
Di perusahaan Akbar
"Bagimana Jome? kau dapet infonya belum?" tanya Akbar kepada Jome di ruang kerjanya
"Sesuai penyelidikan aku dapatkan, penjahat itu sangat bermain cantik dalam tehnik ini."
"Maksud kau gagal?"
"Akbar, ini sangat sulit. Bagaimana aku mendapatkan infonya kalau pelaku itu tidak ada jejaknya sama sekali. Kau ingat kan orang itu memakai baju hitam dan topeng menutupi wajahnya. Meskipun terlihat dari layar CCTV, tetapi di sana wajahnya tidak jelas." jelas Jome
"Sial!" Akbar mengepalkan kedua tangannya
"Siapa orang itu sebenarnya? Ada maksud apa?" Lanjut kata Akbar bertanya-tanya.
Jome hanya bisa menaikkan kedua bahunya tidak tahu.
"Dan akhir-akhir ini Yola dalam masalah, Yola di culik dan hampir saja dia di celehkan dengan beberapa laki-laki bejat yang membawanya, untung saja aku tepat waktu menolongnya." sambung Akbar.
"Bukannya kau juga bejat?" tanya Jome tanpa memfilter perkataannya itu.
"Apa katamu?" Adam menatap Jome begitu tajam
"Aku... aku gak salah ngomong kan, benarkan? Nyatanya kemarin kalian tidur bersama! Apa itu yang bukan namanya bejat."
"Aku sudah bilang Jome, selama hidupku aku tidur bersama wanita hanya bersama Yola. Tidak ada daya tertarikku kepada wanita manapun kecuali Yola."
"Ya, karena kau mencintainya!"
"Kau benar."
"Bentar, berarti kau ada hubungan dengan Yola." Kata Jome seperti menebak
"Kau bisa menebak sendiri Jome." kata Akbar lalu berdiri dari kursinya, dan menepuk bahu Jome beranjak pergi.
"Hey Akbar, kau mau kemana? Ini masih ada jam meeting setelah ini Akbar." Teriak Jome memanggil Akbar yang sudah keluar dari ruangannya sendiri.
Akbar tidak memperdulikan ocehan Jome itu, lalu Akbar memilih masuk ke dalam ruang meeting, di sana banyak direksi-direksi yang sudah menunggu so pasti ada papah Alez di sana.
Hampir saja Jome tidak bisa berdetak jantungnya, kalau Akbar benar-benar pergi dari perusahaan apa katanya kepada papah Alez. Akhirnya Jome menemani Akbar untuk melakukan meetingnya untuk tender selanjutnya.
Setelah selesai meeting, tinggallah Akbar, papah Alez dan juga Jome di sana.
"Akbar? Kamu baik-baik saja kan?"
Akbar hanya tersenyum menunjukan tubuhnya kalau memang dirinya baik-baik saja.
"Papah rasa kamu memang baik-baik saja."
"Ya."
"Mamah sudah cerita banyak, maaf papah tidak bisa menemuimu di rumahmu bersama mamah. Malah papah menyuruh kakakmu Alif menemani mamah."
"Tidak apa pah, Akbar mengerti. Kalau tidak ada papah mungkin perusahaan ini entah seperti apa karena Akbar yang tidak bisa melakukan yang terbaik."
"Apa yang kamu bilang Akbar? Lihatlah kamu memenangkan tender tadi barusan. Apa kamu lupa? Apa perlu papah ingatkan kembali?" celetus papah Alez
...******...
Akhirnya deddy Jack dan Mommy Cesa kembali pulang ke Indonesia, setelah beberapa minggu di luar negeri untuk mengatasi penyakit jantung deddy Jack.
__ADS_1
"Yola, perusahaan aman-aman saja kan?"
tanya deddy Jack kepada Yola
"Deddy tenang saja, semua aman dan tidak ada masalah di perusahaan."
"Syukurlah kalau begitu."
"Deddy seharusnya tidak perlu memikirkan pekerjaan lagi. Deddy fokus dengan kondisi deddy sendiri, biar Yola yang menangani semuanya."
"Kamu benar nak, deddy percayakan kepadamu. Tapi deddy cuma minta satu hal kepadamu Yola."
"Apa itu ded?"
Jelas Yola penasaran
"Deddy ingin kamu segera menikah. Menikahlah dengan Taro, deddy cuma ingin kamu ada yang jaga sayang."
