka.


"Kak Akbar juga rindu kalian." Akbar mempererat pelukkannya itu.


"Putri, Putra! lepaskan pelukkan kalian kepada kak Akbar. Kemari!" titah Yola.


"Kalau begitu tuan Akbar lepaskan pelukkan mereka. Mereka adalah adik-adik Yola kekasihku." sahut Taro


Yola pun menatap Taro sejenak kenapa bisa-bisanya Taro mengatakan Yola kekasihnya. Mereka tidak berpacaran, hanya saja agar Akbar berhenti mengganggu Yola.


"Yah, aku tidak perduli. Yang jelas aku tidak sengaja melihat si kembar di taman, lagi pula kami saling merindu." bodo amat Akbar, sebenarnya Akbar sangat terkejut dengan pengakuan Taro kalau Yola kekasihnya.


"Putra, Putri kemari! Sebelum kak Yola marah!" Tatapan Yola sangat serius kepada anak-anak. Jelas saja anak-anak menurut kepada Yola, karena mereka tidak ingin membuat Yola marah.


Akhirnya mereka melepaskan pelukkannya itu lalu mendekat ke Yola. "Jeni, bawa mereka kembali ke rumah!" Jeni pun mendekat patuh dan membawa si kembar pulang.


Tinggal Yola dan Taro begitu juga Akbar, tapi tiba-tiba ponsel Taro berdering ternyata dari kekasihnya (Kiky) ia membuka ponselnya diam-diam. Taro pun berbohong kalau yang menelepon temannya sangat penting, dan Taro permisi pergi untuk mengangkatnya.


"Yola, game semakin ke sini semakin seru."


Akbar mendekat kearah Yola, Yola pun memundurkan langkah kakinya satu langkah.


"Aku sudah bilang aku kalah, dan kamu menang!"

__ADS_1


"Tidak ada game kalah menangnya. Game tetap berjalan sampai kau.... Iya kau mempertanggungjawabkan kegilaanku kepadamu."


"Kau tidak dengar tadi yang di katakan Taro, Taro adalah kekasihku. Orang tuaku sangat merestui hubungan kami, jadi tolong jangan ganggu kami lagi." tegas Yola


"Tidak! Aku tetap ingin melanjutkan game ini. Kalau kau kalah sekarang, bagaimana kalau aku beritahu semuanya kepada deddy dan mommymu yang sebenarnya tentang putrinya di masa lampau kalau kau....."


"Cukup!" stop Yola dengan tegas.


"Aku tidak akan berhenti mengganggumu."


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2