Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Pertingkaian Yola & Akbar


__ADS_3

Papah Alez penasaran melihat Akbar tiba-tiba berubah pikiran dan datang ke pesta ini. Akbar beralasan bahwa pekerjaannya sudah selesai, makanya dia datang, siapa tahu ada sesuatu yang menyenangkan di sini.


Saat itulah Yola melihatnya dan senyumannya langsung sirna seketika. Apalagi kemudian seorang wartawan dengan antusias mengajak Akbar untuk foto-foto sama Yolanda dan Akbar langsung setuju dengan senang hati. Dia langsung merangkul Yola dan menariknya mendekat seolah mereka sepasang kekasih.


Yola berusaha melepaskan diri. Tapi seorang reporter malah menyuruh mereka untuk semakin mendekat dan Akbar dengan senang hati menarik Yola mendekat padanya lagi. Yola sontak melempar tatapan tajam ke Akbar. Taro jadi dicuekin gara-gara itu dan jadi kesal karenanya.


"Senyumlah sedikit, nona. Kenapa kau melihat wajahku? Kangen aku yah?" Goda Akbar.


Jome langsung sumringah melihatnya. Yera beralasan bahwa dia datang karena dia pikir Jome membutuhkannya. Bukankah Jome sendiri yang bilang, bahwa orang pacaran harus saling membantu satu sama lain dalam kebaikan.


Yera langsung heboh menarik perhatian wartawan padanya dari Yera sambil sok manja sama Jome, dan itu sukses membuat para wartawan beralih pada mereka. Yera bahkan sok heboh banget saat pura-pura tak menyangka bertemu Yola dan Akbar di sini.


Yola sinis. "Kau baru lihat?"


Yola langsung pergi dan Yera memperhatikan kesedihan Akbar saat melihat kepergian Yola. Tapi saat Akbar tiba-tiba berpaling padanya, dia mendadak kecut dan buru-buru kembali ke Jome dengan sok manja.


Taro cepat-cepat mengejar Yola sambil pura-pura khawatir padanya, padahal jelas tidak. Yola dengan ramah meyakinkan kalau dia hanya mau ke toilet, Taro tunggu saja di dalam, dia baik-baik saja kok.


Tapi saat dia keluar dari toilet tak lama kemudian, dia malah mendapati Akbar sudah menunggunya dan langsung menyeretnya ke tempat sepi yang Yola jelas heboh dan panik.


Akbar mengancam akan menciumnya kalau dia tidak mau diam. Tapi Yola malah tidak mau dengar dan nekat teriak-teriak, Akbar sontak menutup mulutnya dengan bibirnya. Panik, Yola langsung mendorongnya dan mencoba menamparnya tapi gagal.


"Sudah kubilang, bersiaplah untuk menanganiku. Kenapa kau seperti ini? Hah? Apa kau tidak punya cara lain untuk menanganiku selain menampar dan mengigit bibir orang? Atau kau memang ingin dicium? Hmm?"


"Aku menggigit bibirmu karena ciumanmu sangat buruk."


"Aku tidak suka siapapun menghinaku terkait masalah ini."


Akbar sontak mencium paksa lagi yang jelas saja membuat Yola gelagapan panik. Akbar sinis melihatnya, kenapa Yola menghindarinya? Apa Yola takut padanya? Yola bilang kalau ciumannya buruk, tapi sepertinya Yola menyukainya. Karena malam itu, saat dia mencium Yola, Yola juga membalas ciumannya.


Kesal, Yola sontak menendang itunya Akbar dan itu sukses membuat Yola akhirnya bisa melepaskan diri dari Akbar dan bergegas kembali ke pesta. Dan Akbar langsung membuntutinya kayak anak bebek membuntuti induknya.


Taro heran melihat mereka datang bersama-sama, apa ada masalah. Yola mengklaim kalau dia tidak tahu kapan Akbar datang dari belakangnya. Dia tidak melihatnya soalnya.