"Iya, benar yang di katakan deddymu, mommy juga tidak sabar menimang cucu darimu." sahut mommy Cesa
Yola hanya bisa diam membisu, ia bingung harus jawab apa. Dia tidak mencintai Taro, Taro hanya memanfaatkannya saja. Tapi kalau bilang semuanya, Yola takut kalau sakit jantung deddynya kumat lagi.
"Baik deddy, mommy. Yola pikirkan dulu, Yola pasti akan menikah tapi bukan dengan Taro."
"Kenapa Yola? Taro lelaki baik untukmu." tanya deddy Jack
"Yola tidak mencintainya, kata deddy tidak akan memaksa Yola dengan pilihan Yola siapa yang nanti pantas untuk Yola."
"Baiklah, deddy mengerti."
...*****...
Malam harinya....
"Iyaa, aku merindukanmu."
"Akbar, lupakan ini semua aku tidak bisa denganmu."
"Kenapa kau menolakku? Kau lupa dengan hal kemarin-kemarin itu ha?" murka Akbar yang tidak ingin ada penolakan.
"Lupakan!" gertak Yola.
"Tidak segampang itu Yola."
"Aku akan segera menikah, lupakan aku."
"Apa perlu aku bicara dengan calon suamimu betapa buruknya kau yang sudah tidur dengan lelaki lain sebelumnya."
"Aku rasa dia bisa menerimaku apa adanya Akbar."
Tampang Akbar jelas sangat menakutkan tapi Yola memilih tidak memperdulikannya dan memilih pergi.
"Yola, aku tidak akan melepaskanmu. Bagaimanapun caranya kamu milikku!" Kata Akbar menggeprak mejanya sehingga orang-orang di restoran melihatnya dan berbisik-bisik yang jelas tidak terdengar oleh Akbar.
"Sial!" Akbar mengumpat di hatinya sendiri, dan ia juga memilih pergi dari sana.
...****...
Esok Harinya.....
__ADS_1
Tepat di perusahaan papah Alez, Akbar tidak sengaja mendengar obrolannya dengan seseorang di balik teleponnya melalui tatap muka di laptopnya.
"Aku akan selalu mengusik hidupmu, atau kau hancurkan perusahaan Jack? Ku pastikan setelah kau melakukan apa yang aku inginkan hidupmu pasti aman-aman saja."
"Kau gila, aku tidak bisa."
"Kartu ASmu di tanganku Alez!"
Akbar hanya bisa mengumpat di hatinya, kenapa bisa papahnya sendiri bisa kalah dengan seseorang di balik teleponnya itu. Bukan papah namanya kalau papah kena ancaman orang, dari dulu papah menang di atas semua masalah yang tangani. Kali ini Alez seperti tertekan tidak ada pilihan lain.
"Pah!" panggil Akbar kepada papahnya dan perlahan masuk ke dalam ruang kerjanya.
Papah Alez langsung menutup laptopnya lalu berbalik melihat Akbar ada di dekat pintu ruangannya.
"Ya Akbar!"
"Apa yang sudah papah lakukan terhadap keluarga besar om Jack?"
"Kamu bilang apa Akbar? Papah tidak mengerti maksudmu."
"Pah, aku dengar tadi pembicaraan papah dengan seseorang di laptop papah."
"Papah bisa jelaskan Akbar."
"Pah apa serumit ini hubunganku pah, kenapa papah menghancurkan kebahagian Akbar."
"Apa maksudmu?"
"Akbar mencintai anak dari om Jack. Namanya Yola, iya Akbar mencintai Yola pah. Andai papah masih bersahabat dengan om Jack, pasti papah akan menjodohkan Akbar dengan Yola. Pasti Akbar bahagia pah." Mata Akbar seketika berkaca-kaca
"Akbarr, papah......"
"Oh Akbar tahu, pasti yang menipu perusahaan om Jack itu papah kan? Dan soal penembakan di mall itu yang sasarannya Yola itu juga papah kan? Tapi sayang malah kena aku, untung saja Akbar baik-baik saja, kalau Akbar kenapa-kenapa papah pasti sedih?menangis? Tidak-tidak, Akbar rasa papah pasti senang, jawab pah? Kenapa papah melakukan itu. Apa salah mereka pah!"
"Jangan menuduh papah, dengarkan papah lebih dulu Akbar!"
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π