
Sonya kembali mendekat kearah Alif,setelah bunda Soja mundur tidak bisa menahan sesak di dadanya setelah mengatakan itu kepada Alif sebelumnya yang membuatnya sakit meski bukan ingin bunda Soja mengatakannya, hanya saja bunda Soja ingin menguatkan dirinya tapi itu palsu semata.
"Alif sayang,anak mamah!" kata Sonya menguatkan diri melihat Alif terbaring tak berdaya itu.
"Alif,mamah masih ingat sekali kamu ingin selalu bersama mamah. Apapun itu yang terjadi mamah selalu ada untuk Alif. Alif juga pernah bilang kalau Alif bakalan sabar melihat adeknya Alif hadir di dunia ini setelah mamah melahirkan,kata Alif setelah mamah melahirkan ingin menjaganya menjadi adek kesayangan Alif dan untuk teman bermain Alif kan? Bangunlah nak,mamah menyayangimu dari apapun. Mamah merindukanmu,mamah ingin bermain lagi dengan Alif,ingin mandiin Alif,ingin nyuapin Alif makan,mamah lakukan itu karena mamah sayang sekali dengan Alif." Sonya menyentuh tangan kecil mungil Alif dan dicium dengan lembut,Sonya mengalirkan air matanya di punggung tangan Alif dengan sekali kali memejamkan mata.
Sonya pun mendongak kembali menatap Alif dengan penuh sendu.
"Alif kamu kuat,kamu hebat kamu anak laki laki yang kuat kembalilah! Kembalilah bersama mamah,papah,nenek Soja,dan Tante Shinta. Bangun sayang!" Sonya pun memeluk tubuh mungil Alif dengan lembut.
Alif merasa sudah di alam berbeda semua tampak putih tidak ada seorang pun di sana hanya saja terdengar suara Sonya di dalamnya. Alif mencari cari sumber suara disana,Alif sangat takut Alif ingin memeluk mamah. Tapi Alif tidak tau harus kemana,semua putih tidak ada siapa siapa. Alif sangat takut sekali hanya suara mamah Sonyalah yang bisa mengarahkan kemana Alif harus pergi kembali bersamanya.
Tit tit tit tit tit tit tit tit. . . . . . . . . . . . . .
(Tiba tiba alat monitor hemodinamik itu berbunyi kembali dari sekian menit flat tidak ada detak jantung Alif sama sekali.)
Orang orang sekitar pun menjadi tercengah mungkin mereka salah dengar.
Sonya yang merasa jari Alif bergerak di genggamannya pun melepas pelukannya dan melihat tangan Alif mulai bergerak bersamaan detak jantung Alif kembali normal.
Dokter yang disana pun mulai memeriksa kondisi Alif, Sonya pun kembali mundur dan keluarga yang ada didalam dipersilahkan keluar lebih dulu dan menunggu diluar.
__ADS_1
Selang beberapa menit dokter keluar kembali,
orang orang yang di luar pun sudah menantikan dokter keluar.
"Bagaimana dok? Alif-" tanya Sonya
"Ini mukjizat dari Tuhan,nyonya tuan! Detak jantung Alif sudah kembali normal. Alif sudah melewati masa kritisnya dan mulai sadarkan diri." kata dokter cantik itu dengan ekpresi yang menyenangkan.
"Benarkan dok?" tanya ulang Alez
"Betul tuan,saya akan memindahkan Alif keruang kamar VIP terlebih dulu setelah itu kalian bisa menjenguk Alif secara langsung." kata dokter tersebut.
"Syukurlah Ya Allah! Terimakasih sudah mengabulkan doa doa hambamu ini." Tangis sedih Sonya menjadi tangis senangnya.
"Terimakasih Tuhan sudah mengembalikan cucuku." sahut Bunda Soja
"Iya ponakan aku kuat,nyatanya kembali." kata Shinta yang juga senang mendengarnya.
Alif langsung dipindahkan keruang kamar VIP untuk perawatan lebih lanjut setelah Alif melewati masa kritis sesuai prosedur kesehatan untuk Alif.
ใBersambung.....
__ADS_1
____________________________________________
Maafkan author menarik ulur perasaan kalian hohoho๐. Gimana? gimana? gimana? jangan mewek lagi ya bacanya๐,penting like,komentar dan vote yang kencengg hayolo yang belum siapa hayooooo๐๐บ.
____________________________________________
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. ๐ค
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
โVOTE ๐๏ธ
โLIKE ๐
โKOMENTAR ๐ฌ
โFAVORIT โค
โTIPโญ
โRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
__ADS_1
โDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.๐ โโ๏ธ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya๐!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. ๐