__ADS_1


Acara itu dimulai dengan MC yang mengumumkan bahwa acara ini digelar untuk memberikan penghargaan bagi para pengusaha muda terbaik. Dan untuk tahun ini, ada dua orang yang akan menerima penghargaan bersama. Yaitu: Akbar dan Yolam


Papah Alez bangga dan refleks bertepuk tangan untuk Akbar.


Akbar perhatian banget saat berniat membantu Yola naik ke atas panggung. Tapi Yola sontak melempar tatapan kejam padanya sehingga Akbar langsung melepaskan tangannya.


Usai menerima penghargaan, mereka diminta foto bersama dan Akbar dengan senang hati merangkul Yola tak peduli biarpun Yola tak suka.


Yola benar-benar sudah tidak tahan lagi dan mau pergi setelah itu. Dia beralasan pada Taro bahwa dia ada janji sama temannya.


Tapi saat dia baru masuk mobil, Akbar mendadak muncul dan langsung menggendongnya paksa ke jok sebelah dan mengancam akan mencium Yola lagi di sini sekarang juga jika Yola berani keluar dari mobil.


Yola kesal. Tapi pada akhirnya, tak ada yang bisa dilakukannya selain menuruti Akbar dan membiarkan Akbar membawanya pergi. Tapi di tengah jalan, dia mendadak protes minta diturunkan. Akbar mau membawanya ke mana?


"Kenapa? Takut? Kenapa takut secepat ini? Aku masih senang memainkan game ini."


"Kubilang hentikan mobilnya sekarang juga! Kalau kau tidak mau berhenti, aku akan melompat keluar."


Akbar tidak mendengarkannya. Yola sontak nekat buka pintu yang jelas saja membuat Akbar jadi panik dan akhirnya mau juga menghentikan mobil itu di tengah jalan.


"Bagaimana kalau kau sampai ditabrak mobil sampai mati?"


"Aku tidak rela mati karena seorang pria jahat! Lepasin!"


Akbar menolak melepaskannya, maka Yola langsung saja menggigit tangannya dengan ganas. Dia asal saja mau menyeberang jalan tepat saat ada sebuah mobil lewat, untungnya Akbar sigap menariknya sehingga membuat mereka terjatuh dalam posisi Akbar menindih Yola.


"Kau benar-benar ingin tertabrak mobil sampai mati? Hah?" Omel Akbar.


"Lepasin!"


"Tidak akan. Kalau kau ingin mati, akan kubiarkan kau mati di sini dan bukannya tertabrak mobil sampai mati. Akulah yang akan menghancurkanmu. Mau atau tidak?"


Akbar tiba-tiba mendekat mau menciumnya dan Yola bahkan tidak melawannya lagi, malah menutup mata menanti ciumannya. Tapi Akbar tidak melakukannya dan langsung menarik diri.

__ADS_1


Tapi saat Yola mau kabur, Akbar tiba-tiba saja menariknya dan menciumnya paksa... dan langsung dapat tamparan dari Yola.


"Kau tidak punya hak melakukan hal ini padaku!"


"Bagaimana denganmu sendiri? Apa hakmu membuatku tergila-gila padamu, menjadi orang bodoh yang kau tipu sekian lama? Kau sudah terlalu banyak menghina cintaku! Jadi kau pantas mendapatkan ini sebagai balasannya."


Akbar langsung menciumnya lagi... hingga akhirnya Yola berhenti melawannya. Tapi begitu Akbar melepaskannya, Yola sontak menangis dan membuat Akbar jadi merasa bersalah.


"Aku benar-benar lelah. Sejak saat aku bertemu denganmu, hidupku benar-benar sangat melelahkan. Game-mu, kau sudah memenangkannya. Aku mengaku kalah. Karena itulah, mari kita akhiri sampai di sini." Yola langsung pergi, meninggalkan Akbar dalam rasa bersalahnya.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2